Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Doflamingo, mantan penguasa Dressrosa
Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Intinya sih...

  • Donquixote Doflamingo memiliki tiga jenis Haki, tetapi semuanya berhenti di level dasar.

  • Charlotte Katakuri memiliki Kenbunshoku Haki level tinggi, tapi Haki Raja-nya tampaknya berhenti di tahap dasar.

  • Chinjao dikonfirmasi memiliki Haki Raja, namun tidak pernah ada indikasi ia menguasai Haoshoku Haki tingkat lanjut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak arc Wano, standar kekuatan di dunia One Piece terasa naik drastis. Haki Raja (Haoshoku Haki) level tinggi kini bukan lagi sekadar bonus prestise, tapi nyaris menjadi syarat wajib untuk melukai monster seperti Kaido. Tanpa lapisan Haki Raja dalam serangan, hasilnya akan berakhir seperti Akazaya Nine: perjuangan heroik, tapi pada akhirnya hanya meninggalkan lecet, sementara mereka sendiri dihantam habis.

Seiring waktu, semakin banyak karakter papan atas yang terungkap menguasai teknik ini. Bahkan Topi Jerami punya dua yang bisa teknik ini sekarang: Luffy dan Zoro.

Namun justru di sinilah letak keunikannya.

Ada sejumlah petarung veteran yang secara resmi dikonfirmasi memiliki Haki Raja, reputasinya tak diragukan, pengalamannya segudang, namun entah kenapa tidak pernah ditunjukkan mencapai level tertinggi Haki Raja. Mereka kuat, mereka berbahaya, tapi berada satu langkah di bawah para top of the food chain era sekarang.

Siapa saja mereka?

Mari kita absen satu per satu.

1. Donquixote Doflamingo

Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Pria berusia 41 tahun ini adalah produk dari hidup yang keras. Terlahir sebagai Tenryuubito, jatuh ke dasar dan diserang oleh rakyat jelata korban Tenryuubito, lalu bangkit kembali sebagai bos kriminal kelas dunia, bahkan sampai memiliki bahan untuk memeras Pemerintah Dunia agar diberi hak istimewa setara Tenryuubito.

Di puncak kejayaannya, Doflamingo terasa overpowered. Ia memiliki Awakening Ito Ito no Mi, menguasai ketiga jenis Haki, dan memimpin jaringan bawah tanah yang menjangkau hampir seluruh dunia. Pada era Dressrosa, kombinasi ini terasa luar biasa.

Namun One Piece terus berjalan, dan standar kekuatan ikut bergeser.

Kalau kita pikir-pikir lagi sekarang, Doflamingo memang memiliki tiga jenis Haki, tetapi semuanya berhenti di level dasar. Tidak ada indikasi ia pernah menguasai Haki Raja tingkat lanjut.

Entah karena trauma masa lalu, stagnasi mental, atau fakta bahwa ia terlalu lama bermain di balik layar, Doflamingo tak pernah melampaui batas itu. Dan celah inilah yang, untungnya bagi Luffy, membuat ia lebih mudah dikalahkan di Dressrosa.

2. Charlotte Katakuri

Charlotte Katakuri (dok. Toei Animation/ One Piece)

Pria berusia 48 tahun ini adalah anak terkuat Big Mom, pilar sejati keluarga Charlotte. Dengan Kenbunshoku Haki level tinggi yang beneran bisa melihat masa depan, dan kemampuan tempur kelas atas di semua aspek, Katakuri lama dianggap sebagai template komandan Yonko sempurna.

Namun hingga kekalahannya dari Luffy, ada satu batas yang tak pernah ia lewati.

Meski penguasaan Kenbunshoku Haki-nya berada di level tertinggi, Haki Raja Katakuri tampaknya berhenti di tahap dasar: cukup untuk menjatuhkan lawan lemah, tapi tidak pernah berkembang menjadi Haoshoku Haki tingkat lanjut yang bisa melapisi serangan atau menekan musuh sekelasnya.

Kenapa demikian? Jawabannya masih abu-abu. Bisa jadi ini konsekuensi dari persona palsu yang ia bangun demi menjadi figur tak terkalahkan, ikon kesempurnaan yang melindungi adik-adiknya. Bisa juga karena fokus ekstremnya pada Kenbunshoku Haki, hingga dua Haki lain, termasuk Haki Raja, tak pernah diasah melampaui fungsi dasarnya.

Yang jelas, batas ini sangat krusial.

