Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Unsur Game yang Bisa Ditemukan di Film Resident Evil (2026)!
(Dok. Sony Pictures/Resident Evil)
  • Resident Evil (2026) memakai vibe survival horror serta bahasa gameplay dari game, meski cerita, lore, dan karakternya berbeda.
  • Kamera, urutan senjata Bryan, keterbatasan peluru, dan pintu terkunci menjadi elemen permainan yang diterapkan dalam film.
  • Umbrella Corporation dan easter egg seperti First Aid Spray, herbs, serta mesin ketik turut muncul sebagai bagian dari dunia Resident Evil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah memainkan game Resident Evil?
Vote Now

Film Resident Evil tahun 2026 punya Bryan yang harus memakai pistol, shotgun, dan SMG sambil berusaha tetap hidup. Kadang pelurunya habis dan pintu terkunci. Zach Cregger juga membuat kamera seperti game. Ada Umbrella Corporation, First Aid Spray, tanaman, dan mesin ketik yang mirip save point.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah memainkan game Resident Evil?
Vote Now

Pendekatan Zach Cregger memberi ruang bagi unsur yang familiar bagi pemain lama, seperti bahasa visual, logika gameplay, dan easter egg, tanpa menjadikan cerita game tertentu sebagai fondasi utama. Di saat yang sama, unsur-unsur tersebut tetap hadir sebagai bagian dari versi Resident Evil yang dibangun film ini sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah memainkan game Resident Evil?
Vote Now

Resident Evil (2026) karya Zach Cregger memang berbeda cukup jauh dari game-nya, baik dari segi cerita, lore, maupun karakter.

Namun, Cregger mengambil pendekatan yang menarik. Selain menebar berbagai easter egg, ia juga mempertahankan sesuatu yang lebih mendasar dari game Resident Evil: vibe survival horror dan bahasa gameplay-nya.

Jadi, unsur game Resident Evil apa saja yang bisa ditemukan di film 2026 ini?

Ini beberapa yang saya temukan!

1. Sudut Pandang Kamera

(Dok. Sony Pictures/Resident Evil)

Salah satu unsur yang paling terasa adalah bagaimana kamera digunakan.

Ada beberapa momen ketika sudut kamera film terasa sengaja dibuat menyerupai third-person view yang dipopulerkan Resident Evil 4 dan kemudian menjadi ciri khas beberapa game modern dalam seri ini.

Bahkan, ada satu momen sekitar 10 menit setelah film dimulai yang menurut saya terasa seperti transisi dari cutscene ke third-person gameplay. Bryan berada di tengah area bersalju dan gelap, lalu kamera mengikuti pergerakannya dengan cara yang terasa sangat familiar bagi pemain game.

Ada pula momen ketika Bryan membidik senjatanya dan perspektif kamera berubah sehingga terasa seperti first-person view dalam game.

Ini menarik karena Cregger memang pernah menjelaskan bahwa ia ingin kamera filmnya terasa seperti kamera dalam game Resident Evil. Jadi, bukan sekadar kebetulan ketika beberapa adegan terasa seperti sedang memainkan game.

2. Progresi Senjata

Shotgun di Resident Evil. (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil 2026)

Dalam game Resident Evil, pemain biasanya memulai perjalanan dengan handgun, sebelum kemudian menemukan senjata yang lebih kuat seperti shotgun. Setelah itu, persenjataan bisa berkembang lagi seiring perjalanan.

Urutan senjata Bryan di film juga terasa sangat Resident Evil: handgun, shotgun, lalu SMG. Sederhana, tetapi terasa seperti progresi senjata dalam game.

Yang lucu adalah perbedaan Bryan dengan karakter seperti Chris, Jill, Leon, atau Claire.

Karakter-karakter tersebut sudah punya pengalaman dan latihan menggunakan senjata. Jadi ketika menemukan shotgun atau senjata lain, mereka umumnya tidak perlu bertanya-tanya bagaimana cara menggunakannya.

Bryan?

Dia bahkan sempat kebingungan soal cara reload dan safety senjata seperti pistol dan SMG.

Dan justru di situlah film ini terasa berbeda. Bryan bukan karakter game yang sudah siap menghadapi B.O.W. sejak awal. Dia benar-benar orang biasa yang kebetulan mendapatkan senjata dan sekarang harus mencari tahu cara menggunakannya sambil berusaha tetap hidup.

3. Peluru Bisa Habis

Shotgun di Resident Evil. (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil 2026)

Salah satu hal yang membuat game Resident Evil mendebarkan adalah keterbatasan amunisi.

Kalau kamu menghabiskan satu magasin pistol untuk menghabisi satu zombie di koridor, bisa saja beberapa menit kemudian kamu justru tidak punya peluru ketika menghadapi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Konsep itu juga diterapkan ke Bryan. Pelurunya bisa habis.

