Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danzo di Naruto
  • Danzo bersekutu dengan Hanzo untuk menjatuhkan Akatsuki pimpinan Yahiko, memicu kematian Yahiko dan perubahan Nagato menjadi Pain.

  • Lewat Root, Danzo menjalankan operasi rahasia: membocorkan identitas Naruto, memanipulasi Kabuto dan Nonō, serta memperburuk konflik hingga tragedi klan Uchiha.

  • Ambisi politik Danzo terlihat saat ia menghambat bantuan melawan Pain, memakai eksperimen Orochimaru, dan memanipulasi Pertemuan Lima Kage demi kekuasaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Danzo Shimura dikenal sebagai salah satu tokoh paling kontroversial di dunia Naruto. Sebagai pemimpin Root dan petinggi Konoha, ia kerap menganggap tindakannya sebagai cara untuk melindungi desa. Namun, di balik alasan tersebut, Danzo ternyata menyimpan banyak agenda pribadi yang justru memperburuk keadaan.

Sejumlah konflik besar dalam cerita Naruto ternyata tidak lepas dari campur tangan Danzo. Ia tidak segan memanipulasi orang lain, mengorbankan nyawa, bahkan membiarkan desanya sendiri berada dalam bahaya demi mencapai tujuan politiknya.

Berikut delapan konspirasi kelam Danzo yang memperlihatkan betapa berbahayanya ambisinya.

1. Bekerja Sama dengan Hanzo untuk Menghancurkan Akatsuki Yahiko

Danzo dan Hanzo. (Dok. Pierrot/Naruto Shippuden)

Salah satu konspirasi terbesar Danzo terjadi ketika Akatsuki yang dipimpin Yahiko masih beroperasi sebagai kelompok yang memperjuangkan perdamaian di Amegakure.

Danzo melihat kelompok tersebut sebagai ancaman terhadap kepentingan politiknya. Ia kemudian bekerja sama dengan Hanzo, pemimpin Amegakure, untuk menyingkirkan Yahiko dan para pengikutnya.

Dalam versi anime Naruto Shippuden, Danzo bahkan mengatur berbagai tipu daya untuk membuat Akatsuki terlihat seperti ancaman. Ia dan anak buah Root menyamar sebagai shinobi Iwagakure, kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk memancing konflik dengan Hanzo.

Danzo juga ikut menyusun skenario penyanderaan Konan. Yahiko akhirnya terpaksa memilih antara menyelamatkan Konan atau membiarkan Nagato membunuhnya. Yahiko memilih mengorbankan dirinya sendiri dengan menusukkan tubuhnya ke kunai yang dipegang Nagato.

Kematian Yahiko menjadi titik balik yang mengubah Nagato. Ia kemudian menggunakan kekuatan Gedo Mazo dan mengambil identitas Pain, pemimpin Akatsuki yang baru. Secara teknis Danzo ikut bertanggung jawab atas lahirnya Akatsuki versi jahat.

2. Membocorkan Identitas Naruto sebagai Jinchuriki Kyubi

Naruto kecil yang kesepian (Dok. Studio Pierrot/Naruto)

Danzo juga memiliki andil dalam penderitaan Naruto sejak masih kecil. Ia membocorkan informasi bahwa Naruto merupakan jinchuriki Kyubi kepada penduduk Konoha.

Informasi tersebut membuat Naruto menjadi sasaran kebencian masyarakat. Banyak penduduk yang memandangnya sebagai monster, meskipun Naruto sama sekali tidak bersalah atas serangan Kyubi yang menghancurkan desa.

Tindakan Danzo ini berkaitan dengan pandangannya mengenai bagaimana masyarakat harus melampiaskan kemarahan setelah tragedi besar. Alih-alih membiarkan identitas Naruto dirahasiakan, ia justru membiarkan anak tersebut menjadi sasaran kebencian.

Peristiwa ini dijelaskan di novel Itachi Shinden, sehingga perlu dibedakan dari pengungkapan yang secara langsung diperlihatkan dalam manga utama.

3. Mendirikan Anbu Root sebagai Organisasi Rahasia di Dalam Konoha

Danzo Shimura dan Sai (Dok. Pierrot/Naruto Shippuden)

Danzo membentuk Root sebagai organisasi rahasia yang berada di bawah kendalinya sendiri. Secara struktur, kelompok ini merupakan bagian dari Anbu, tetapi Root beroperasi dengan cara yang jauh lebih tertutup dan tidak sepenuhnya tunduk kepada Hokage.

Anggota Root dilatih untuk menekan emosi dan mengutamakan misi di atas kepentingan pribadi. Mereka bahkan diberikan segel kutukan pada lidah agar tidak bisa membocorkan rahasia organisasi.

Keberadaan Root memungkinkan Danzo menjalankan operasi gelap tanpa harus selalu mendapatkan persetujuan Hokage. Ia juga memiliki jaringan anak buah yang bisa digunakan untuk menjalankan berbagai agenda politiknya.

Meskipun organisasi tersebut secara resmi dibubarkan setelah Danzo meninggal, pengaruh dan jaringan yang pernah dibangunnya menunjukkan betapa besar kekuasaan yang berhasil ia kumpulkan di balik pemerintahan Konoha.

4. Memanipulasi Kabuto dan Nonō hingga Saling Membunuh

Kabuto dan Nono (dok. Pierrot/Naruto Shippuden)

Salah satu tindakan Danzo yang paling kejam adalah memanipulasi hubungan antara Yakushi Nonō dan Kabuto Yakushi. Nonō merupakan pengurus panti asuhan yang merawat Kabuto sejak kecil. Namun, Danzo membutuhkan kemampuan Nonō sebagai mata-mata dan memaksanya kembali menjalankan misi intelijen.

