Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ulasan Film Verity, Jelas Bukan Film untuk Semua Umur
(Dok. Amazon MGM Studios/Verity)
  • Verity adalah thriller psikologis slow burn yang membangun ketegangan lewat keraguan terhadap karakter dan kebenaran cerita.

  • Film ini mengeksplorasi sisi gelap manusia, termasuk pengaruh tulisan Verity terhadap Lowen dan batas antara fiksi serta kenyataan.

  • Dengan adegan sensual yang cukup banyak, pendekatan psikologis, dan ritme lambat, Verity dinilai mendapat 4 dari 5 bintang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari Verity?
Vote Now
30 September 2026

Verity mulai tayang di bioskop Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari Verity?
Vote Now
  • What?
    Film Verity mulai tayang di bioskop Indonesia dan mengisahkan Lowen yang menemukan naskah rahasia milik Verity.
  • Who?
    Lowen Ashleigh, Jeremy Crawford, dan Verity Crawford menjadi tokoh utama dalam cerita.
  • Where?
    Verity tayang di bioskop Indonesia.
  • When?
    30 September 2026.
  • Why?
    Film ini dibuat sebagai thriller psikologis yang mengeksplorasi sisi gelap karakter dan keraguan mengenai kebenaran.
  • How?
    Ketegangan dibangun secara slow burn melalui naskah rahasia, adegan sensual, jump scare, dan pertanyaan tentang kondisi Verity.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari Verity?
Vote Now

Verity adalah film tentang Lowen, penulis yang diminta membantu Jeremy menyelesaikan buku istrinya, Verity. Lowen lalu menemukan tulisan rahasia dan mulai bingung mana yang benar. Filmnya berjalan pelan dan punya banyak adegan sensual. Film ini tayang di bioskop Indonesia pada 30 September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari Verity?
Vote Now

Verity menawarkan pengalaman thriller psikologis yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga mengajak penonton memperhatikan sisi gelap karakter dan batas antara kenyataan serta cerita. Pendekatan slow burn, lapisan meta, dan ruang bagi Dakota Johnson serta Anne Hathaway membuat film ini memiliki daya tarik bagi penonton yang menyukai cerita penuh keraguan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari Verity?
Vote Now

Verity mulai tayang di bioskop Indonesia malam ini, 30 September 2026.

Saya sebelumnya sudah mendapat kesempatan untuk menonton filmnya lewat press screening.

Gimana kesan saya? Mari kita bahas.

Sinopsis Verity

Lowen Ashleigh adalah seorang penulis yang sedang membutuhkan pekerjaan ketika ia dihubungi untuk sebuah pekerjaan besar.

Akibat sebuah kecelakaan misterius, Verity Crawford seorang penulis terkenal tidak dapat merampungkan seri bukunya yang sukses. Jeremy Crawford, suami Verity, kemudian meminta Lowen untuk menyelesaikan seri tersebut.

Namun, ketika mengerjakan tugasnya, Lowen menemukan sebuah naskah lain yang seharusnya tidak ia baca. Naskah tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi kejiwaan Verity, sekaligus kemungkinan kaitannya dengan karya-karya yang selama ini ia tulis. Dan semakin jauh Lowen membaca, semakin sulit baginya untuk membedakan mana yang merupakan kenyataan dan mana yang mungkin hanya cerita.

Verity
2026
4/5★
Directed by Michael Showalter
ProducerNick Antosca, Alex Hedlund, Michael Showalter, Jordana Mollick, Anne Hathaway
WriterNick Antosca
Age Rating17+
GenreMisteri, Cerita Seru
Duration117 Minutes
Release Date30-09-2026
Themebased on novel or book, psychological thriller, novelist, hidden truth, ghost writer
Production HouseEat the Cat, Semi-Formal Productions, Somewhere Pictures, Shiny Penny Productions, Heartbones Entertainment
Where to WatchXXI
CastAnne Hathaway, Dakota Johnson, Josh Hartnett, Brady Wagner, Ismael Cruz Cordova

Trailer Verity

1. Mari kita luruskan dulu beberapa miskonsepsi

Dakota Johnson sebagai Lowen Asleigh. (Dok. Amazon MGM Studios/Verity)

Kalau kamu melihat trailer Verity, apa yang kamu pikirkan?

Mungkin film horor yang intens?

Atau thriller dengan nuansa sensual yang kuat, tetapi juga dipenuhi ketegangan konstan?

Kalau begitu, izinkan saya membantu mengarahkan ekspektasi kamu. Verity sebenarnya lebih tepat disebut sebagai thriller psikologis. Ketegangannya berasal dari bagaimana Lowen (dan tentu saja penonton) terus dibuat bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Namun pendekatannya cenderung slow burn.

Memang ada beberapa jump scare untuk sesekali membuat penonton tidak terlalu nyaman. Tetapi kalau kamu datang dengan ekspektasi slasher atau film horor yang intens dari awal sampai akhir, kamu mungkin akan sedikit kecewa. Film ini lebih tertarik mengajak kita mempertanyakan karakter-karakternya daripada sekadar menakut-nakuti penonton.

