- Episode 1: menceritakan kembali One Piece Season 1
- Episode 2: menceritakan kembali One Piece Season 2
Review Animasi LEGO One Piece, Kisah Kocak Usopp ke Chopper!

LEGO One Piece menceritakan kembali dua musim pertama versi live-action melalui sudut pandang Usopp kepada Chopper.
Animasi ini menghadirkan slapstick, lelucon visual, dan kekacauan khas LEGO dalam dua episode.
Meski bukan cerita baru, formatnya lebih ringan, lucu, dan ramah keluarga.
LEGO One Piece sudah bisa ditonton di Netflix sejak kemarin (29/9/2026).
Spesial animasi ini menyajikan kembali kisah dua musim pertama One Piece live-action Netflix, tetapi dengan satu perbedaan besar: semuanya dikemas dalam gaya animasi LEGO, lengkap dengan humor khas LEGO dan tentu saja... versi cerita Usopp.
Apa saja yang menarik dari tayangan spesial ini?
Mari kita bahas!
Table of Content
Sinopsis LEGO ONE PIECE
Bayangkan kisah dua musim pertama One Piece live-action diceritakan kembali oleh Usopp.
Sekarang tambahkan animasi LEGO, humor slapstick, serta kebebasan Usopp untuk membumbui ceritanya sesuka hati.
Itulah kurang lebih konsep LEGO One Piece.
Kita kembali mengikuti perjalanan Bajak Laut Topi Jerami sejak East Blue hingga petualangan mereka di awal Grand Line, tetapi kali ini semuanya disajikan melalui sudut pandang dan gaya penceritaan yang jauh lebih kocak.
LEGO ONE PIECE20263.5/5Directed by Chelsea KerProducer Atomic Cartoons, LEGO Group, Shueisha
Writer Tom Hyndman
Age Rating SU
Genre Animasi, Aksi & Petualangan, Sci-fi & Fantasy, Komedi, Keluarga
Duration 32 Minutes
Release Date 29-09-2026
Theme based on comic, miniseries, pirate, spin off, swashbuckler, quest, lego
Production House Netflix, Shueisha, Atomic Cartoons, Tomorrow Studios, The LEGO Group
Where to Watch Netflix
Cast Iñaki Godoy, Emily Rudd, Mackenyu, Jacob Gibson, Taz Skylar
Trailer LEGO One Piece
Galeri LEGO One Piece
1. Bingkai ceritanya adalah Usopp bercerita kepada Chopper

Lego One Piece (dok. Netflix) Secara kronologis, LEGO One Piece terjadi setelah One Piece Season 2.
Tony Tony Chopper sudah bergabung dengan Bajak Laut Topi Jerami. Topi Jerami sedang dalam perjalanan ke Alabasta.
Kemudian, "Kapten" Usopp menceritakan kembali kisah petualangan mereka kepada Chopper.
Dan kisah yang diceritakan Usopp itulah yang kemudian kita lihat dalam format animasi LEGO.
Menariknya, untuk penggemar Usopp versi Jacob Romero Gibson, kita bahkan mendapatkan beberapa adegan live-action yang menampilkan dirinya saat bercerita kepada Chopper.
Menurut saya, ini sekaligus menunjukkan betapa cocoknya Jacob Romero Gibson sebagai Usopp.
Bahkan dalam format cerita sampingan seperti ini, dia tetap berhasil membawa karisma khas Usopp: percaya diri berlebihan, konyol, tetapi tetap punya daya tarik tersendiri.
Dan tentu saja, Usopp versi LEGO juga tidak akan membiarkan kejadian sejati menghambatnya menyampaikan cerita yang bagus.
2. Ada dua episode

Going Merry dan kru Topi Jerami. (Dok. Netflix/LEGO One Piece) LEGO One Piece terdiri dari dua episode.
Pembagiannya juga sederhana:
Jadi kalau kamu sudah menonton dua musim One Piece live-action, secara garis besar tidak ada cerita baru yang perlu kamu ikuti.
Yang berubah adalah cara ceritanya disampaikan.
3. Ini animasi LEGO, jadi tentu saja ada banyak komedi LEGO

Bajak Laut Topi Jerami. (Dok. Netflix/LEGO One Piece) Namanya juga LEGO.
Maka logika dunia dan komedinya pun mengikuti gaya animasi LEGO yang selama ini kita kenal.
Ada slapstick, ekspresi berlebihan, berbagai lelucon visual, dan tentu saja kerusakan yang terasa jauh lebih lucu karena karakter-karakternya terbuat dari LEGO.
Ada satu hal yang juga cukup kocak dari premisnya.
Chopper ingin mendengar kisah Bajak Laut Topi Jerami sejak awal.
Masalahnya?
Usopp sendiri baru bergabung setelah Zoro dan Nami.
Jadi bagian cerita sebelum Usopp direkrut terasa lebih dipercepat. Begitu Usopp akhirnya masuk ke dalam cerita, barulah kita mendapatkan versi penceritaan yang lebih “Usopp banget”.
Hasilnya adalah cerita yang sebenarnya familier, tetapi diberi banyak humor baru.
Dan terkadang Usopp juga seenaknya mengutak-atik cerita hingga kejadiannya tidak persis sama, dan sejumlah karakter bertindak tak sesuai sifat mereka.
Ya... namanya juga Usopp.
4. Ini mungkin versi One Piece yang paling ramah untuk anak-anak

