Lee Se Young di drama The Remarried Empress (instagram.com/disneypluskr)
Salah satu aspek Rashta yang paling difokuskan Lee Se-young adalah sifat kekanakannya.
Namun, ada bagian penjelasannya yang menurut saya sangat menarik, karena mengingatkan bahwa sifat kekanakan tidak selalu berarti manja atau sekadar belum dewasa.
Se-young menjelaskan: "Karena saat seorang anak merasa lapar, ia digerakkan oleh naluri, bukan? Mereka menangis karena lapar. Jadi, menurut saya, hal itu cukup mirip dengan Rashta."
Dengan kata lain, Rashta memiliki dorongan naluriah untuk bertahan hidup. Ketika ia menginginkan sesuatu, ia akan berusaha mendapatkannya, bahkan ketika ia belum tentu memahami konsekuensi dari keinginannya tersebut.
Se-young kemudian menambahkan:
"So I felt like there needed to be an element of purity about her, almost like pure evil." ("Jadi, menurut saya perlu ada unsur kemurnian dalam dirinya, hampir seperti kejahatan yang murni.")
Bahkan melalui pemilihan kata-katanya, Se-young sudah menunjukkan bahwa purity atau kemurnian tidak otomatis berarti kebaikan.
Justru ada sesuatu yang menarik dari gagasan pure evil tersebut. Rashta bisa memiliki kepolosan dalam cara berpikirnya, tetapi itu tidak berarti tindakannya akan selalu baik atau tidak merugikan orang lain.