2. Yang menarik adalah penyelaman ke sisi gelap manusia

(Dok. Amazon MGM Studios/Verity)

Di dunia film ini, Verity dikenal sebagai seorang penulis dengan karya-karya yang kelam.

Buku-buku Verity yang laris mengambil perspektif villain, dengan karakter-karakter utama yang umumnya merupakan sosok bermasalah.

Dan justru di sinilah salah satu hal yang paling saya suka dari film ini. Semakin jauh kita mengikuti ceritanya, semakin terasa bahwa kejadian yang kita saksikan sendiri seolah memiliki kemiripan dengan deskripsi mengenai buku-buku Verity. Seperti ada lapisan meta di dalam ceritanya.

Lowen dan Jeremy awalnya terasa seperti sosok yang relatif baik. Tetapi benarkah demikian?

Verity mampu menghasilkan buku-buku yang laris dengan mengambil sudut pandang villain. Tetapi kalau perspektif seperti itu begitu dekat dengan dirinya sendiri, apakah Verity memang hanya sedang menulis fiksi?

Yang menarik perhatian saya ketika menonton film ini adalah bagaimana kita perlahan seperti diperlihatkan sekumpulan orang dengan sisi gelap masing-masing. Dan apa yang dianggap sebagai kebenaran ternyata mungkin tidak sesederhana yang kita bayangkan.

3. Sama sekali bukan film semua umur

Anne Hathaway sebagai Verity Crawford. (Dok. Amazon MGM Studios/Verity)

Berhubung ketegangan Verity sendiri berasal dari penyelaman ke sisi gelap karakter-karakternya serta misteri di balik kondisi Verity, menurut saya itu saja sudah cukup untuk membuat film ini kurang cocok bagi penonton muda.

Namun tentu bukan hanya itu. Seperti yang sudah diperlihatkan trailernya, Verity juga memiliki cukup banyak adegan sensual yang melibatkan Anne Hathaway, Dakota Johnson, dan Josh Hartnett.

Bahkan setelah melewati Lembaga Sensor Film, masih ada cukup banyak momen yang sebaiknya tidak disaksikan oleh penonton muda.

Jadi, yep. Ini sama sekali bukan film semua umur.

4. Yang paling saya nikmati?

Dakota Johnson sebagai Lowen Asleigh. (Dok. Amazon MGM Studios/Verity)

Yang paling saya nikmati tentu adalah bagaimana film ini menyelami kegelapan di dalam diri para karakternya, termasuk Lowen.

Sebagai seseorang yang dulu pernah menulis novel, saya menikmati bagaimana Lowen tampak semakin terpengaruh oleh tulisan autobiografi Verity yang ia temukan dan hendak ia gunakan sebagai bahan untuk menulis buku selanjutnya.

Saya juga menikmati bagaimana film ini membedah logika ceritanya sendiri. Ada sensasi bahwa Lowen, tanpa benar-benar menyadarinya, perlahan seperti ikut terjebak dalam kisah khas Verity Crawford.

Seolah-olah ia tidak hanya sedang menulis cerita Verity. Ia mulai menjadi bagian dari cerita tersebut.

Dakota Johnson juga mendapat cukup banyak ruang untuk unjuk gigi sebagai Lowen, sementara Anne Hathaway kembali memperlihatkan karismanya. Terutama dalam adegan-adegan flashback mengenai Verity yang sebenarnya merupakan gambaran dalam kepala Lowen berdasarkan apa yang ia baca dari autobiografi wanita tersebut.

Menariknya, semakin kita melihat versi Verity yang dibayangkan Lowen, semakin kita juga harus mempertanyakan apakah gambaran tersebut memang mendekati kenyataan.

5. Kesimpulan?

Dakota Johnson sebagai Lowen Asleigh. (Dok. Amazon MGM Studios/Verity)

“Wow. Film ini mungkin lebih banyak adegan mesranya ketimbang adegan tegangnya."

Itu kelakar saya setelah menonton press screening Verity.

Karena, yep, unsur sensual dalam film ini memang kadang terasa bahkan lebih kuat daripada bagian yang seram dan mendebarkan.

Secara pribadi, saya memberi Verity 4 dari 5 bintang.

Ini jelas bukan film untuk semua orang. Pendekatannya yang lebih psikologis, ritmenya yang slow burn, serta penutupnya yang mungkin terasa kurang memuaskan bagi sebagian penonton membuat Verity bukan jenis thriller yang bisa dinikmati sebagai hiburan cepat dan ringan.

Namun, kalau kamu menyukai thriller yang mengeksplorasi psikologi manusia, sisi gelap karakter, serta keraguan mengenai apa yang sebenarnya merupakan kebenaran? Menurut saya, Verity cukup menarik untuk disimak.

Karena setelah filmnya selesai, pertanyaan yang tersisa bukan cuma “apa yang sebenarnya terjadi?” Tapi juga: “Seberapa banyak dari cerita ini yang sebenarnya bisa kita percaya?”

Itu jenis cerita yang saya sukai. Tapi saya akan paham kalau kamu yang datang untuk melihat ketegangan dari perspektif berbeda justru akan kecewa padanya.

Ikut pilih ekspektasimu untuk Verity

Apa yang paling menarik dari Verity?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article