Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Teori - Kenapa Virus di Resident Evil 2026 Lebih Ngeri dari di Game?
Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)
  • Infeksi dalam Resident Evil (2026) digambarkan mengubah korban menjadi agresif, mampu bergerak setelah cedera, serta memiliki tentakel yang berkembang.
  • Bryan menghadapi Infected yang bagian tubuhnya masih bergerak dan dapat bergabung dengan tubuh lain, sementara kerusakan fisik ekstrem diduga menghentikan mereka.
  • Teori ini mengaitkan ancaman tersebut dengan Umbrella yang masih aktif dan Raccoon City yang tetap berdiri hingga 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah teori virus Resident Evil 2026 ini masuk akal?
Vote Now
1998

Dalam timeline game, wabah Raccoon City dikenal terjadi pada 1998. Dalam timeline film, peristiwa tersebut tampaknya tidak terjadi pada tahun itu.

2026

Resident Evil berlatar di tengah salju pada tahun 2026. Raccoon City masih eksis, Umbrella masih aktif, dan wabah menghantam kota tersebut.

selama beberapa jam

Menurut orang Umbrella yang membawa Bryan ke kota, insiden yang sedang terjadi baru berlangsung selama beberapa jam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah teori virus Resident Evil 2026 ini masuk akal?
Vote Now
  • What?
    Infeksi dalam Resident Evil (2026) membuat korban agresif, mampu bergerak setelah cedera, dan mengalami perubahan tubuh seperti tentakel.
  • Who?
    Bryan menghadapi anjing terinfeksi, korban Infected, serta orang Umbrella yang membawanya ke Raccoon City.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Raccoon City, farmhouse, terowongan, dan jalan ketika Infected mengejar Bryan.
  • When?
    Wabah menghantam Raccoon City pada 2026 dan, menurut orang Umbrella, baru berlangsung selama beberapa jam.
  • Why?
    Penyebab penyebaran infeksi hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Korban terinfeksi dapat memiliki tentakel yang berkembang, bergerak di luar kendali, serta menarik dan menggabungkan tubuh Infected lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah teori virus Resident Evil 2026 ini masuk akal?
Vote Now

Di Resident Evil tahun 2026, Bryan bertemu orang-orang Infected yang sangat berbahaya. Mereka bisa lari, tubuhnya punya tentakel, dan beberapa bagian tubuhnya masih bergerak. Raccoon City baru mulai kena wabah. Umbrella masih ada. Ada dugaan virusnya berbeda karena Umbrella punya waktu lebih lama membuat teknologi biologis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah teori virus Resident Evil 2026 ini masuk akal?
Vote Now

SPOILER ALERT!!!

Meski mempertahankan sejumlah bahasa visual dari game-nya, Resident Evil (2026) karya Zach Cregger mengambil pendekatan yang cukup orisinal terhadap lore, karakter, dan bahkan Raccoon City sebagai latar.

Namun, ada satu hal yang sejak awal cukup menarik perhatian saya: infeksi dalam film ini terasa jauh lebih mengerikan dibandingkan wabah yang menghantam Raccoon City dalam game.

Kenapa bisa begitu?

Saya punya satu teori.

1. Seberapa Ngeri Sebenarnya Infeksi di Film Ini?

Poster Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)

Hal yang membuat infeksi dalam film terasa mengerikan adalah kemampuannya mengubah orang biasa menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar "zombie."

Pada tahap awal saja, korban bisa bangkit kembali setelah mengalami cedera yang seharusnya membuat manusia normal tidak mampu bergerak. Mereka juga agresif dan mampu berlari, bukan sekadar berjalan tertatih-tatih seperti gambaran zombie klasik.

Yang menarik, dibandingkan T-Virus, infeksi dalam film ini justru terasa lebih dekat dengan konsep Las Plagas.

Kesan tersebut sudah muncul ketika Bryan menghadapi anjing terinfeksi di farmhouse. Kepalanya dapat membuka dan mengeluarkan semacam tentakel yang digunakan untuk menyerang dan menjerat Bryan.

Namun, bagian yang menurut saya jauh lebih mengerikan adalah bagaimana infeksi ini dapat mengubah bagian tubuh korban menjadi semacam organisme hidup yang terus berkembang.