Di sisi lain, Danzo merekrut Kabuto untuk menjadi mata-mata Root. Ia kemudian mengatur sebuah skenario yang membuat Nonō dan Kabuto tidak lagi saling mengenali.

Ketika keduanya bertemu dalam sebuah misi di Iwagakure, Nonō menyerang Kabuto karena mengira pria tersebut adalah musuh. Kabuto akhirnya membunuh Nonō tanpa mengetahui bahwa ia sebenarnya sedang melawan sosok yang pernah merawatnya.

Kejadian ini menghancurkan kehidupan Kabuto dan menjadi salah satu alasan dirinya semakin terjerumus ke dalam dunia eksperimen serta manipulasi.

5. Memperburuk Konflik Klan Uchiha dan Merebut Mata Shisui

Danzo vs Shisui (dok. Pierrot/ Naruto: Shippuden)

Danzo juga menjadi salah satu pihak yang memperburuk hubungan antara klan Uchiha dan pemerintah Konoha.

Ketika Shisui Uchiha berusaha menghentikan rencana kudeta klannya menggunakan Kotoamatsukami, Danzo justru merebut mata kanan Shisui. Ia menganggap kemampuan tersebut terlalu berharga untuk dibiarkan berada di tangan orang lain.

Shisui kemudian menyerahkan mata kirinya kepada Itachi sebelum mengakhiri hidupnya. Kematian Shisui membuat situasi semakin sulit dikendalikan dan mempersempit pilihan Itachi.

Danzo juga memberikan tekanan kepada Itachi agar menyelesaikan konflik Uchiha melalui pembantaian klannya sendiri. Ia menganggap tindakan tersebut sebagai jalan untuk mencegah perang saudara, meskipun konsekuensinya sangat mengerikan bagi keluarga Uchiha.

6. Membiarkan Konoha Dihancurkan oleh Pain demi Menjadi Hokage

duniaku.idntimes/Danzo Shimura

Ketika Pain menyerang Konoha, Danzo kembali memperlihatkan bahwa ambisi politiknya jauh lebih penting daripada keselamatan desa. Ia membunuh katak pembawa pesan dari Myoboku yang seharusnya membantu memanggil Naruto kembali ke Konoha. Dengan begitu, Naruto tidak bisa segera menerima informasi mengenai serangan tersebut dan membantu desa.

Danzo juga memerintahkan anggota Root untuk tidak ikut membantu menghadapi serangan Pain. Ia berharap kegagalan Tsunade dalam melindungi Konoha akan membuat posisi Hokage menjadi kosong dan membuka jalan baginya untuk mengambil alih kepemimpinan.

Di tengah kehancuran desa, Danzo justru berusaha mempertahankan Naruto sebagai aset penting Konoha. Baginya, jinchuriki Kyubi terlalu berharga untuk dipertaruhkan dalam pertempuran tersebut.

Sikap ini memperlihatkan betapa berbeda cara Danzo memandang Naruto dibandingkan penduduk Konoha lainnya. Ia tidak melihat Naruto sebagai anak yang harus dilindungi, melainkan sebagai senjata yang harus dipertahankan.

7. Bekerja Sama dengan Orochimaru untuk Mengembangkan Kekuatan Terlarang

Danzo Shimura. x.com/TheNextHokage

Danzo juga memiliki hubungan rahasia dengan Orochimaru dahulu. Keduanya memiliki kepentingan yang saling berkaitan dalam berbagai eksperimen terlarang. Orochimaru melakukan penelitian terhadap sel Hashirama Senju, sementara Danzo kemudian memanfaatkan hasil eksperimen tersebut untuk memperkuat tubuhnya.

Lengan kanan Danzo ditanamkan dengan sel Hashirama dan sejumlah Sharingan hasil pencurian dari klan Uchiha. Kombinasi tersebut memberinya kemampuan menggunakan Izanagi berulang kali dalam batas tertentu, sehingga ia dapat mengubah kenyataan dan menghindari kematian untuk sementara.

Kekuatan tersebut menjadi salah satu modal Danzo ketika menghadapi Sasuke.

8. Memanipulasi Pertemuan Lima Kage demi Menjadi Pemimpin Aliansi Shinobi

Danzo di Pertemuan 5 Kage Naruto

Ambisi Danzo untuk menjadi Hokage tidak berhenti setelah kematian Tsunade. Ketika pertemuan Lima Kage diselenggarakan untuk membahas ancaman Akatsuki, Danzo berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengaruhnya.

Ia menggunakan mata Shisui yang memiliki kemampuan Kotoamatsukami untuk memanipulasi Mifune, pemimpin samurai yang bertindak sebagai moderator pertemuan. Dengan pengaruh tersebut, Mifune mengusulkan Danzo sebagai pemimpin Aliansi Shinobi.

Namun, rencana tersebut akhirnya terbongkar setelah Ao dari Kirigakure menyadari adanya chakra Shisui di tubuh Danzo. Manipulasi yang dilakukannya pun gagal, dan Danzo terpaksa melarikan diri dari pertemuan tersebut.

Kejadian ini menjadi bukti bahwa Danzo tidak hanya ingin menguasai Konoha. Ia juga berambisi memperoleh posisi tertinggi dalam aliansi para shinobi, bahkan dengan cara memanipulasi pemimpin negara lain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article