Karakter Silvers Rayleigh dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation)
Ini mungkin perbedaan paling mendasar antara Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban.
Dalam situasi serius, Silvers Rayleigh selalu mengandalkan pedang. Dan bukan sembarang pendekar pedang, Rayleigh menggunakannya dengan kecepatan tinggi, kontrol jarak yang presisi, serta timing nyaris sempurna.
Kita sudah melihat sendiri bagaimana pedang Rayleigh mampu menghalangi pergerakan Borsalino, memaksa manusia cahaya itu bertarung secara langsung, dan membuat admiral sekelas Kizaru tidak bisa bergerak bebas sesuka hati.
Sebaliknya, Scopper Gaban identik dengan dua kapak besar yang ia ayunkan secara bersamaan. Pilihan senjata ini saja sudah memberi gambaran: Gaban bukan tipe petarung yang bermain aman atau sempit.
Julukan “Pemakan Gunung” terasa sangat masuk akal ketika kita melihatnya beraksi.
Di bab 1140, saat Gaban menguji kekuatan Luffy, ia mengerahkan teknik Yasotakeru, rentetan tebasan jarak jauh yang dilepaskan secara brutal. Roronoa Zoro memang berhasil melindungi Luffy dari serangan langsung tersebut, tetapi efek sampingnya jelas: menara Kastel Aurust runtuh, hancur oleh daya hancur serangan dua kapak Gaban.
Dari sini, perbedaannya makin tegas:
-Pedang Rayleigh : presisi, kontrol, duel satu lawan satu.
-Dua kapak Gaban: kekuatan masif, area luas, kehancuran menyeluruh.
Dan sekali lagi, kontras ini membuat keduanya terasa saling melengkapi. Tangan kanan dan kiri Roger dengan pendekatan berbeda, tapi sama-sama mematikan.