Magna meraung keras atas kemenangannya (Dok. Pierrot/Black Clover S2)
Alasan terakhir adalah posisi Magna sebagai representasi orang biasa yang berusaha merangkak naik dalam hierarki sosial dunia sihir.
Tanpa latar belakang keluarga istimewa, kekuatan luar biasa, ataupun anomali yang menjadi bakat bawaan sejak lahir, Magna membuktikan bahwa seseorang tetap bisa berkembang menjadi sosok luar biasa melalui kerja keras, determinasi, sikap pantang menyerah, dan kemauan untuk terus belajar.
Ia tidak dilahirkan dengan keunggulan yang membuatnya bisa melampaui orang lain begitu saja. Sebaliknya, Magna harus menciptakan keistimewaannya sendiri dengan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki.
Menariknya, pembuktian tersebut justru diperlihatkan secara langsung di hadapan Dante Zogratis, sosok yang bisa dianggap sebagai representasi puncak kekuatan seorang penyihir berkat kontraknya dengan iblis Lucifero.
Melalui Soul Chain Deathmatch, Magna berhasil meruntuhkan kesenjangan kekuatan yang selama ini membuatnya tertinggal. Ia membuktikan bahwa orang biasa sekalipun bisa menjatuhkan sosok yang dianggap berada di puncak hierarki kekuatan dunia sihir.
Pada akhirnya, kemenangan Magna atas Dante bukan sekadar pencapaian dalam sebuah pertarungan, melainkan simbol bahwa keistimewaan tidak selalu harus diwariskan sejak lahir. Terkadang, seseorang justru harus menciptakan keistimewaannya sendiri melalui perjuangan panjang.
Itulah pembahasan alasan kenapa Magna lebih cocok jadi protagonis utama Black Clover daripada Asta.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku