Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Penilaian Film Greenland 2 Migration, Bertahan Hidup Setelah Kiamat

MV5BNTBkYTg0ZWQtMGUzZi00OWY4LTlhY2MtODk3YjkyYjQ4MTZlXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Lionsgate (Greenland 2: Migration)
Intinya sih...
  • Skala Ancaman: Tidak Lebih Heboh, Tapi Lebih Konsisten
  • Gerard Butler Masih Jadi Pusat Cerita
  • Sekuel yang Hati-Hati
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Greenland 2: Migration melanjutkan kisah keluarga Garrity setelah peristiwa komet di film pertama. Jika Greenland (2020) berfokus pada kepanikan menjelang akhir dunia, sekuel ini mengambil sudut yang lebih sederhana: bagaimana manusia hidup setelah bencana benar-benar terjadi. Cerita bergerak dari bunker yang dulu jadi tempat perlindungan menuju perjalanan mencari wilayah baru yang masih bisa ditinggali.

Tidak ada lompatan cerita yang terlalu ekstrem, film ini berjalan sebagai lanjutan logis dari kondisi dunia yang sudah hancur. Bagaimana kalau tempat mendaratnya komet Clarke merupakan tempat yang bisa ditinggali karena lokasi dan kondisinya sempurna?

1. Skala Ancaman: Tidak Lebih Heboh, Tapi Lebih Konsisten

MV5BMTdmYWE4MGItMjViNS00ZGYwLTg2NmMtNTRiZjgxNDNhZTE0XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Lionsgate (Greenland 2: Migration)

Berbeda dengan ekspektasi sebagian penonton yang mengira sekuel akan lebih “besar dan lebih meledak-ledak”, Migration justru terlihat menahan diri. Ancaman tetap ada, lingkungan ekstrem, keterbatasan logistik, dan ketegangan antarpenyintas, namun disajikan lebih sebagai tekanan konstan, bukan rangkaian set piece bencana tanpa henti dari satu sumber yang sama.

Semua ancaman yang hadir di sini terasa realistis, gempa tektonik yang terjadi karena tumbukan kuat, badai radiasi, komet kecil yang masih sering berjatuhan, hingga perang berkepanjangan yang memperebutkan wilayah-wilayah yang masih tersisa di Eropa Barat. Yang jadi masalah, Ric Roman Waugh seperti memberikan konflik yang terlalu banyak, sehingga kami seperti sudah bisa menebak kalau di setiap babak pasti ada konfliknya. Entah itu besar maupun kecil. Terasa realistis sih, tapi kami juga merasa kalau di dalam keluarga Garrity ada yang bawa sial.

2. Gerard Butler Masih Jadi Pusat Cerita

MV5BODdiNGViZTUtOWRhMC00NDZiLWFjOGUtNjU4YjQwZDA4ZDRmXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Lionsgate (Greenland 2: Migration)

Gerard Butler kembali sebagai John Garrity tanpa perubahan karakter drastis. Ia tetap digambarkan sebagai figur ayah yang protektif dan pragmatis, bukan pahlawan aksi penuh gaya. Morena Baccarin dan Roman Griffin Davis juga masih berfungsi sebagai poros emosional keluarga, bukan sekadar pelengkap.

Dari komentar awal penonton dan pengamat film, kekuatan Greenland 2 memang bukan pada karakter baru atau konflik besar, melainkan konsistensi hubungan keluarga yang sudah dibangun sejak film pertama. Kalau menurut kami, peran Gerard Butler ini mengingatkan kami akan sang gladiator Maximus yang diperankan Rusell Crowe. Keduanya sama-sama tahan banting dan terlihat "tidak bergeser", meskipun dalam kondisi terluka parah.

3. Sekuel yang Hati-Hati

MV5BYjhkNDgyN2YtMWQzMi00NmIzLTgyNzEtODkzYWI0ZGMzNWZkXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Lionsgate (Greenland 2: Migration)

Sebagai film yang belum lama dirilis, Greenland 2: Migration belum dibanjiri ulasan kritikus besar. Namun dari respons awal, terlihat bahwa film ini tidak mencoba mengubah formula secara radikal. Ini bisa jadi kelebihan sekaligus kekurangan: aman bagi penonton yang menyukai film pertama, tapi mungkin terasa datar bagi yang berharap sesuatu yang benar-benar berbeda.

Sekuel ini tampak lebih sebagai kelanjutan yang rapi dan fungsional, bukan upaya mendefinisikan ulang genre film bencana.

Sinopsis Greenland 2: Migration (2026)

Berlatar beberapa tahun setelah hantaman komet yang menghancurkan peradaban manusia, Greenland 2: Migration kembali mengikuti perjuangan John Garrity dan keluarganya yang berhasil selamat berkat bunker di Greenland. Dunia memang tidak sepenuhnya musnah, tetapi kondisi permukaan bumi telah berubah drastis: cuaca ekstrem, sumber daya terbatas, dan wilayah layak huni semakin menyempit.

Ketika tempat perlindungan mereka tak lagi aman untuk ditinggali dalam jangka panjang, para penyintas dipaksa meninggalkan bunker dan memulai perjalanan migrasi berbahaya menuju area lain yang diyakini masih bisa menopang kehidupan manusia. Dalam perjalanan itu, keluarga Garrity harus menghadapi alam yang kejam, keterbatasan logistik, serta ancaman dari kelompok penyintas lain yang sama-sama berjuang untuk hidup.

Tanpa kepastian akan tujuan akhir, migrasi ini menjadi ujian terbesar mereka, bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga menjaga keluarga tetap utuh di dunia yang sudah kehilangan tatanan lama.

Greenland 2: Migration
2026
3/5
Directed by Ric Roman Waugh
Producer

Gerard Butler

Writer

Chris Sparling, Mitchell LaFortune

Age Rating

R13+

Genre

Disaster

Duration

98 Minutes

Release Date

07/01/2026

Theme

Survival, keluarga, migrasi manusia

Production House

Thunder Road Pictures

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinemapolis

Cast

Gerard Butler, Morena Baccarin, Roman Griffin Davis

Trailer Greenland 2: Migration (2026)

Galeri Greenland 2: Migration (2026)

Share
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More

6 Fakta Santet Janur Ireng, Kutukan Pembantai Keluarga Kuncoro!

08 Jan 2026, 09:00 WIBFilm