10 Momen Nostalgia One Piece, Perpisahan Dengan Going Merry!

- Perjalanan Menuju Arlong Park: Momen ikonik solidaritas kru Topi Jerami dalam membela Nami.
- Robin Berteriak “Aku Ingin Hidup!”: Titik balik emosional bagi Robin dan simbol persahabatan kru.
- Mimpi Setiap Anggota Topi Jerami: Simbol kuat awal perjalanan kru bersama menuju mimpi besar.
Setelah tayang hampir tiga dekade, One Piece telah menjadi lebih dari sekadar anime petualangan. Judul ini tumbuh bersama para penggemarnya, menghadirkan cerita tentang mimpi, persahabatan, pengorbanan, dan kehilangan.
Mari kita nostalgia sedikit. Mengenang momen-momen yang terjadi sebelum time-skip dua tahun tapi kok ya masih membekas di hati.
Dari awal perjalanan Luffy hingga momen-momen paling menyayat hati, banyak adegan yang masih membekas kuat hingga kini. Berikut 10 Momen Nostalgia One Piece yang paling ikonik, termasuk perpisahan tak terlupakan dengan Going Merry!
10. Perjalanan Menuju Arlong Park

Momen saat Luffy, Zoro, Sanji, dan Usopp berjalan berdampingan menuju Arlong Park menjadi salah satu adegan paling ikonik di One Piece. Tanpa banyak dialog, langkah mereka sudah cukup menunjukkan tekad untuk membela Nami.
Adegan ini menegaskan arti solidaritas kru Topi Jerami dan menjadi simbol bahwa siapapun yang menyakiti salah satu dari mereka, harus berhadapan dengan seluruh kru. Hingga kini, scene tersebut masih dianggap sebagai awal kuatnya ikatan kru bajak laut topi jerami.
9. Robin Berteriak “Aku Ingin Hidup!”

Di Enies Lobby, Robin akhirnya mengungkapkan perasaannya yang selama ini terpendam dengan teriakan penuh air mata, “Aku ingin hidup!”. Momen ini menjadi titik balik bagi Robin yang sebelumnya selalu ingin menghilang dari dunia.
Adegan tersebut semakin ikonik saat Luffy memerintahkan untuk membakar bendera Pemerintah Dunia, sebagai simbol bahwa Topi Jerami siap melawan siapapun demi menyelamatkan satu teman.
8. Mimpi Setiap Anggota Topi Jerami

Adegan ketika setiap anggota Topi Jerami mengangkat kaki mereka di atas tong sambil meneriakkan mimpi masing-masing menjadi simbol kuat awal perjalanan kru. Momen ini menegaskan bahwa mereka bukan sekadar berkumpul karena kebetulan, melainkan dipersatukan oleh mimpi besar yang ingin mereka wujudkan.
Sejak saat itu, perjalanan Topi Jerami terasa sebagai petualangan bersama menuju mimpi, bukan sekadar pencarian harta karun. Luffy yang bermimpi ingin menjadi raja bajak laut, Zoro menjadi pendekar terkuat di dunia, Sanji menemukan All Blue, Nami menggambar peta seluruh dunia, dan Usopp bermimpi untuk menjadi kesatria paling berani di lautan.
7. Lonceng Emas Shandora Dibunyikan Luffy

Momen ketika Luffy akhirnya membunyikan lonceng emas Shandora di puncak Skypiea menjadi penutup emosional arc ini. Bunyi lonceng tersebut bukan hanya menandakan kemenangan, tetapi juga mengabulkan harapan Montblanc Cricket dan membuktikan bahwa kota emas benar-benar ada.
Adegan ini membuat Skypiea dikenang sebagai salah satu arc paling penuh makna dalam One Piece. Dentang lonceng itu seolah menyatukan masa lalu dan masa kini, sekaligus menjadi simbol bahwa mimpi dan kebenaran pada akhirnya akan terdengar oleh dunia.
6. Nami Meminta Bantuan Luffy