Bahkan film ini terasa sedikit lebih kejam daripada game dalam satu hal: menemukan amunisi cadangan tidak mudah.

Jadi, setiap kali Bryan menembak, ada konsekuensi yang terasa. Ini bukan film aksi di mana karakter bisa terus menarik pelatuk sampai masalah selesai.

4. Pintu Terkunci

Nah, yang satu ini bikin saya ngakak.

Kadang Bryan terhambat hanya karena pintu atau gerbang yang terkunci.

Bahkan ada satu momen ketika gemboknya memiliki simbol yang secara visual melambangkan kunci yang diperlukan untuk membukanya. Buat pemain Resident Evil, ini terasa seperti lelucon yang sangat familiar.

Pernah iseng atau frustrasi mencoba menembak pintu terkunci di game karena penasaran apakah pintunya bisa dihancurkan?

Biasanya tidak ada gunanya.

Lucunya, Bryan benar-benar mencoba melakukan hal tersebut di film. Dan dia gagal beberapa kali.

Ada yang memang karena gembok dan rantainya terlalu kokoh. Ada juga yang terasa seperti akibat Bryan memang payah dalam menggunakan senjata api.

Ini salah satu contoh kecil bagaimana film mengambil logika yang biasanya terasa konyol dalam game, lalu menerapkannya secara literal ke dunia film.

5. Umbrella Corporation

Anggota Umbrella Corporation di film Resident Evil. (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil 2026)

Kamu tidak akan menemukan Albert Wesker, William Birkin, atau HUNK dalam film ini.

Namun, Umbrella Corporation masih ada.

Ini menjadi salah satu elemen dari game yang terasa cukup kuat dalam film, meskipun Cregger tidak menjadikan karakter-karakter ikonis atau alur cerita game sebagai fondasi utama ceritanya.

Dengan kata lain, film ini masih mengambil beberapa bagian penting dari dunia Resident Evil, tetapi menggunakannya untuk membangun versinya sendiri.

6. Latarnya masih di Racoon City

Screenshot Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)

Latar film ini masih Raccoon City, sesuai dengan game-nya.

Meski kotanya memang terlihat berbeda, terasa lebih modern, dan kamu tidak akan menemukan karakter game.

7. Easter Egg Visual

Referensi typewriter di film Resident Evil. (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil 2026)

Selain menerjemahkan elemen gameplay, film ini juga menyelipkan beberapa easter egg yang bisa membuat pemain lama tersenyum ketika menyadarinya.

Di sebuah lumbung, misalnya, penonton yang jeli bisa menemukan First Aid Spray khas Resident Evil.

Ketika Bryan masuk ke terowongan yang ditinggalkan, ada pula tanaman dalam pot di sebuah mobil yang saya curigai sebagai easter egg untuk herbs yang menjadi salah satu item paling ikonis dalam game.

Kemudian, di rumah peternakan pada awal film, kamu juga bisa melihat mesin ketik kuno.

Bagi penonton biasa, benda itu mungkin hanya terlihat seperti mesin ketik. Bagi pemain Resident Evil? "Oh, save point."

Dalam game klasik, mesin ketik merupakan salah satu elemen yang identik dengan sistem penyimpanan. Jadi kemunculannya di film terasa seperti penghormatan kecil kepada pemain lama.

Lalu ada pula momen di rumah peternakan ketika Bryan mencoba membuka pintu sebuah kamar.

Pintunya terbuka perlahan, dan selama beberapa saat kita hanya bisa melihat kegelapan di balik pintu sebelum bagian dalam kamar akhirnya terlihat.

Buat saya, adegan ini mengingatkan pada animasi membuka pintu dalam Resident Evil klasik. Dulu, membuka pintu bukan sekadar transisi biasa: kamera akan mengikuti animasi pintu yang terbuka perlahan sebelum pemain akhirnya diperlihatkan area berikutnya.

Jadi, adegan Bryan ini terasa seperti versi sinematik dari animasi buka pintu Resident Evil klasik.

Dan ini yang membuat pendekatan Cregger menarik. Resident Evil (2026) memang tidak berusaha menjadi adaptasi langsung dari cerita game tertentu, tetapi ia cukup sering menggunakan bahasa visual dan logika gameplay yang membuat pemain lama merasa familiar.

Jadi, kalau kamu pernah memainkan game-nya, kamu mungkin akan mendapatkan beberapa momen tambahan untuk dinikmati sepanjang film.

Kalau belum pernah?

Ya, kamu masih bisa menikmati filmnya tanpa harus tahu apa itu First Aid Spray, kenapa mesin ketik terasa penting, atau mengapa Bryan yang menembak pintu terkunci terasa seperti pemain Resident Evil yang sedang iseng.

Pilih pengalamanmu dengan game Resident Evil

Apakah kamu pernah memainkan game Resident Evil?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article