Andai Katakuri menguasai Haki Raja level tinggi, pertarungan di Whole Cake Island kemungkinan akan berakhir jauh lebih cepat. Sebelum Luffy menemukan ritme dan mulai mengejar kemampuan Katakuri, Katakuri sudah berkali-kali menjadikannya bulan-bulanan. Dengan serangan diperkuat Haki Raja, celah bagi Luffy untuk bangkit mungkin tak pernah ada.

3. Chinjao

Don Chinjao (dok. Toei Animation/One Piece)

Chinjao adalah pemimpin ke-12 Angkatan Laut Happo, dan dia adalah sosok yang di masa lalu cukup besar reputasinya hingga Monkey D. Garp sendiri turun tangan untuk menghentikannya. Di eranya, Chinjao bukan sekadar bajak laut kuat, tapi simbol kekuatan yang disegani.

Di Dressrosa, khususnya pada Blok C Corrida Colosseum, Chinjao menjadi lawan paling merepotkan bagi Luffy. Pertarungan mereka keras, emosional, dan sarat gengsi. Namun hasil akhirnya juga seperti sinyal keras: Chinjao sudah tua, dan panggung utama kini memang milik generasi baru.

Menariknya, meski Chinjao dikonfirmasi memiliki Haki Raja, tidak pernah ada indikasi ia menguasai Haoshoku Haki tingkat lanjut. Tidak ada serangan berlapis Haoshoku, tidak ada tekanan absolut yang mematahkan lawan sebelum benturan terjadi.

Kenapa demikian? Jawabannya tak pernah dijelaskan secara eksplisit. Bisa jadi karena faktor usia dan kemunduran fisik. Bisa juga karena di masanya, Haki Raja belum berkembang ke bentuk aplikatif seperti era sekarang

4. Douglas Bullet (non-kanon)

Douglas Bullet (dok. Toei Animation/One Piece: Stampede)

Kasus Douglas Bullet bisa diringkas dengan satu kalimat: karakter yang lahir terlalu dini.

Bullet dipromosikan sebagai mantan anggota Bajak Laut Roger, seorang petarung yang konon selevel Silvers Rayleigh, atau bahkan berpotensi lebih kuat karena terus melatih tubuhnya termasuk saat dipenjara. Hype-nya jelas: ini bukan sekadar antagonis film, tapi bayangan monster dari era Raja Bajak Laut.

Masalahnya muncul ketika kita melihatnya lagi dengan kacamata One Piece era sekarang.

Meski digembar-gemborkan “lebih kuat dari Rayleigh”, Bullet tidak pernah ditunjukkan menguasai Busoshoku Haki maupun Haoshoku Haki tingkat lanjut, dua kunci utama yang justru menjelaskan kenapa Rayleigh masih relevan hingga era modern. Kekuatan Bullet lebih banyak ditampilkan sebagai brute force ekstrem dan kemampuan Devil Fruit yang destruktif, bukan dominasi Haki kelas atas.

Dan ini bukan sepenuhnya kesalahan karakternya.

Saat One Piece Stampede mulai diproduksi, konsep Haki tingkat lanjut yang dijelaskan secara gamblang baru sebatas Kenbunshoku Haki. Busoshoku dan Haoshoku level tinggi belum terlalu dijelaskan. Akibatnya, Bullet dirancang dengan paradigma lama, lalu “ditinggal zaman” oleh evolusi sistem kekuatan seri ini.

Lalu bagaimana dengan karakter ini?

transformasi Sengoku menjadi Daibutsu emas raksasa (dok. Toei Animation/One Piece)

Mungkin kamu akan menyadari bahwa ada sejumlah pengguna Haoshoku Haki berpengalaman yang tidak saya masukkan ke daftar. Untuk gambaran, jawabannya begini,

-Eustass Kid: umurnya masih 23. Dia masih muda, masih punya potensi untuk mengembangkan Haki Rajanya.

-Boa Hancock, Sengoku: dua ini terasa sebatas "belum diuji." Untuk Hancock, banyak konflik sudah selesai hanya dengan satu serangan Mero Mero no Mi, sementara momen Sengoku bertarung beneran hanya sebatas Marineford, dan itu pun ia terasa belum didorong jauh.

Kalau ada musuh yang bisa mendesak mereka, masih mungkin mereka menyimpan kejutan.

Empat sosok yang dibahas sebelumnya berada di posisi unik. Mereka adalah veteran sejati: jam terbang tinggi, pengalaman tempur segudang, dan sudah lama berada di panggung besar dunia One Piece.

Namun dalam pertarungan brutal, dimana kalau mereka memang punya Haki Raja maka mereka sebaiknya mengerahkannya kalau tidak mau kalah... mereka tidak menggunakannya, menegaskan kalau ya, Haki Raja mereka mentok di level dasar.

Editorial Team