Misalnya, seseorang terkena gigitan di kaki.

Kaki tersebut kemudian dapat berubah menjadi semacam tentakel yang terus memanjang dan bahkan bergerak di luar kendali pemilik tubuhnya.

Bryan menemukan korban dengan kondisi seperti ini di terowongan, dan hasilnya benar-benar menjijikkan.

Tapi film ternyata belum selesai bermain dengan konsep tersebut.

Bayangkan ada satu Infected dengan kepala yang sudah hancur terbaring di dekat tubuh Infected lainnya. Tentakel dari tubuh yang berbeda ternyata masih dapat saling menarik dan menggabungkan tubuh-tubuh tersebut untuk terus bergerak.

Bryan bahkan sempat berhadapan dengan makhluk kombinasi seperti ini.

Dan ada satu detail menarik mengenai bagaimana Infected akhirnya benar-benar berhenti bergerak.

Sepanjang film, Bryan sudah mencoba berbagai cara untuk menghentikan mereka, termasuk menembak kepala mereka dengan shotgun. Namun, ada satu adegan di Raccoon City ketika sekelompok Infected melompat dari atap gedung untuk mengejar Bryan di jalan.

Tubuh mereka jatuh dengan sangat keras dan hancur. Kali ini, mereka benar-benar tidak bergerak lagi.

Film memang tidak secara eksplisit mengatakan bahwa benturan ekstrem atau kerusakan tubuh dalam skala besar adalah kelemahan Infected, jadi bagian ini masih spekulasi saya.

Namun, kalau pola tersebut memang disengaja, mungkin yang dibutuhkan bukan sekadar menghancurkan kepala mereka, melainkan memberikan kerusakan fisik yang cukup parah untuk menghentikan kemampuan organisme terinfeksi tersebut bergerak.

Dan kalau benar begitu, itu membuat infeksi dalam film terasa semakin mengerikan.

2. Pendekatan Zach Cregger terhadap Resident Evil

Screenshot Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)

Ada satu pernyataan Zach Cregger dari panel Comic-Con yang menurut saya penting untuk dipertimbangkan.

Cregger menjelaskan:

“This movie doesn’t take place in the ’90s when Resident Evil 2 came out. It takes place in the snow in 2026. That’s why Austin Abrams’ character has an iPhone. Because I took liberties to tell a story I wanted to tell and make the movie look the way I wanted to make it look.” (“Film ini tidak berlatar tahun 90-an seperti saat Resident Evil 2 dirilis. Film ini berlatar di tengah salju pada tahun 2026. Itulah mengapa karakter Austin Abrams memiliki iPhone. Karena saya mengambil kebebasan untuk menceritakan kisah yang ingin saya ceritakan dan membuat film ini terlihat seperti yang saya inginkan.”)

Pernyataan ini memperjelas satu hal: Cregger memang sengaja mengambil kebebasan terhadap materi sumber.

Jadi, ketika kita membicarakan mengapa virus dalam film berbeda dari T-Virus atau wabah Raccoon City yang kita kenal dari game, saya rasa kita juga perlu mempertimbangkan bahwa film ini memang tidak berusaha menempatkan dirinya sebagai reproduksi langsung timeline game.

Dan justru di sinilah teori ini menjadi menarik.

3. Ada Beberapa Hal yang Perlu Kita Pertimbangkan

Anggota Umbrella Corporation di film Resident Evil. (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil 2026)

Sebelum masuk ke teori, ada beberapa fakta dari film yang menurut saya perlu disusun terlebih dahulu.

Pertama, Raccoon City masih eksis pada 2026.

Artinya, insiden yang dialami Bryan adalah wabah yang menghancurkan Raccoon City pada 2026, bukan pada 1998 seperti dalam Resident Evil 2 dan Resident Evil 3.

Dengan kata lain, setidaknya dari informasi yang diberikan film, timeline ini tampaknya tidak mengalami kehancuran Raccoon City pada 1998 seperti yang kita kenal dari game.

Kedua, Umbrella Corporation masih beroperasi.

Umbrella tetap menjadi pihak yang berkaitan dengan terciptanya masalah ini, meskipun film belum menjelaskan secara lengkap bagaimana infeksi tersebut bisa menyebar.

Ketiga, wabah ini masih sangat baru.

Menurut orang Umbrella yang membawa Bryan ke kota untuk mengantarkan paketnya, insiden yang sedang terjadi baru berlangsung selama beberapa jam.

Ini penting.

Karena artinya, apa yang kita lihat bukanlah hasil wabah yang sudah berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu.

Raccoon City baru saja mulai runtuh.

4. Teori Saya: Bagaimana Kalau Virus Ini Hasil Pengembangan Selama Puluhan Tahun?

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Nah, kalau semua informasi tersebut digabungkan, muncul satu kemungkinan yang menurut saya menarik.

Bagaimana kalau infeksi di film terasa jauh lebih mengerikan justru karena timeline-nya berlangsung lebih lama sebelum insiden Raccoon City terjadi?

Coba bayangkan.

Dalam timeline game, kita mengenal wabah Raccoon City pada 1998. Umbrella mengalami serangkaian kegagalan, virus bocor, Raccoon City hancur, dan eksperimen mereka akhirnya terbongkar.

Namun dalam timeline film, tampaknya peristiwa tersebut tidak terjadi pada 1998.

Raccoon City masih berdiri. Umbrella masih aktif.

Dan semuanya berlanjut sampai 2026.

Itu berarti Umbrella dalam timeline film memiliki hampir tiga dekade tambahan untuk mengembangkan teknologi biologis mereka.

Kalau demikian, mungkin infeksi yang kita lihat pada 2026 bukanlah versi T-Virus yang sama seperti yang kita kenal dari game.

Mungkin selama puluhan tahun Umbrella terus melakukan penelitian, eksperimen, dan pengembangan terhadap bio-organic weapon mereka.

Lalu virus itu akhirnya bocor.

Hasilnya adalah infeksi yang kita lihat dalam film: korban yang bisa bergerak sangat agresif, organisme yang dapat memanipulasi bagian tubuh, tentakel yang terus berkembang, hingga kemampuan beberapa bagian tubuh terinfeksi untuk tetap bergerak dan bahkan bergabung dengan tubuh lain.

Dengan kata lain: bukan berarti virus film tiba-tiba dibuat lebih kuat demi kebutuhan cerita.

Bisa saja timeline yang berbeda menghasilkan perkembangan teknologi biologis yang berbeda pula.

Dan justru karena Raccoon City tidak mengalami kehancuran pada 1998, Umbrella mendapatkan waktu hampir 30 tahun lebih lama untuk mengembangkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

5. Apakah Teori Ini Benar?

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Ya belum tentu lah, namanya juga teori.

Film tidak secara eksplisit mengatakan bahwa infeksi tersebut merupakan hasil evolusi atau pengembangan virus selama puluhan tahun. Kita juga belum diberikan penjelasan lengkap mengenai jenis patogen yang digunakan atau hubungan persisnya dengan T-Virus.

Begitu pula dengan dugaan bahwa kerusakan tubuh dalam skala besar merupakan cara efektif untuk menghentikan Infected. Adegan mereka hancur setelah jatuh dari gedung memang menarik jika dilihat dari sudut tersebut, tetapi film belum mengonfirmasi mekanisme itu.

Jadi, untuk sekarang, semua ini tetap teori.

Namun, saya suka kemungkinan ini karena cocok dengan keputusan besar Cregger untuk memindahkan timeline Resident Evil ke 2026.

Kalau film memang berada di timeline alternatif tempat Raccoon City tidak hancur pada 1998, maka bukan hanya teknologi dan kehidupan sehari-hari yang berubah.

Ancaman biologisnya pun bisa ikut berkembang.

Mungkin kita sedang melihat hasil dari hampir tiga puluh tahun perkembangan Umbrella yang tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berhenti.

Dan kalau memang itu yang terjadi?

Ya...

Pantas saja Infected-nya seperti Las Plagas yang dikasih steroid.

Pilih pendapatmu soal teori virus Resident Evil 2026

Apakah teori virus Resident Evil 2026 ini masuk akal?

See More
Masuk akal
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Belum meyakinkan

Curated For You

Editorial Team

Related Article