Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Arc Manga Dragon Ball Terbaik untuk Diadaptasi Setelah Beerus
poster Dragon Ball Super: Beerus (Dok. Toei/Dragon Ball Super: Beerus)
  • Moro Saga menghadirkan penyihir kuno yang menyerap energi planet, memaksa Goku dan Vegeta bekerja sama dengan Galactic Patrol.

  • Granolah the Survivor Saga mengangkat dendam penyintas Cerealian terhadap Saiyan.

  • Super Hero Saga menyoroti Gohan dan Piccolo melawan kebangkitan Red Ribbon Army, Gamma 1, Gamma 2, serta Cell Max.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arc manga Dragon Ball terbaik untuk diadaptasi setelah Beerus adalah Moro Saga, Granolah the Survivor Saga, Super Hero Saga, dan High School Saga. Namun, petualangan Goku dan kawan-kawan masih menyimpan sejumlah kisah manga yang menarik untuk diadaptasi ke anime televisi.

Ada empat arc yang layak masuk daftar tontonan berikutnya, mulai dari pertarungan melawan penyihir kuno hingga petualangan Goten dan Trunks sebagai pahlawan bertopeng. Biar kamu gak ketinggalan kisah seru Goku dan kawan-kawan selanjutnya, yuk, simak empat arc manga Dragon Ball terbaik yang menarik untuk diadaptasi ke anime!

1. Moro Saga

Ultra Instinct Moro (dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Arc pertama yang paling menarik untuk diadaptasi adalah Moro Saga atau Galactic Patrol Prisoner Saga. Kisah ini memperkenalkan Moro, penyihir kuno yang mampu menyerap energi kehidupan dari planet untuk memulihkan kekuatannya.

Berbeda dari musuh yang biasanya mengandalkan kekuatan fisik, Moro memiliki kemampuan sihir yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi Goku dan Vegeta. Arc ini dimulai ketika Moro melarikan diri dari penjara yang dijaga Galactic Patrol.

Ia kemudian berusaha memulihkan kekuatannya dengan mengincar energi kehidupan dari berbagai planet. Ancaman ini membuat Goku dan Vegeta bekerja sama dengan Galactic Patrol untuk menghentikan rencananya.

Salah satu daya tarik utama arc ini adalah perkembangan kemampuan kedua Saiyan tersebut. Goku berusaha menyempurnakan penguasaan Ultra Instinct, sedangkan Vegeta menjalani latihan di Planet Yardrat untuk mempelajari teknik baru yang dapat membantunya menghadapi Moro.

Perpaduan pertarungan sengit, perkembangan kekuatan Goku dan Vegeta, serta kehadiran musuh dengan kemampuan sihir membuat arc ini menarik untuk diadaptasi. Kabar baiknya, anime Dragon Ball Super: The Galactic Patrol yang mengadaptasi Moro Saga sudah memasuki tahap produksi, lho.

2. Granolah the Survivor Saga

Berikutnya, ada Granolah the Survivor Saga yang menghadirkan konflik besar dengan latar belakang masa lalu bangsa Saiyan. Arc ini memperkenalkan Granolah, penyintas terakhir bangsa Cerealian yang menyimpan dendam terhadap bangsa Saiyan karena kehancuran yang menimpa kaumnya.

Demi mendapatkan kekuatan untuk membalas dendam, Granolah menggunakan Dragon Balls untuk menjadi petarung terkuat di alam semesta. Keputusan tersebut membawanya ke dalam konflik dengan Goku dan Vegeta, yang juga memiliki hubungan dengan sejarah kelam bangsa Saiyan.

Selain itu, Granolah the Survivor Saga juga memperkenalkan perkembangan kekuatan yang menarik. Vegeta membangkitkan Ultra Ego, transformasi yang memiliki pendekatan berbeda dari Ultra Instinct milik Goku.

Di chapter 87, Frieza memperlihatkan wujud Black Frieza setelah menjalani latihan di ruang waktu. Dalam pertarungan tersebut, Frieza mampu mengalahkan Goku dan Vegeta dengan mudah.

3. Super Hero Saga

Dragon Ball Super: Super Hero (dok. Toei Company/Dragon Ball Super: Super Hero)

Kalau dua arc sebelumnya menonjolkan konflik besar dan sejarah bangsa Saiyan, kali ini ada Super Hero Saga yang menyoroti perkembangan kekuatan Gohan dan Piccolo. Arc ini berfokus pada kebangkitan kembali Red Ribbon Army yang berusaha menguasai dunia melalui teknologi dan kekuatan android.

Organisasi tersebut menghadirkan Gamma 1 dan Gamma 2, dua android yang menganggap diri mereka sebagai pahlawan. Namun, ancaman yang lebih besar muncul ketika Red Ribbon Army mengaktifkan Cell Max.

Gohan dan Piccolo pun mengambil peran penting untuk menghentikan kehancuran yang ditimbulkan oleh android tersebut. Salah satu daya tarik arc ini adalah kemunculan transformasi baru dari kedua karakter.

Piccolo mencapai wujud Orange Piccolo, sedangkan Gohan membangkitkan kekuatan Gohan Beast dalam pertarungan melawan Cell Max. Jika diadaptasi ke anime, pertarungan tersebut bakal memberikan kesempatan bagi penggemar untuk melihat perkembangan kekuatan Gohan dan membandingkannya dengan Goku. Menarik, bukan?

4. High School Saga

Terakhir, ada High School Saga yang menghadirkan cerita lebih ringan dengan menyoroti kehidupan Goten dan Trunks saat beranjak remaja. Berbeda dari arc sebelumnya, arc ini memperlihatkan keseharian mereka di sekolah sekaligus petualangan rahasia sebagai pahlawan bertopeng.

Arc ini berpusat pada Trunks yang bersekolah di Kota Satan dan mulai tertarik pada Mai, seorang gadis yang lebih tua darinya. Bersama Goten, ia kemudian menjalani kehidupan ganda sebagai pahlawan super bernama Saiyaman X-1 dan Saiyaman X-2.

Keseruan arc ini muncul karena membawa genre komedi, superhero, dan kehidupan remaja karakternya.High School Saga juga menarik karena memberikan kesempatan bagi Goten dan Trunks untuk berkembang sebagai karakter.

Itulah arc manga Dragon Ball terbaik untuk diadaptasi setelah Beerus. Dari keempat arc manga Dragon Ball terbaik di atas, mana arc yang paling ingin kamu tonton?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Curated For You

Editorial Team

Related Article