Film Mercy langsung mencuri perhatian lewat konsepnya: sistem peradilan berbasis AI yang berperan sebagai hakim, juri, sekaligus algojo. Dalam dunia ini, seorang terdakwa hanya punya 90 menit untuk membuktikan dirinya tidak bersalah sebelum vonis dan eksekusi dijatuhkan.
Chris Raven (Chris Pratt) adalah detektif yang justru ikut mengadvokasi sistem Mercy. Ia terbangun dalam kondisi mabuk dan cedera kepala, lalu diberi tahu bahwa istrinya dibunuh dan terdapat 97,5 persen kemungkinan bahwa dialah pelakunya. Tanpa pengacara, tanpa kebebasan bergerak, dan hanya berbekal akses data digital, Raven harus menurunkan tingkat “kesalahannya” atau mati di kursi itu juga.
Sebagai ide, Mercy terasa sangat relevan dengan zaman sekarang ketika algoritma semakin dipercaya untuk menentukan kebenaran.
