8 Film Semi Jepang dengan Banyak Adegan Dewasa, Khusus 18+!

- Film semi Jepang ini khusus untukmu yang sudah cukup umur karena banyak berisi adegan vulgar.
- Wet Woman in the Wind (2016) mengisahkan penulis drama yang memutuskan mengasingkan diri ke daerah pedesaan dan tekadnya diuji setelah bertemu dengan Shiori.
- First Love (2019) menceritakan petinju Leo yang menyelamatkan Monica dari anggota yakuza dan terlibat dalam skema penyelundupan narkoba.
Istilah film semi merujuk pada tayangan yang memperlihatkan banyak konten vulgar. Dikombinasikan dengan elemen romansa, drama, bahkan horor, film ini sebenarnya menawarkan premis cerita menarik untuk diikuti.
Film semi Jepang seperti First Love hingga Tokyo Decadence dikenal sarat akan adegan ranjang yang hanya boleh disaksikan oleh penonton berusia legal. Tentu saja, scene panas bukanlah satu-satunya nilai jual karena film-film tersebut pada dasarnya jalan ceritanya menarik. Simak beberapa rekomendasinya di sini!
Table of Content
1. Wet Woman in the Wind (2016)

Pada akhir 2016, film Wet Woman in the Wind tayang untuk pertama kalinya. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Akihiko Shiota serta menggandeng Tasuku Nagaoka bersama Yuki Mamiya sebagai tokoh utamanya.
Plotnya berpusat pada seorang penulis drama bernama Kosuke yang memutuskan mengasingkan diri ke daerah pedesaan dan memutuskan berhenti bermain-main dengan wanita. Namun, tekadnya itu diuji setelah pertemuannya dengan Shiori.
2. First Love (2019)

Mengusung genre criminal thriller, First Love adalah film garapan Takashi Miike yang tayang perdana pada acara Directors’ Fortnight pada Mei 2019 lalu. Film ini mengikuti kisah seorang petinju bernama Leo.
Suatu ketika, Leo bertemu Monica, tuna susila yang bekerja demi melunasi utang ayahnya. Ia dijebak oleh anggota yakuza dan terlibat dalam skema penyelundupan narkoba, lalu Leo pun menyelamatkannya.
3. Kabukicho Love Hotel (2014)

Ada Kabukicho Love Hotel, sebuah film drama tayang 2014 yang dibintangi oleh Shota Sometani dan Atsuko Maeda. Film berdurasi 135 menit ini bercerita tentang seorang manajer love hotel di Distrik Kabukicho, yakni Toru.
Toru menjalin hubungan romantis dengan penyanyi ambisius bernama Saya. Suatu hari, Toru mendapati bahwa Saya akan bermalam di hotel tempatnya bekerja bersama seorang eksekutif musik demi kontrak rekaman.
4. Her Granddaughter (2015)

Sepeninggal sang nenek, Tsugumi Dozono memutuskan meninggalkan kehidupannya di Tokyo agar bisa menetap di rumah neneknya yang berada di pedesaan. Di sana, ia bertemu dengan laki-laki paruh baya bernama Jun.
Kepada Tsugumi, Jun memperkenalkan dirinya sebagai murid sang nenek. Keduanya mulai tinggal bersama di rumah tersebut dan semakin dekat setiap harinya.
5. Yuriko’s Aroma (2010)

Film erotic comedy-drama dari Kota Yoshida, yaitu Yuriko’s Aroma, menerima respons positif karena keterampilan sang sutradara dalam menangani materi film. Alurnya sendiri mengikuti ahli aromaterapi berusia 30-an tahun, yakni Yuriko (Noriko Eguchi).
Yuriko bekerja di salon aroma, di mana tugasnya ialah menciptakan ketenangan mental dan emosional bagi para kliennya menggunakan minyak esensial. Suatu hari, ia mencium aroma keringat seorang siswa 17 tahun dan menjadi candu.
6. Call Boy (2018)

Film semi Jepang berikutnya ialah Call Boy yang diadaptasi dari novel karya Ira Ishida. Film ini pertama kali tayang pada April 2018 lalu, setelah sebelumnya sempat diangkat menjadi pementasan drama pada 2016.
Ryo Morinaka adalah mahasiswa yang bekerja part time di sebuah bar dan menjalani rutinitas monoton setiap harinya. Namun, hidupnya berubah setelah seorang pemilik bar menawarkannya pekerjaan yang menggiurkan.
7. Norwegian Wood (2010)

Film semi lainnya yang dibuat berdasarkan novel Jepang ialah Norwegian Wood. Dibintangi oleh Kenichi Matsuyama, film ini menyoroti hubungan antara Toru Watanabe dengan Naoko.
Toru dan Naoko menjalin ikatan kuat karena trauma masa lalu yang sama-sama pernah mereka alami. Namun, lagi-lagi Toru harus kehilangan orang terkasih, sebelum akhirnya bertemu dengan Midori.
8. It Feels So Good (2019)

Terakhir, ada film tentang cinta segitiga dan pengkhianatan bertajuk It Feels So Good. Ceritanya berfokus pada hubungan terlarang antara Kenji Nagahara dan mantan kekasihnya, Naoko Sato.
Skandal dimulai setelah Kenji menerima undangan pernikahan dari Naoko. Alih-alih menjaga jarak, keduanya justru kembali berhubungan dan kian intim setiap harinya.
Itulah beberapa film semi Jepang yang sarat akan adegan dewasa secara eksplisit. Jangan tonton kalau belum cukup umur, ya!
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ seputar film semi Jepang
| Apa yang dimaksud dengan film semi Jepang? | Film semi Jepang adalah film yang mengandung unsur erotis atau sensual, tetapi bukan pornografi penuh. Biasanya tetap memiliki alur cerita, dialog, dan nilai artistik. |
| Apakah film semi Jepang hanya berisi adegan erotis? | Tidak selalu. Banyak film semi Jepang yang mengangkat tema psikologis, drama, hingga kritik sosial dan budaya. |
| Apakah film semi Jepang cocok untuk semua orang? | Tidak. Film ini khusus untuk penonton dewasa dan mungkin mengandung tema yang sensitif secara budaya atau psikologis. |
| Di mana bisa menonton film semi Jepang secara legal? | Biasanya tersedia melalui platform streaming khusus, rilis DVD/Blu-Ray resmi, atau festival film internasional tertentu. |


















