Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Tak bisa dipungkiri, teaser ini langsung memicu gelombang spekulasi.
Pertanyaan paling besar tentu soal siapa di balik kehancuran ini. Kehadiran Sentinel di latar belakang membuka banyak kemungkinan. Salah satunya, dan yang paling menggiurkan secara naratif, adalah keterkaitannya dengan Doctor Doom. Konsep Doom yang mengendalikan atau memanfaatkan Sentinel sebagai alat penindasan mutan terasa masuk akal, sekaligus mengerikan.
Dalam satu langkah, Doom bisa diposisikan sebagai ancaman bersama bagi X-Men, Avengers, dan Fantastic Four. Sentinel adalah senjata yang menarik buat dia.
Namun ada kemungkinan lain. Sentinel juga bisa saja dilepas oleh kubu manusia anti-mutan, konflik klasik X-Men yang tak selalu membutuhkan mastermind kosmik. Jika ini adalah hasil kebencian manusia biasa yang kembali memuncak, maka tragedi yang kita lihat terasa lebih pahit, karena ia lahir dari ketakutan lama yang tak pernah benar-benar mati. Terutama kalau Doom tinggal memanfaatkan kebencian manusia untuk mempermudah rencananya pada X-Men.
Menariknya, teaser X-Men ini juga berbeda dari dua teaser sebelumnya. Tidak ada sorotan eksplisit pada anak. Tidak ada figur yang jelas-jelas menjadi simbol masa depan. Namun justru di situlah muncul spekulasi lain yang lebih kelam.
Bagaimana jika keputusasaan Cyclops, jeritan dan Optic Blast yang ia lepaskan ke langit, lahir dari kehilangan anaknya? Jika Marvel memilih jalur ini, maka nama seperti Rachel Summers langsung terlintas sebagai kemungkinan. Bakal menarik kalau Rachel diculik atau mati.
Dan jika reruntuhan yang kita lihat benar-benar adalah X-Mansion, maka implikasinya semakin berat. Bisa jadi, X-Men yang nantinya terlibat dalam konflik Avengers: Doomsday bukan lagi tim utuh, melainkan sisa-sisa, para penyintas dari sebuah tragedi besar.