Omi dari Cyberpunk: Edgerunners 2. (Dok. Netflix, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners 2)
Omi punya desain yang cukup mudah diingat, meskipun ia bukan salah satu karakter utama yang paling banyak disorot dalam materi promosi.
Gaya rambut wolf cut berwarna hijau tua, penampilan tomboy, dan Gorilla Arms membuatnya punya siluet serta kepribadian visual yang menonjol.
Namun, daya tariknya bukan cuma soal desain.
Dari sudut pandang penggemar anime, Omi juga memiliki kombinasi karakter yang familier dan menarik: sosok teman masa kecil yang tomboy, ditambah kesan oneesan yang protektif terhadap orang yang dikenalnya sejak lama.
Kedekatannya dengan D pun memberikan lapisan emosional tambahan. Omi mengenal D sebelum dendam menguasai dirinya, sehingga ia bukan sekadar penyintas lain dari tragedi yang sama. Ia juga merupakan pengingat akan sosok D yang mungkin sudah sulit dikenali sekarang.
Faktor lain yang ikut mendukung daya tariknya adalah pengisi suaranya, Analesa Fisher, yang memberikan karakter ini identitas tersendiri.
Semua itu membuat Omi berhasil mencuri perhatian penonton meskipun dibandingkan dengan banyak karakter lain di Cyberpunk: Edgerunners 2, ia terasa relatif membumi.
Ia tidak harus menjadi legenda Night City, memiliki ambisi sebesar D, atau tampil sebagai petarung paling mengerikan untuk meninggalkan kesan.
Terkadang, karakter yang paling menarik justru adalah seseorang yang sudah mengalami tragedi besar, tetapi masih berusaha menjalani hidupnya sendiri.
Dan di Night City, pilihan sederhana seperti itu pun bisa terasa luar biasa.