Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Ulasan Demo Game, Onimusha - Way of the Sword, Sensasi Jadi Musashi!
(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)
  • Capcom merilis demo gratis Onimusha: Way of the Sword di PS5, Xbox Series X|S, dan PC, menjelang perilisan global pada 25 September 2026.
  • Demo berdurasi sekitar 40 menit ini menonjolkan sistem combat baru seperti Break Issen, parry agresif, dan Reflect Dodge yang menuntut timing presisi.
  • Pertarungan melawan Ganryu Sasaki menjadi ujian akhir yang menggabungkan seluruh mekanik utama, memperlihatkan potensi penuh Musashi sebagai pendekar pedang sejati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Capcom sudah mengumumkan bahwa Onimusha: Way of the Sword akan dirilis secara global pada 25 September 2026.

Namun kalau kamu penasaran ingin mencoba aksi Miyamoto Musashi melawan para iblis Genma, kamu sebenarnya sudah bisa memainkan demonya sekarang juga secara gratis di PS5, Xbox Series X|S, maupun PC via Steam dan Epic Games Store.

Nah, saya akhirnya sudah menyelesaikan demonya.

Oh ya, sebagai catatan: demo ini memberi opsi tingkat kesulitan Story (lebih mudah) serta Action (fokus ke combat jadi lebih sulit). Ulasan ini dibuatt dengan pertimbangan mode Action karena itu yang saya mainkan.

Gimana impresi saya? Mari kita bahas!

1. Bisa diselesaikan kurang dari satu jam

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Menurut save file setelah demo clear, saya menyelesaikan demo ini dalam sekitar 43 menit.

Tentu saja durasi tiap pemain bisa berbeda-beda. Pemain yang ingin lebih lama berlatih parry atau Reflect Dodge (teknik menghindar tepat sebelum serangan mengenai karakter) mungkin akan menghabiskan waktu lebih lama.

Belum lagi jika mengalami kesulitan menghadapi Sasaki Ganryu, sosok yang terasa seperti final boss dari demo ini.

Meski singkat, demonya terasa cukup efektif memperlihatkan seperti apa arah combat Onimusha terbaru ini.

2. Mekanik penting: Break Issen

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Musuh di Onimusha: Way of the Sword memiliki dua bar utama: health berwarna kuning dan stamina berwarna merah.

Saat stamina musuh habis, Musashi bisa melancarkan serangan brutal yang langsung menghabisi lawan lemah.

Yang menarik, mekanik ini juga berlaku untuk boss.

Memang, menguras stamina boss jelas jauh lebih sulit dibanding musuh biasa. Namun ketika berhasil melakukannya, satu serangan telak bisa langsung mengakhiri pertarungan bahkan ketika HP boss masih tersisa cukup banyak.

Ini membuat duel terasa lebih menegangkan karena kemenangan tidak selalu ditentukan lewat mengurangi HP perlahan-lahan.

Oh yeah... mekanik ini juga berlaku untuk Musashi. Jadi hati-hati ketika efek merah mulai terlihat di tubuh Musashi.

3. Parry di game ini terasa agresif

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Salah satu hal paling menarik dari demo ini adalah sistem parry milik Musashi terasa sangat agresif.

Parry di sini bukan sekadar alat bertahan sambil menunggu kesempatan menyerang balik. Ketika berhasil melakukan parry, Musashi bahkan bisa mendorong musuh hingga menabrak musuh lain dan membuat keduanya kehilangan keseimbangan sekaligus.

Menghadapi serangan jarak jauh pun terasa memuaskan. Anak panah dan proyektil bisa dipantulkan kembali ke arah musuh.

Karena itu, menguasai timing parry terasa sangat rewarding.

Bahkan jika kamu sukses melakukan parry berkali-kali, Musashi akan memperoleh buff sementara yang membuatnya semakin mematikan saat menghadapi para Genma.

Dari demo ini terasa jelas kalau Onimusha: Way of the Sword adalah jenis game yang akan sangat menghargai pemain yang mampu menguasai timing dan ritme pertarungan.

4. Reflect Dodge juga sama pentingnya

Meski parry terasa sangat kuat, game ini bukan Sekiro yang membuat deflect terasa seperti solusi utama untuk segalanya.

Musashi tetap memiliki gerakan dodge yang lincah, dan jika kamu berhasil menghindar tepat sebelum serangan mengenai karakter, maka Reflect Dodge akan aktif dan membuka kesempatan counter attack.

Perfect dodge juga akan mengisi Reflex Gauge. Saat gauge tersebut penuh, Musashi bisa mengeluarkan Reflex Combos yang menghasilkan damage besar.

Selain itu, beberapa musuh juga memiliki serangan grab unblockable yang ditandai cahaya biru sebelum menyerang. Untuk situasi seperti itu, dodge menjadi pilihan terbaik.

Jadi pemain benar-benar didorong untuk memahami kapan harus menahan serangan, kapan harus menghindar, dan kapan harus menyerang balik.

5. Sasaki Ganryu terasa seperti ujian akhir demo

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Secara keseluruhan, demo ini terasa seperti sesi pelatihan untuk memahami combat Onimusha: Way of the Sword.

Di awal, para Genma memiliki pola serangan yang cukup mudah dibaca sehingga cocok digunakan untuk melatih parry maupun dodge.

Setelah itu mulai muncul musuh yang lebih berbahaya untuk menguji pemahaman pemain terhadap sistem combat.

Dan di akhir semua itu hadir Sasaki Ganryu sebagai ujian penutup.

Ganryu memiliki kombinasi serangan yang memaksa pemain memahami seluruh mekanik yang diajarkan demo. Ada serangan yang lebih aman dihadapi dengan parry, ada pula yang lebih baik dihindari menggunakan dodge.

Ketika HP-nya mulai menipis, Ganryu bahkan mulai menggunakan serangan unblockable yang jauh lebih berbahaya.

Saya rasa pertarungan ini tetap bisa dimenangkan secara hati-hati dan perlahan.

Namun ketika saya mulai berhasil memadukan Reflect Dodge, parry, dan serangan agresif hingga stamina Ganryu habis, duel langsung berubah drastis. Saya bahkan bisa mengakhiri pertarungan meski HP Ganryu sebenarnya masih tersisa cukup banyak.

6. Combat-nya benar-benar membuat Musashi terasa seperti master pedang

Sasaki Ganryu. (Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Hal yang paling saya sukai dari demo ini adalah bagaimana sistem combat-nya berhasil membuat Musashi terasa seperti pendekar pedang sejati.

Dia bukan sekadar karakter action game biasa.

Musashi bisa membelah Genma dengan brutal, melakukan parry dari berbagai arah, memantulkan proyektil ke musuh, hingga menggunakan tubuh satu Genma untuk mengacaukan musuh lain.

Semua itu membuat pertarungan terasa stylish sekaligus teknikal.

Duel melawan Ganryu juga benar-benar terasa memikat. Ini tipe pertarungan yang mungkin awalnya terasa sulit, namun semakin dimainkan justru semakin membuat pemain ingin mengulanginya lagi demi menguasai mekaniknya dengan lebih baik.

7. Demo yang sukses bikin penasaran

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Pada akhirnya, saya rasa demo Onimusha: Way of the Sword berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Demo ini sukses memperlihatkan identitas combat game-nya, memberikan duel penutup yang memorable melawan Sasaki Ganryu, sekaligus membuat saya semakin penasaran dengan versi penuhnya.

Dan ya, kalau kamu penasaran juga, demonya saat ini sudah bisa diunduh secara gratis.

Editorial Team

Related Article