Screenshot Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)
Hmm.
Ini bagian yang menarik.
Saya merasa Cregger mengambil pendekatan seperti ini:
"Saya akan memberikan kalian easter egg dan homage terhadap game-nya, tetapi saya tetap akan membawa visi saya sendiri."
Salah satu hal yang membuat saya terhibur adalah bagaimana unsur survival horror dari game terasa diterjemahkan ke film.
Senjata bisa kehabisan peluru. Bahkan dalam beberapa bagian, film ini terasa lebih sadis daripada game karena amunisi cadangan tidak ada.
Perhatikan juga urutan senjata Bryan.
Dimulai dari handgun, kemudian shotgun yang awalnya kosong dan mengharuskannya mencari amunisi terlebih dahulu, sebelum akhirnya beralih ke submachine gun.
Handgun, shotgun, lalu senjata yang lebih berat.
Urutan seperti ini terasa sangat familiar bagi pemain Resident Evil.
Ada pula referensi kecil seperti First Aid Spray yang muncul di latar. Benda itu bahkan hanya menjadi easter egg karena Bryan tidak mengambilnya.
Tapi yang benar-benar membuat saya kagum adalah bagaimana film ini memainkan perspektif kamera.
Ada beberapa momen yang terasa seperti persektif third-person view dalam game, bahkan ada bagian tertentu yang transisi ke first-person.
Ada satu momen di area bersalju, sekitar sepuluh menit setelah film dimulai, yang menurut saya secara visual terasa seperti cutscene game yang tiba-tiba berubah menjadi gameplay third-person.
Sebagai orang yang sudah memainkan Resident Evil dari game pertama hingga Resident Evil Village, momen seperti itu terasa sangat memuaskan.
Di sisi lain, untuk unsur cerita dan penyajian para infected, Cregger jelas mengambil interpretasi yang jauh lebih bebas.
Dan ini adalah bagian yang menurut saya bisa diterima oleh sebagian penonton, tetapi mungkin sulit diterima oleh sebagian penggemar lainnya.
Termasuk saya.