Ini Inspirasi Desain King Ghidorah di Godzilla Minus Zero!

Desain King Ghidorah di Godzilla Minus Zero dikembangkan dari versi Godzilla the Ride, dengan tubuh kekar, struktur sayap serupa, siluet naga raksasa, serta telapak tangan yang unik.
Takashi Yamazaki memadukan ciri naga Barat dan Hōō dari mitologi Jepang: sayap seperti kelelawar, tiga kepala ikonis, serta kesan makhluk ilahi saat terbang.
Tim VFX memakai referensi aligator dan ikan besar Amazon untuk tekstur kulit, sambil menyesuaikan warna emas agar Ghidorah tetap realistis sebagai organisme di dunia film.
King Ghidorah mendapatkan desain baru dalam Godzilla Minus Zero. Monster naga berkepala tiga yang menjadi salah satu musuh terbesar Godzilla ini tetap mempertahankan penampilan ikonisnya, tetapi memiliki sejumlah perubahan pada bentuk tubuh, sayap, hingga tekstur kulitnya.
Menariknya, desain King Ghidorah kali ini memiliki kemiripan dengan interpretasi monster tersebut dalam Godzilla the Ride, proyek atraksi yang juga disutradarai Takashi Yamazaki. Selain itu, sang sutradara ternyata menggabungkan berbagai inspirasi dari makhluk mitologi hingga karya seni klasik Jepang untuk menciptakan penampilan Ghidorah yang lebih realistis.
Lantas, apa saja inspirasi di balik desain King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero? Berikut pembahasannya!
1. Mengembangkan Desain King Ghidorah dari Godzilla the Ride

King Ghidorah di Godzilla The Ride Hal pertama yang menarik perhatian dari desain King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero adalah kemiripannya dengan versi Godzilla the Ride: Giant Monsters Ultimate Battle.
Godzilla the Ride merupakan atraksi di taman hiburan Seibuen, Jepang, yang dirilis pada 2021. Proyek tersebut disutradarai Takashi Yamazaki yang juga menyutradarai Godzilla Minus One dan Minus Zero.
Jika dibandingkan, kedua versi King Ghidorah memiliki sejumlah kemiripan, terutama pada proporsi tubuh yang kekar, struktur sayap, serta siluet keseluruhan yang memberikan kesan naga raksasa. Salah satu unsur paling mirip adalah King Ghidorah di atraksi dan di film Godzilla Minus Zero sama-sama memiliki telapak tangan, yang mana ini cukup unik karena hampir semua versi King Ghidorah lain tak punya telapak tangan.
Pendekatan tersebut juga mengingatkan pada Godzilla dalam Godzilla Minus One yang memang dikembangkan dari desain Godzilla the Ride, kemudian disempurnakan untuk kebutuhan film layar lebar.
2. Bentuk Sayapnya Juga Terinspirasi dari Naga Barat

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO Takashi Yamazaki juga ingin memberikan sentuhan naga Barat pada desain King Ghidorah. Dalam wawancaranya dengan Filmmaker Magazine, sang sutradara menjelaskan bahwa ia ingin mengarahkan desain Ghidorah sedikit lebih dekat dengan karakteristik naga dalam mitologi Barat.
Hal tersebut terlihat dari struktur sayapnya. Tangan Ghidorah berada di ujung sayap, sementara selaput yang menghubungkan kerangka sayapnya memiliki karakteristik menyerupai sayap kelelawar. Pendekatan ini membuat Ghidorah terlihat seperti naga bersayap yang memiliki anatomi lebih meyakinkan.
Yamazaki tetap mempertahankan tiga kepala sebagai identitas utama Ghidorah. Namun, ia ingin monster tersebut memiliki kesan yang lebih megah ketika terbang, seolah-olah merupakan makhluk ilahi yang berasal dari dunia mitologi.
3. Terinspirasi dari Hōō, Burung Phoenix dalam Mitologi Jepang

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO Selain naga Barat, Yamazaki ternyata mengambil inspirasi dari Hōō, makhluk mitologi Jepang yang sering disamakan dengan burung phoenix. Dalam wawancaranya, Yamazaki menjelaskan bahwa ia ingin King Ghidorah memiliki kesan seperti makhluk ilahi ketika sedang terbang.
Hōō menjadi referensi menarik karena dalam penggambaran tradisionalnya, makhluk tersebut memiliki ekor panjang dengan struktur yang menyerupai selaput di antara bagian-bagiannya. Karakteristik tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi Yamazaki ketika mengembangkan penampilan Ghidorah.
Hasilnya, King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero memiliki perpaduan identitas naga Barat dan makhluk mitologi Asia. Perpaduan tersebut membuatnya terasa berbeda tanpa harus meninggalkan ciri khas monster berkepala tiga yang sudah dikenal penggemar selama puluhan tahun.
4. Tekstur Kulit dan Warna Emasnya Terinspirasi dari Hewan Nyata

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO Terakhir, King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero juga mendapatkan pendekatan desain yang lebih realistis melalui tekstur kulit dan warna tubuhnya.
Dalam wawancara dengan Filmmaker Magazine, Yamazaki menyebut bahwa anggota tim VFX yang mengerjakan desain Godzilla dan Ghidorah, Kōsuke Taguchi, mempelajari berbagai hewan nyata sebagai referensi.
Beberapa di antaranya adalah aligator dan ikan-ikan berukuran besar dari Sungai Amazon. Referensi tersebut digunakan untuk menghasilkan tekstur kulit yang terasa lebih alami. Tim produksi juga mendiskusikan penggunaan warna emas khas Ghidorah agar tidak terlihat terlalu fantastis.
Mereka ingin mempertahankan identitas emasnya, tetapi dengan nuansa yang masih memungkinkan monster tersebut terlihat seperti organisme yang benar-benar bisa hidup di dunia nyata. Yamazaki menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah membuat penonton merasa seolah-olah King Ghidorah benar-benar eksis di dunia Godzilla Minus Zero.
Ini menjadi salah satu alasan mengapa desain Ghidorah terbaru terasa begitu mengintimidasi, meskipun tetap mempertahankan karakteristik klasik yang sudah melekat pada monster tersebut.

















![[QUIZ] Kalau Jadi Warga Kampung Durian Runtuh, Kamu Akan Tinggal di Rumah Siapa?](https://image.idntimes.com/post/20240902/untitled-c27972de660c67514fabb0ec2f601191.png)
