Mengapa Nama Asli Buah Iblis Nika Dihapus dari Sejarah One Piece?

- Buah Iblis Nika adalah simbol kebebasan yang tidak disukai Pemerintahan Dunia
- Pemerintahan Dunia menghapus jejak Joy Boy dan abad kekosongan
- Ketakutan akan buah yang tak bisa dikendalikan, Buah Iblis Nika punya kehendak sendiri
Di dunia One Piece, tidak semua rahasia disembunyikan dengan tembok atau senjata. Beberapa justru dikubur lewat sejarah, nama, dan ingatan kolektif. Salah satu contoh paling ekstrem adalah Buah Iblis yang kini dikenal sebagai Gomu Gomu no Mi, yang ternyata memiliki identitas asli jauh lebih berbahaya bagi Pemerintahan Dunia, Hito Hito no Mi, Model Nika.
Tapi kenapa Pemerintahan Dunia sampai mengubah "sejarah" Hito Hito no Mi, Model Nika?
1. Nika adalah simbol kebebasan yang tak disukai Pemerintahan Dunia

Buah Iblis Nika bukan hanya memberi kekuatan fisik, tetapi mewujudkan sosok “Dewa Matahari” yang melambangkan kebebasan, tawa, dan pembebasan dari penindasan. Dalam konteks dunia One Piece, ide kebebasan adalah ancaman langsung bagi sistem yang dibangun oleh Pemerintahan Dunia, yang bergantung pada kontrol, ketakutan, dan narasi tunggal tentang keadilan.
Dengan membiarkan nama “Nika” tetap hidup, Pemerintahan Dunia secara tidak langsung membiarkan harapan untuk bangkitnya simbol perlawanan itu terus ada. Oleh karena itu, mengganti namanya menjadi Gomu Gomu no Mi adalah langkah strategis, membuat buah tersebut terlihat biasa, bahkan konyol, sehingga tidak ada yang mengaitkannya dengan legenda pembebas dunia.
Lebih dari itu, perubahan nama ini juga berfungsi sebagai manipulasi persepsi. Ketika sebuah kekuatan dianggap remeh, dunia tidak akan waspada saat kekuatan itu tumbuh kembali. Dan itulah kesalahan terbesar yang akhirnya dilakukan Pemerintahan Dunia.
2. Menghapus jejak Joy Boy dan abad kekosongan

Setelah kematian Joy Boy, dunia memasuki era di mana sejarah tidak lagi dicatat apa adanya. Void Century menjadi masa yang “dihilangkan”, dan Buah Iblis Nika adalah bagian penting dari era tersebut. Menyembunyikan buah ini berarti memutus hubungan antara masa lalu yang gagal mereka kuasai dengan masa depan yang bisa mengulang tragedi itu.
Pemerintahan Dunia memahami bahwa selama jejak Joy Boy masih bisa ditelusuri, selama simbol-simbolnya masih ada, maka kemungkinan lahirnya penerus akan selalu terbuka. Buah Iblis Nika bukan sekadar peninggalan, melainkan “kunci” yang dapat menghidupkan kembali semangat dan kehendak Joy Boy di era baru.
Dengan mengubah nama dan sifat buah tersebut, Pemerintahan Dunia menciptakan ilusi bahwa Joy Boy adalah legenda mati tanpa kelanjutan. Padahal kenyataannya, mereka justru hidup dalam ketakutan bahwa sejarah akan terulang dan kali ini, sejarah benar terulang dengan hadirnya Luffy.
3. Ketakutan akan buah yang tak bisa dikendalikan, Buah Iblis Nika punya kehendak sendiri
Tidak seperti senjata atau teknologi, Buah Iblis Nika memiliki satu sifat yang paling ditakuti Pemerintahan Dunia, ia tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. Sejak akhir Void Century, Pemerintahan Dunia terus berusaha mendapatkan buah ini, namun selalu gagal di setiap kesempatan. Ini mengindikasikan bahwa ada “kehendak” tertentu yang melekat pada buah tersebut.
Buah ini tidak hanya memilih penggunanya, tetapi juga baru “terbangun” ketika penggunanya benar-benar selaras dengan nilai kebebasannya. Inilah alasan mengapa, meski mereka mengejarnya selama ratusan tahun, Pemerintahan Dunia tidak pernah benar-benar berhasil menguasainya.
Mengganti nama menjadi Gomu Gomu no Mi adalah bentuk penyangkalan sekaligus upaya terakhir untuk meredam ancaman. Namun pada akhirnya, kegagalan mereka justru membuktikan satu hal, kebebasan mungkin bisa ditunda, tapi tidak pernah bisa dihapus sepenuhnya dari dunia One Piece.
Buah Iblis ini sudah dimakan oleh Luffy, ancaman bagi Pemerintahan Dunia sudah benar-benar muncul, akan seperti apa kelanjutannya menurutmu?


















