We Bury the Dead adalah film zombie yang jelas memilih jalur berbeda dari kebanyakan film sejenis. Baik dari cara ia menyajikan zombienya, membangun dunianya, hingga fokus ceritanya. Alih-alih menyorot kehancuran total atau perjuangan bertahan hidup penuh aksi, film ini justru lebih banyak mengikuti aktivitas para relawan di wilayah bencana, orang-orang yang datang bukan untuk melawan, tapi untuk membereskan sisa-sisa tragedi.
Sorotan utamanya pun bukan horor dalam arti konvensional, melainkan duka dan kehilangan. Zombie di sini lebih terasa sebagai konsekuensi dari bencana, bukan pusat atraksi. Sering kali lebih ke sosok tragis ketimbang ancaman besar.
Masalahnya, pendekatan seperti ini juga berpotensi membuat sebagian penonton merasa “tertipu”, terutama mereka yang datang dengan ekspektasi film zombie yang lebih agresif, seperti yang tersirat dalam materi promosi dan trailer.
Jadi, apakah We Bury the Dead adalah pendekatan segar yang berani, atau justru film yang salah menjual dirinya sendiri?
Yuk, kita bahas penilaian We Bury the Dead berikut ini.
