Liburan yang hancur berantakan akibat amukan satwa buas mungkin bukan premis yang revolusioner. Hungry mengambil pendekatan yang cukup eksentrik dengan menjadikan seekor kuda nil sebagai sumber teror utama. Di atas kertas, konsep ini terdengar absurd, namun film ini berusaha keras memolesnya menjadi pengalaman horor penyintas yang memacu adrenalin.
Ulasan Film, Hungry, Kengerian Teror Hewan Buas Bernama Kuda Nil

1. Sudah Pasti B-Movie
Sebagai sebuah sajian B-movie, ekspektasi audiens tentu tidak tertuju pada narasi yang berlapis atau kompleks. Syarat utamanya hanyalah ancaman mematikan dan sekelompok manusia yang berjuang menghindari maut. Sayangnya, eksekusi naskahnya justru terjebak dalam kiasan usang yang sangat mudah diantisipasi sejak babak pertama bergulir. Pola eliminasi karakternya terasa terlalu mekanis, serupa dengan deretan film creature feature pada umumnya.
Kelemahan paling fatal justru terletak pada logika para penyintas. Alih-alih membangun ketegangan lewat taktik bertahan hidup yang cerdas, naskahnya memaksa karakter untuk mengambil keputusan-keputusan irasional yang sangat memancing rasa frustrasi. Ditambah lagi, latar belakang agresivitas sang kuda nil kurang digali, sehingga membuang potensi eksplorasi tema konflik manusia versus alam liar dan menyisakan beberapa kematian yang terasa sekadar tempelan.
2. Kualitas Aktor di Tengah Lemahnya Naskah
Jika ada satu elemen yang patut mendapat sorotan positif dari film ini, itu adalah departemen akting. Jajaran pemerannya tampil maksimal dalam menerjemahkan teror dan kepanikan ke layar. Mereka berhasil menjual rasa putus asa dan tekanan psikologis ketika situasi perlahan berubah menjadi mimpi buruk berdarah.
Ada garis batas yang jelas antara karakter yang ditulis dengan buruk dan performa aktor yang gagal. Hungry menderita penyakit yang pertama. Meskipun karakter-karakter ini sering kali melakukan tindakan konyol yang tidak masuk akal, para aktor tetap membawakannya dengan tingkat keseriusan dan keyakinan yang patut diacungi jempol.
Seiring dengan menyusutnya jumlah penyintas, intensitas ketakutan yang dipancarkan oleh para pemain sukses menahan penonton untuk tetap terpaku pada layar. Sayangnya, dedikasi para pemeran ini tidak dibarengi dengan pengembangan karakter dari sisi penulisan, membuat audiens sulit untuk benar-benar bersimpati pada nasib mereka yang diakibatkan oleh kebodohan sendiri.
3. Hiburan Sederhana Tanpa Logika
Bagi para penikmat sajian B-movie bertema monster, Hungry masih menyediakan nilai hiburan popcorn yang cukup lumayan. Elemen kejutannya tetap ada bagi mereka yang hanya mencari sensasi mendebarkan tanpa perlu mempedulikan lubang plot atau kedalaman cerita.
Namun, jika kamu mendambakan film penyintas dengan protagonis yang menggunakan akal sehat, bersiaplah untuk terus-menerus menghela napas. Kecerobohan karakter utamanya adalah ujian kesabaran tersendiri yang mencederai potensi ketegangan film ini.
Sinopsis Hungry (2026)
Rencana liburan sekelompok wisatawan untuk menikmati keindahan alam liar seketika berubah menjadi mimpi buruk. Awalnya, perjalanan mereka dipenuhi dengan ketenangan dan pemandangan eksotis yang menjanjikan pelarian dari hiruk-pikuk kota. Namun, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa perairan tenang di sekitar lokasi wisata tersebut menyimpan ancaman mematikan.
Suasana santai hancur berantakan ketika seekor kuda nil berukuran masif muncul dengan tingkat agresivitas yang sangat tidak wajar. Tanpa peringatan, mamalia raksasa ini melancarkan serangan brutal yang mengubah lokasi liburan menjadi arena pembantaian. Para wisatawan yang panik harus berlarian mencari tempat berlindung ketika satu per satu dari rombongan mulai tewas menjadi korban amukan buas sang predator.
Terjebak di wilayah terisolasi tanpa ada tanda-tanda bantuan, para penyintas yang tersisa dipaksa untuk mengandalkan insting bertahan hidup mereka. Di bawah tekanan psikologis yang berat dan keputusasaan yang memuncak, sisa rombongan ini harus mengambil keputusan-keputusan nekat. Mereka berjuang mati-matian mencari jalan keluar untuk menghindari kejaran maut sebelum semuanya berakhir menjadi mangsa.
| Producer | Ben Jacques |
| Writer | James Nunn |
| Age Rating | D17+ |
| Genre | Kengerian, Cerita Seru |
| Duration | 93 Minutes |
| Release Date | 28-10-2026 |
| Theme | hippopotamus, louisiana, swamp, creature, creature feature, hippo, survival thriller |
| Production House | Signature Entertainment |
| Where to Watch | Cinema XXI, CGV, Cinepolis, FLIX |
| Cast | Madison Davenport, Tracey Bonner, Joaquim de Almeida, Michel Curiel, Samantha Coughlan |
Trailer Hungry (2026)
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Ulasan Film Clayface, Origin Ngilu dari Villain Batman21 Oct 2026, 12:00 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Ulasan Film, Beware Boiuna - Ular Raksasa Bertemu Thriller Balas Dendam17 Oct 2026, 17:00 WIB
- Ulasan Film Whalefall, Terjebak di Perut Paus dan Masa Lalu!15 Oct 2026, 08:00 WIB