(Dok. Sony Pictures/Resident Evil)
Nah, bagian ini yang menarik.
Walaupun Cregger menyajikan cerita baru dengan interpretasi dan visinya sendiri, penggemar game bisa menemukan berbagai easter egg dan homage yang mungkin terlewat oleh penonton awam.
Salah satunya adalah bahasa visualnya.
Ada beberapa adegan yang sengaja terasa seperti sudut pandang third-person atau first-person dalam game.
Kemudian ada pula objek-objek kecil yang familiar bagi pemain, seperti First Aid Spray yang muncul di latar.
Urutan Bryan mendapatkan senjata juga terasa seperti penghormatan kecil terhadap pola progresi game. Ia memulai dengan handgun, kemudian mendapatkan shotgun, sebelum akhirnya memperoleh submachine gun.
Bagi penonton awam, semua itu mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari perlengkapan Bryan.
Namun bagi pemain Resident Evil, detail-detail tersebut bisa terasa seperti: "Oh, Cregger sengaja melakukan itu."
Jadi, apakah kamu harus memainkan game-nya sebelum menonton film? Tidak.
Namun kalau kamu sudah familiar dengan game, ada lapisan tambahan yang bisa dinikmati sepanjang film.
Dan justru di situlah salah satu hal menarik dari Resident Evil (2026): Cregger tidak mencoba membuat film yang hanya bisa dinikmati oleh pemain lama, tetapi tetap menyelipkan cukup banyak detail untuk membuat mereka merasa bahwa film ini memang memahami bahasa Resident Evil sebagai sebuah game.