TUTUP

Karena Pakai Nama Corona, Gamer League of Legends ini Harus Ganti Nama

Joao Corona menggunakan username jauh sebelum pandemi virus

Corona merupakan bahasa Spanyol dari mahkota. Dulu nama corona identik dengan merek bir favorit Dom Toretto, atau merek mobil. Namun kini, nama corona lebih sering dibicarakan sebagai virus yang telah menjangkiti ratusan ribu orang di seluruh dunia. Alasannya, bentuknya yang berduri sekilas mirip dengan mahkota.

Namun apa jadinya jika ada orang yang bernama corona? Hal inilah yang terjadi pada sosok Joao Corona, seorang gamer League of Legends yang dipaksa mengganti username-nya karena diasosiasikan dengan wabah mematikan itu.

1. Nama sebagai identitas diri

buzzfeednews.com

Joao Corona bermain League of Legends sejak tahun 2014 dengan username Squid Corona. Tepat tahun lalu, ia berhasil mengganti username-nya menjadi Corona saja. Joao berpikir, nama Corona akan memudahkan gamer lain yang ingin berteman dengannya.

Fast forward ke wabah virus corona di tahun 2020 ini, Joao tiba-tiba menjadi sedikit lebih populer. Saat bermain, banyak gamer yang mengomentari namanya, namun tidak sedikit pula yang merasa risih karena username-nya dianggap sebagai bentuk trolling.

Baca Juga: Riot Games Rilis Game Kartu Legends of Runeterra 

2. Dipaksa mengganti username

buzzfeednews.com

Pada tanggal 1 April lalu, Joao login ke dalam game LoL dan mendapati ia harus mengganti username-nya. Alasan yang diberikan oleh Riot Games adalah kemungkinan ia mendapatkan banyak laporan dari gamer lain.

Joao telah mengirim email komplain kepada Riot Games. Meskipun customer service mengakui bahwa nama Corona telah ia pakai jauh sebelum wabah virus corona, Joao tetap harus mengganti namanya agar tidak mengganggu gamer lain.

3. Tidak sesuai ketentuan League of Legends

Joao kemudian membagikan ceritanya ke Reddit dan mendapatkan dukungan dari gamer lain. Ternyata masih ada username yang jauh lebih ofensif namun tidak mendapatkan tindakan dari Riot Games.

Menanggapi kasus ini, Riot Games sendiri tidak memberikan komentar. Namun, communications lead dari League of Legends Ryan Rigney tengah mengupayakan sebuah penyelesaian. "Kami pikir pemaksaan penggantian username dalam situasi seperti ini tidak sesuai dengan ketentuan kami," jelasnya. Semoga kasus ini bisa cepat selesai, ya!

Baca Juga: Main Game? 4 Rekomendasi WHO Jaga Kesehatan Mental Dari Virus Corona