Saat Nami akhirnya menangis dan meminta bantuan Luffy, momen ini menjadi salah satu adegan paling emosional di arc Arlong Park. Tanpa banyak bicara, Luffy langsung meletakkan topi jeraminya di kepala Nami sebagai tanda kepercayaan dan perlindungan.
Adegan ini menegaskan bahwa bagi Luffy, menyelamatkan teman adalah alasan utama ia bertarung, bukan soal musuh atau kekuatan. Bagi banyak penggemar, inilah adegan yang membuat mereka benar-benar jatuh cinta pada One Piece.
5. Zoro Ikrar Janji Kepada Luffy

Setelah mengalami kekalahan telak dari Dracule Mihawk, Zoro mengucapkan ikrar setianya kepada Luffy. Dengan luka terbuka di dada, ia bersumpah tidak akan pernah kalah lagi sampai mengalahkan Mihawk dan menjadi pendekar pedang terkuat di dunia.
Momen ini menegaskan loyalitas Zoro sekaligus memperlihatkan bahwa ambisinya sejalan dengan mimpi Luffy sebagai Raja Bajak Laut. Sejak saat itu, Zoro dikenal sebagai simbol kehormatan dan kesetiaan dalam kru Topi Jerami.
4. Senyum Luffy Saat di Eksekusi

Di Loguetown, Luffy hampir dieksekusi di tempat yang sama dengan Gol D. Roger. Namun alih-alih takut, ia justru tersenyum lebar menghadapi kematian. Senyum tersebut menegaskan kesamaan takdir Luffy dengan Raja Bajak Laut sebelumnya dan menjadi simbol keberanian menghadapi nasib tanpa penyesalan.
Momen ini membuat banyak karakter, termasuk Smoker dan Dragon, menyadari bahwa Luffy bukan bajak laut biasa. Bagi penonton, adegan ini terasa seperti pernyataan awal bahwa Luffy ditakdirkan untuk menapaki jalan legenda.
3. Perpisahan dengan Going Merry

Perpisahan dengan Going Merry menjadi salah satu momen paling menyayat hati dalam One Piece. Kapal pertama Topi Jerami itu diperlakukan bukan sekadar sebagai alat pelayaran, melainkan sebagai anggota kru yang setia menemani sejak awal perjalanan.
Saat Merry “berbicara” untuk terakhir kalinya dan mengucapkan terima kasih, banyak penonton tak kuasa menahan air mata. Adegan ini menegaskan betapa kuatnya ikatan emosional antara kru Topi Jerami dan kapal yang telah membawa mimpi mereka sejauh ini.
2. Kematian Ace Dipelukan Luffy

Kematian Portgas D. Ace di hadapan Luffy menjadi salah satu tragedi terbesar dalam One Piece. Ace mengorbankan dirinya untuk melindungi adiknya, meninggalkan luka mendalam yang menghancurkan mental Luffy.
Momen ini menjadi titik balik besar dalam cerita, memaksa Luffy menyadari kelemahannya dan pentingnya menjadi lebih kuat demi melindungi orang-orang yang ia cintai. Tangisan dan teriakan Luffy di Marineford hingga kini masih dikenang sebagai salah satu adegan paling emosional dalam sejarah anime.
1. Shanks Memberikan Topi Jerami Kepada Luffy

Momen ketika Shanks menyerahkan topi jerami kepada Luffy menjadi awal dari seluruh perjalanan One Piece. Topi tersebut bukan hanya simbol, tetapi juga janji dan kepercayaan bahwa Luffy suatu hari akan menjadi bajak laut hebat.
Sejak saat itu, topi jerami menjadi identitas Luffy sekaligus pengingat akan janji yang harus ia tepati kepada Shanks. Bagi para penggemar, adegan sederhana ini adalah fondasi emosional yang membuat kisah One Piece terus terasa bermakna hingga sekarang.
Itulah 10 momen paling nostalgia di one piece!
Bagaimana Menurutmu?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















