Poster Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)
Hal yang membuat infeksi dalam film terasa mengerikan adalah kemampuannya mengubah orang biasa menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar "zombie."
Pada tahap awal saja, korban bisa bangkit kembali setelah mengalami cedera yang seharusnya membuat manusia normal tidak mampu bergerak. Mereka juga agresif dan mampu berlari, bukan sekadar berjalan tertatih-tatih seperti gambaran zombie klasik.
Yang menarik, dibandingkan T-Virus, infeksi dalam film ini justru terasa lebih dekat dengan konsep Las Plagas.
Kesan tersebut sudah muncul ketika Bryan menghadapi anjing terinfeksi di farmhouse. Kepalanya dapat membuka dan mengeluarkan semacam tentakel yang digunakan untuk menyerang dan menjerat Bryan.
Namun, bagian yang menurut saya jauh lebih mengerikan adalah bagaimana infeksi ini dapat mengubah bagian tubuh korban menjadi semacam organisme hidup yang terus berkembang.
Misalnya, seseorang terkena gigitan di kaki.
Kaki tersebut kemudian dapat berubah menjadi semacam tentakel yang terus memanjang dan bahkan bergerak di luar kendali pemilik tubuhnya.
Bryan menemukan korban dengan kondisi seperti ini di terowongan, dan hasilnya benar-benar menjijikkan.
Tapi film ternyata belum selesai bermain dengan konsep tersebut.
Bayangkan ada satu Infected dengan kepala yang sudah hancur terbaring di dekat tubuh Infected lainnya. Tentakel dari tubuh yang berbeda ternyata masih dapat saling menarik dan menggabungkan tubuh-tubuh tersebut untuk terus bergerak.
Bryan bahkan sempat berhadapan dengan makhluk kombinasi seperti ini.
Dan ada satu detail menarik mengenai bagaimana Infected akhirnya benar-benar berhenti bergerak.
Sepanjang film, Bryan sudah mencoba berbagai cara untuk menghentikan mereka, termasuk menembak kepala mereka dengan shotgun. Namun, ada satu adegan di Raccoon City ketika sekelompok Infected melompat dari atap gedung untuk mengejar Bryan di jalan.
Tubuh mereka jatuh dengan sangat keras dan hancur. Kali ini, mereka benar-benar tidak bergerak lagi.
Film memang tidak secara eksplisit mengatakan bahwa benturan ekstrem atau kerusakan tubuh dalam skala besar adalah kelemahan Infected, jadi bagian ini masih spekulasi saya.
Namun, kalau pola tersebut memang disengaja, mungkin yang dibutuhkan bukan sekadar menghancurkan kepala mereka, melainkan memberikan kerusakan fisik yang cukup parah untuk menghentikan kemampuan organisme terinfeksi tersebut bergerak.
Dan kalau benar begitu, itu membuat infeksi dalam film terasa semakin mengerikan.