Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Review Game Dead as Disco, Perpaduan Seru Beat 'Em Ups dan Rhytm Games

Review Game Dead as Disco, Perpaduan Seru Beat 'Em Ups dan Rhytm Games
Dok. Duniaku (Dead As Disco)
Intinya Sih
  • Dead as Disco menghadirkan perpaduan unik antara rhythm dan beat ’em up, mengikuti kisah Charlie Disco yang bangkit dari kematian untuk merebut kembali kejayaan bandnya.
  • Pertarungan bos dirancang megah dengan visual sinematik dan genre musik berbeda di tiap arena, menuntut pemain menyerang sesuai tempo demi memicu serangan spesial spektakuler.
  • Pemain dapat meningkatkan kemampuan melalui bar The Encore serta mengunggah lagu sendiri lewat mode Free Play, menjadikan pengalaman bermain lebih personal dan kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dead as Disco dari Brain Jar Games membuktikan bahwa musik bukan sekadar susunan nada yang tepat, melainkan sebuah ekspresi gaya dan serangan. Meski baru hadir dalam status Early Access, game ini sudah memiliki semua syarat untuk menjadi "puncak tangga lagu" di genre rhythm beat ’em up. Bayangkan jika Hi-Fi Rush bertemu dengan estetika Devil May Cry dan mekanik fighting game favorit kamu, itulah Dead as Disco.

1. Bangkit dari Kubur Demi Satu Konser Terakhir

20260508150111_1 (Small).jpg
Dok. Duniaku (Dead As Disco)

Perjalanan Charlie bukan sekadar reuni biasa, melainkan sebuah konfrontasi pedih dengan mantan rekan bandnya yang telah menjual jiwa mereka demi ketenaran instan sebagai mega-idola di bawah naungan organisasi bernama Harmony. Meskipun narasinya masih terus berkembang dalam tahap Early Access, misteri tentang siapa sebenarnya yang menghabisi nyawa Charlie menjadi bumbu yang sangat menarik di setiap babak.

Mekanik pertarungannya benar-benar memanjakan insting ritmik pemain, di mana setiap pukulan, hindaran, dan tangkisan harus dilakukan selaras dengan tempo musik. Semakin tepat kamu mengikuti ketukan, semakin mematikan gaya bertarung "Beat Kune Do" milik Charlie, yang puncaknya mampu memicu Fever Meter untuk menghujani musuh dengan rangkaian serangan spesial yang sangat sinematik.

2. Panggung Megah dan Pertarungan Ikonik

20260508144931_1 (Small).jpg
Dok. Duniaku (Dead As Disco)

Daya tarik utama yang membuat game ini terasa begitu istimewa adalah desain pertarungan bosnya yang ambisius dan penuh warna. Setiap mantan anggota band yang dihadapi Charlie memiliki genre musik dan arena pertarungan yang unik, mulai dari Hemlock yang membawa nuansa punk-rock dengan lagu Maniac, hingga Prophet yang menghadirkan transisi visual luar biasa dari jalanan kumuh menuju stadion megah diiringi dentum hip-hop.

Setiap transisi antar tahap dalam pertarungan ini dieksekusi dengan sangat rapi layaknya sebuah film aksi kelas atas, memberikan kepuasan visual yang jarang ditemukan pada game independen sejenis. Pemain akan merasa seperti sedang menjadi bintang utama dalam sebuah video klip musik yang penuh dengan kekerasan estetik dan penuh energi.

Para bos-bos ini bertarung dengan menggunakan ritme dengan timing yang terlihat di setiap tombol serangan. Bila kamu bisa menekan tombol di waktu yang tepat, kamu akan mengaktifkan serangan spesial yang memiliki animasi khusus dengan daya rusak yang besar. Selain itu setiap bos memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri, sehingga kamu diharuskan untuk mempelajari setiap pola dan tempo yang bisa dieksploitasi agar pertempuran berjalan efektif.

3. Kebebasan di Balik Layar

20260507171928_1 (Small).jpg
Dok. Duniaku (Dead As Disco)

Di antara jadwal pertunjukan yang padat, pemain bisa beristirahat di sebuah bar kumuh bernama The Encore. Tempat ini berfungsi sebagai markas di mana Charlie bisa menghabiskan dukungan dari para penggemarnya untuk memperkuat kemampuan bertarung melalui skill tree yang meski sederhana, namun memberikan dampak yang sangat terasa pada permainan. Yang lebih luar biasa, game ini memberikan kebebasan bagi pemain untuk mengunggah lagu mereka sendiri melalui fitur Free Play, memberikan ruang kreativitas tanpa batas bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi menghajar musuh dengan lagu favorit masing-masing. Meski ada beberapa catatan mengenai tingkat kesulitan yang cukup tajam di bagian bos, pengalaman keseluruhan yang ditawarkan tetap terasa sangat solid dan memuaskan.

4. Sebuah Album Legendaris

20260508150114_1 (Small).jpg
Dok. Duniaku (Dead As Disco)

Secara keseluruhan, Dead as Disco saat ini mungkin baru terasa seperti sebuah EP (Extended Play) yang singkat namun penuh tenaga, tetapi ia sudah menunjukkan semua potensi untuk menjadi sebuah album legendaris di masa depan. Game ini menuntut pemainnya untuk benar-benar menikmati proses latihan dan menguasai teknik hingga jari-jemari menari secara otomatis di atas kendali seiring dengan irama lagu.

Dengan visual yang modis, daftar lagu yang menghentak, dan karakter-karakter yang eksentrik, Brain Jar Games berhasil membuktikan bahwa meskipun Charlie Disco sempat mati, semangat musik dan aksi yang ia bawa akan terus hidup dan mengguncang panggung industri game. Pada akhirnya, disco memang tidak akan pernah mati.

Dead as Disco
4/5

Dead as Disco adalah sebuah simfoni aksi rhythm beat ’em up yang memukau dari Brain Jar Games, menceritakan perjalanan Charlie Disco yang bangkit dari kematian untuk merebut kembali kejayaan bandnya dari tangan mantan rekan yang telah menjual jiwa mereka menjadi idola komersial. Dengan mekanik "Beat Kune Do" yang memaksa setiap serangan, tangkisan, dan gerakan spesial menyatu sempurna dengan tempo musik, game ini menawarkan pengalaman tempur yang terasa sangat personal sekaligus sinematik, didukung oleh visual modis dan transisi panggung bos yang luar biasa megah. Di sela-sela dentuman bas dan pertarungan epik lintas genre dari punk hingga hip-hop , pemain juga diberikan kebebasan untuk memperkuat kemampuan di bar The Encore atau bahkan mengunggah daftar putar mereka sendiri, menjadikan rilis Early Access ini sebagai paket hiburan yang eksplosif, penuh gaya, dan membuktikan bahwa energi murni dari musik serta aksi tidak akan pernah benar-benar mati.

Genre

Rhythm, Beat 'Em Up

Developers

Brain Jar Games, Inc.

Publisher

Brain Jar Games, Inc.

Platform

Steam

Price

Rp. 171.999

Dead as Disco System Requirements

Operating System

Windows 10

Processor

Intel Core i5-6500, AMD Ryzen 5 1400, or equivalent

Memory

8 GB RAM

GPU

Nvidia GTX 1060 6GB, AMD Radeon RX 580, or equivalent

DirectX

DirectX 12

Storage

20 GB available space

Galeri Dead as Disco

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Related Articles

See More