Toei Animation/Saint Seiya
Rasanya sulit membahas anime yang terinspirasi dari mitologi Yunani tanpa menyebut Saint Seiya.
Anime legendaris karya Masami Kurumada ini pertama kali tayang pada 1986 dan memperkenalkan sekelompok kesatria bernama Saints yang bertugas melindungi Athena, dewi kebijaksanaan dan perang dalam mitologi Yunani.
Tokoh utamanya, Seiya, merupakan seorang Bronze Saint yang mendapatkan Pegasus Cloth setelah menjalani pelatihan di Yunani.
Bersama Shiryu, Hyoga, Shun, dan Ikki, Seiya menghadapi berbagai musuh yang mengancam Athena serta keselamatan umat manusia.
Nah, pengaruh mitologi Yunani dalam Saint Seiya sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar keberadaan Athena.
Misalnya, para Saints menggunakan pelindung tubuh bernama Cloth yang berkaitan dengan berbagai rasi bintang.
Pegasus dan Andromeda sendiri merupakan nama yang memiliki hubungan erat dengan legenda Yunani.
Dalam alur Poseidon, para kesatria harus menghadapi dewa penguasa lautan yang berusaha menguasai dunia.
Sementara itu, Hades Arc membawa para Saints ke dunia kematian yang mengadaptasi berbagai konsep mitologi Yunani, termasuk Sungai Styx, dunia bawah, dan Elysium.
Bahkan, konflik antara Athena dan Hades digambarkan sebagai perang suci yang telah berlangsung sejak zaman mitologi.
Namun, Saint Seiya juga mengembangkan berbagai aturan dunianya sendiri, seperti energi Cosmo, tingkatan Bronze hingga Gold Saints, dan kekuatan yang mampu melampaui batas manusia biasa.
Inilah yang membedakan Saint Seiya dari anime lainnya. Mitologi Yunani bukan sekadar pelengkap cerita, melainkan fondasi bagi sistem kekuatan, hubungan antarkarakter, dan konflik besar sepanjang serialnya.
Gak heran kalau sampai sekarang Saint Seiya masih menjadi salah satu contoh paling ikonik ketika membicarakan perpaduan mitologi Yunani dan anime shonen.