Menekraf sahkan Jakarta Vision for Creative Economy di World Conference on Creative Economy ke-5! Apa isu yang dibawakan oleh visi ini? Temukan di sini!
Menekraf Sahkan Jakarta Vision for Creative Economy di WCCE ke-5!
Take a Deeper Read
1. Dibawa ke New York!
"Alhamdulillah kita telah mencapai kesepakatan atas sebuah dokumen bersama yang diberi nama Jakarta Vision for Creative Economy. Dokumen ini selanjutnya akan dibawa ke New York untuk disampaikan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa tentunya dengan dukungan Kemlu dan diperjuangkan untuk menjadi resolusi PBB," buka Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya dalam sesi doorstop pasca sesi Ministrial Meeting World Conference on Creative Economy. "Saya merasa bersyukur pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil menghasilkan sebuah dokumen yang akan disumbangkan untuk perkembangan pembangunan ekonomi kreatif global."
Selama dua jam sesi tersebut, Menekraf memimpin sidang Ministerial Meeting di mana semua masukan intervensi dari para menteri dan Head of Delegation dari berbagai negara telah diberikan untuk merespon visi dari Jakarta Vision, dan telah dicapai kesepakatan secara bersama-sama bahwa Jakarta Vision on Creative Economy disetujui dan akan dibawa sebagai landasan untuk UN Resolution pada sidang agenda PBB yang akan datang.
2. Tentang Ministerial Meeting di WCCE!
Ministerial Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober pukul 14.00 WIB di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski Jakarta tersebut merupakan kelanjutan rangkaian Friends of Creative Economy yang telah berlangsung sehari sebelumnya di ruang konferensi tersebut. Pertemuan tingkat menteri ini dihadiri oleh 38 Head of Delegation termasuk Australia, Malaysia, Singapura, Ukraine, Russia, dan banyak negara lagi yang berkomitmen terhadap pertumbuhan pembangunan ekosistem ekonomi kreatif di dunia.
WCCE sendiri merupakan forum internasional yang diinisiasi Indonesia pada 2018 di Bali, dan kemudian berlanjut di Dubai pada 2020, Bali pada 2022, dan Tashkent, Uzbekistan, pada 2024 hingga kembali ke Indonesia di Jakarta untuk penyelenggaran kelima kalinya acara ini pada 2026. Melalui serangkaian Plenary Session yang berlangsung sepanjang 09.00-18.00 WIB di Grand Ballroom dan juga sesi Ministerial Meeting yang berlangsung sepanjang 14.00 - 16.00 WIB di Bali Room Kempinski, acara ini mempertemukan berbagai pelaku ekonomi kreatif di seluruh dunia serta membicarakan visi pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya di Indonesia.
3. Berlandaskan empat klaster isu strategis!
Acara inipun masih berlangsung hingga 23 Oktober, di mana beragam sesi diskusi panel yang menghadirkan berbagai tokoh dari pemerintah bahkan tokoh populer hingga dari industri produk kreatif seperti film dan musik akan mewarnai ragam ilmu pengetahuan dan pemahaman akan industri ekonomi kreatif yang bisa dituai melalui pertemuan ini. Tengku Riefky Harsya juga membuka hari kedua acara tersebut kata pengantar yang menjabarkan perjalanan panjang WCCE yang kini kembali ke Indonesia dengan diselenggarakannya acara tersebut di Jakarta.
Penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy berlandaskan empat klaster isu strategis yaitu pertama teknologi AI dan digital transformation, kedua sustainable development, circular economy, dan regenerative design, ketiga intellectual property, creative rights, dan fair economy, dan keempat inclusivity, social empowerment dan creative ecosystem.
Apa pendapatmu terhadap Ministerial Meeting di acara World Conference on Creative Economy ke-5? Sampaikan di kolom komentar!
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Kemenekraf dan APIBGI Gelar Workshop dan Playtesting di Jakarta Utara!09 Oct 2026, 22:00 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Bahas Efek Kolaborasi Semesta AI Sama Wamen Ekraf dan CEO Lintasarta!25 Jul 2025, 13:00 WIB