Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Himawari gunakan Bijuudama.jpg
Himawari Gunakan Bijuudama di Boruto: TBV Bab 30

Intinya sih...

  • Kepribadian Jinchuriki dipengaruhi oleh Bijuu mereka, termasuk emosi negatif

  • Himawari masih dalam fase latihan dan belum memiliki kontrol penuh terhadap chakra Kurama

  • Ketidakstabilan kekuatan Kurama di tubuh Himawari bisa menjadi ancaman serius bagi desa jika tidak segera diatasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemunculan kekuatan Kurama pada Himawari di Boruto: Two Blue Vortex Bab 30 langsung menunjukan hal menarik. Banyak yang merasa bahwa cara Himawari menggunakan kekuatan Bijuu tersebut terkesan tergesa-gesa, liar, bahkan berbahaya.

Alih-alih terlihat matang seperti Naruto di masa jayanya, Himawari justru tampak seperti “bom berjalan” yang nyaris lepas kendali.

Namun jika dilihat lebih dalam, kondisi ini sebenarnya masuk akal secara naratif. Ada beberapa faktor penting yang menjelaskan kenapa Himawari belum stabil sebagai Jinchuuriki Kurama, dan Bab 30 justru berfungsi sebagai peringatan awal akan konsekuensi besar dari kekuatan tersebut.

1. Kepribadian Jinchuriki akan terpengaruh dengan Bijuu mereka

Kurama kecil berada di belakang Himawari ( Dok. Shueisha / Boruto: TBV )

Dalam dunia Naruto–Boruto, aktivasi kekuatan Bijuu hampir selalu berdampak langsung pada kondisi mental penggunanya. Chakra Bijuu bukan sekadar sumber energi besar, tapi juga membawa emosi mentah seperti amarah, naluri bertahan hidup, dan agresivitas. Hal ini sudah berkali-kali ditunjukkan sejak era Naruto, terutama saat sinkronisasi belum sempurna.

Pada Himawari, efek ini terasa jauh lebih kuat karena kepribadiannya yang sejak awal lembut dan emosional. Ketika Kurama aktif, terjadi benturan antara sifat asli Himawari dan insting destruktif chakra Bijuu. Akibatnya, tindakannya di Bab 30 terlihat impulsif, minim kalkulasi, dan seolah bertindak lebih cepat daripada pikirannya sendiri.

Ini bukan berarti Himawari “lemah”, melainkan belum terbiasa menghadapi kekuatan sebesar Kurama di tubuhnya. Tanpa fondasi mental yang kuat, bahkan niat melindungi bisa berubah menjadi ancaman serius bagi lingkungan sekitar.

2. Wajar, Himawari memang masih di fase latihan

Himawari dan Kurama di Boruto Bab 25

Berbeda dengan Naruto yang bertahun-tahun berjuang menaklukkan dan berdamai dengan Kurama, Himawari baru berada di tahap awal perjalanan tersebut. Ikatan antara Jinchuuriki dan Bijuu tidak bisa matang secara instan, meskipun faktor garis keturunan Uzumaki–Hyuga memberi potensi besar sejak awal.

Di Bab 30, terlihat jelas bahwa Himawari belum memiliki kontrol teknis penuh terhadap aliran chakra Kurama. Ledakan kekuatan yang ia lepaskan terasa mentah, boros, dan nyaris tanpa filter. Ini menandakan bahwa tubuh dan sistem chakranya sendiri belum sepenuhnya siap menjadi wadah Bijuu secara optimal.

Nasib baiknya Kurama di tubuh Himawari itu baik, sehingga proses latihan Himawari bisa lebih cepat.

3. Bisa berisiko jika Himawari tak segera mengendalikan kekuatannya lebih baik

Himawari Gunakan Bijuudama di Boruto: TBV Bab 30

Puncak ketegangan Bab 30 terjadi saat Himawari hampir melepaskan Bijuudama yang berpotensi menghancurkan Konoha. Situasi ini menjadi bukti paling nyata bahwa ketidakstabilan Jinchuuriki bukan sekadar masalah pribadi, tapi ancaman skala desa.

Jika bukan karena keputusan cepat Shikadai Nara yang melempar Mamushi sebagai pengalih target ke udara, kehancuran besar hampir tak terhindarkan. Ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara “pelindung desa” dan “bencana desa” ketika kekuatan Kurama dilepas tanpa kendali penuh.

Momen ini berfungsi sebagai alarm keras bagi Himawari sendiri. Tanpa kontrol, kekuatan Kurama di tubuhnya bisa melukai orang-orang yang justru ingin ia lindungi dan konflik batin inilah yang kemungkinan besar akan menjadi fondasi perkembangan karakternya ke depan.

Nah menurutmu kapan Himawari bisa mengontrol kekuatan Kurama di tubuhnya?

Editorial Team