Dracule Mihawk mengeluarkan LEGO Brick Separator di LEGO ONE PIECE. (Dok. Netflix/LEGO ONE PIECE) Manga dan anime One Piece memang terkenal punya visual yang cerah dan humor yang menghibur.
Namun, jangan lupa bahwa One Piece juga memiliki kekerasan, fan service, serta tema-tema berat seperti perbudakan, diskriminasi, dan penjajahan.
Karena itu, meskipun tampilannya sering terlihat ceria, One Piece tetap lebih cocok untuk penonton yang lebih dewasa atau setidaknya remaja.
Versi live-action Netflix bahkan terasa sedikit lebih serius.
Karakter-karakternya terlihat lebih rentan terhadap luka dan kematian, sementara humor yang digunakan juga cenderung lebih subdued dibanding manga dan anime.
LEGO One Piece mengambil pendekatan yang berbeda.
Kita masih mendapatkan aksi dan konflik, tetapi semuanya dibungkus dengan estetika LEGO. Kerusakan, ledakan, dan berbagai kekacauan yang terjadi pun terasa seperti bagian dari komedi.
Hasilnya adalah versi One Piece dari era East Blue hingga awal Grand Line yang terasa jauh lebih mudah dinikmati anak-anak.
Kalau ada masalah terbesar, mungkin justru ini: anak-anaknya bisa jadi malah minta dibelikan set LEGO-nya setelah selesai menonton.
5. Beberapa kelemahannya

Luffy kecil dan Shanks. (Dok. Netflix/LEGO One Piece) Kalau kita bicara soal kelemahan, masalah utamanya cukup jelas.
Ini pada dasarnya adalah dua episode rekap yang disajikan dengan twist LEGO.
Jadi kalau kamu sudah menonton dua musim One Piece live-action, sebagian besar ceritanya tentu sudah sangat familier.
Bahkan ada sesuatu yang cukup lucu dalam konteks ini.
One Piece live-action sendiri terkadang sudah terasa seperti versi yang diringkas dari anime.
Nah, LEGO One Piece kemudian meringkas lagi cerita yang sudah diringkas tersebut.
Akibatnya, beberapa perkembangan karakter dan momen emosional tentu tidak mendapatkan ruang sebesar versi aslinya.
Dan beberapa kelemahan dari penceritaan live-action juga masih terasa di sini.
Misalnya, kalau kamu merasa perkembangan Sanji dalam cerita Baratie versi live-action masih kurang mendapatkan ruang dibandingkan versi manga atau anime, masalah tersebut tentu tidak tiba-tiba hilang ketika ceritanya dibuat menjadi animasi LEGO.
Karena fondasi ceritanya tetap berasal dari versi live-action.
6. Jadi, apakah LEGO One Piece layak ditonton?

Usopp jadi sorotan di teaser LEGO ONE PIECE. (Dok. Netflix/LEGO ONE PIECE) Kalau yang kamu cari adalah cerita baru, LEGO One Piece mungkin bukan tontonan yang wajib.
Secara struktur, ini tetap merupakan rekap dari dua musim pertama One Piece live-action.
Bahkan, beberapa kelemahan penceritaan dari versi live-action masih ikut terbawa karena materi dasarnya sama.
Namun, kalau kamu melihatnya sebagai cara baru untuk menikmati kembali cerita tersebut, spesial ini jauh lebih menarik.
Animasi LEGO-nya punya daya tarik tersendiri. Humor khas LEGO-nya juga berhasil membuat adegan-adegan yang sudah kita kenal terasa lebih segar.
Ditambah lagi, bagian live-action yang menampilkan Usopp dan Chopper memberikan bingkai cerita yang menyenangkan.
Dan menurut saya pribadi, kalau ingin mengenalkan dunia One Piece kepada anak-anak, versi LEGO ini justru bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.
Dua episode ini juga terasa jauh lebih mudah dijadikan tontonan keluarga dibandingkan versi manga, anime, maupun live-action.
Jadi, meskipun bukan cara terbaik untuk mendapatkan kembali seluruh kedalaman cerita One Piece, LEGO One Piece berhasil menjadi rekap yang ringan, lucu, dan ramah keluarga.
Untuk spesial dua episode ini, saya memberikan: 3,5/5 bintang.




















