Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
King, salah satu karakter dari ras Lunarian
King (dok. Toei Animation/One Piece)

Intinya sih...

  • Alber (King) - Lunarian yang Menanti Joy Boy

  • Charlotte Katakuri – Pemimpin Bajak Laut Big Mom di Tengah Krisis

  • Gecko Moria – Villain yang Justru Semakin Menarik

  • Donquixote Doflamingo – Pria yang Meramalkan Perang Tahta Bab 801

  • Borsalino – Angkatan Laut dengan Hati yang Terluka

  • Wapol – Penjahat Receh yang Kini Menyimpan Rahasia Dunia

  • Caribou – Pria Lemah dengan Rahasia yang Bisa Menenggelamkan Dunia

  • Buggy – Yonko

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia One Piece, kekalahan bukan selalu akhir.

Ada antagonis yang begitu dihajar Luffy atau Topi Jerami lalu benar-benar selesai, perannya tuntas, ceritanya tertutup dan paling hanya muncul sebagai kameo. Tapi ada juga tipe lain: sosok yang sudah kalah, namun jejak ceritanya terasa menggantung. Seolah Oda sengaja menyimpan mereka untuk momen masa depan... belum dibuang, belum juga dipakai lagi.

Biasanya, karakter seperti ini akan muncul kembali di kemudian hari. Kadang sebagai sekutu tak terduga, kadang netral dengan agenda sendiri, atau justru kembali sebagai ancaman dengan konteks yang jauh lebih besar.

Nah, berikut ini adalah beberapa penjahat One Piece yang meski sudah pernah tumbang, ceritanya terasa belum benar-benar selesai dan sangat mungkin masih punya peran penting di masa depan.

Siapa saja mereka? Simak daftarnya!

1. Alber (King) - Lunarian yang Menanti Joy Boy

Sosok King di anime One Piece. (Toei Animation/One Piece)

Terungkap bahwa Alber sejak lama menanti kedatangan Joy Boy. Ia percaya Kaido adalah sosok itu, sementara Kaido sendiri meyakini Joy Boy justru adalah orang yang akan mengalahkannya. Kini, Luffy telah bangkit sebagai Nika dan benar-benar menumbangkan Kaido.

Secara logika, King (di manapun ia berada sekarang) seharusnya menyadari kebenaran itu: Joy Boy adalah Luffy. Pertanyaannya tinggal satu: apakah Oda akan membiarkan kisah Lunarian yang menanti “dewa pembebas” ini berakhir begitu saja, atau justru baru dimulai?

2. Charlotte Katakuri – Pemimpin Bajak Laut Big Mom di Tengah Krisis

Charlotte Katakuri (dok. Toei Animation/ One Piece)

Pasca Wano, nasib Big Mom dan Perospero masih menjadi tanda tanya. Di saat yang sama, krisis justru menghantam Whole Cake Island: Charlotte Pudding diculik Van Augur dan Kuzan, sementara Charlotte Cracker dibekukan Kuzan tanpa ampun.

Dalam situasi seperti ini, Katakuri praktis adalah pilar terakhir keluarga Charlotte. Sulit membayangkan ia akan tinggal diam... setidaknya, ia punya alasan kuat untuk bergerak demi menyelamatkan Pudding. Dia toh adalah sosok yang menjadi kuat demi melindungi saudaranya.

Pertanyaannya: akankah konflik ini berujung pada pertemuan kembali Katakuri dan Luffy? Dan jika itu terjadi, apakah yang lahir adalah rematch… atau justru aliansi yang sejak lama dinanti para fans?

3. Gecko Moria – Villain yang Justru Semakin Menarik

Gecko Moria. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Kisah sampul Yamato mengungkap detail mengejutkan: dahulu ada sosok bernama Kozuki Moria, seorang pahlawan yang gugur saat berusaha melindungi desanya dari Kaido. Tapi… benarkah ia benar-benar mati?

Ada teori menarik: nama “Kozuki” dan “Gecko (Gekko)” mungkin tidak kebetulan. Bisa jadi Moria adalah Kozuki Moria yang selamat, melarikan diri sambil membawa Shusui dan jasad Ryuma. Kekalahan totalnya dari Kaido mungkin bukan akhir, melainkan sekedar titik putus asa yang membentuk Moria menjadi sosok sinis yang kita kenal.

Lapisan tragedinya bertambah ketika Absalom dibunuh Kurohige. Moria yang menolak gabung Kurohige lalu kalah dan disekap di Pulau Bajak Laut, hingga akhirnya lolos berkat Perona. Meski Kaido sudah kadung dikalahkan Luffy, melihat konflik pribadi dengan Kurohige yang belum terbalas bikin cerita Moria terasa jauh dari selesai.

Pertanyaannya sekarang: apakah Moria akan kembali sebagai musuh… atau justru sebagai sekutu tak terduga di konflik akhir One Piece?

4. Donquixote Doflamingo – Pria yang Meramalkan Perang Tahta

Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Bab 801 One Piece terasa semakin relevan setiap kali kita mendekati Final Saga. Dalam kondisi sudah dirantai, diawasi Tsuru, dan dikirim ke Impel Down, Doflamingo justru tidak terdengar seperti pecundang melainkan seperti seseorang yang sudah melihat peta besar dunia.

Ia mempertanyakan: ketika dirinya sebagai “pemasok makanan” bagi para monster tumbang, siapa yang akan menguasai lautan? Yonko? Shichibukai? Worst Generation? Angkatan Laut? Pasukan Revolusi? Kapan para D yang misterius akan benar-benar menampakkan diri? Siapa akan membantu siapa, dan siapa akan mengkhianati siapa?

Lalu kalimat yang kini terasa sebagai ramalan penting: “Katakan pada para Tenryuubito di Mary Geoise… kalian akan ditarik turun!"

Dulu itu terdengar seperti ocehan penjahat kalah. Sekarang? Dengan Mary Geoise terbakar, Imu turun tangan di Elbaph, dan dunia bergerak menuju perang battle royale, ucapan Doflamingo terasa seperti ramalan yang mulai terwujud satu per satu.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah kisah Doflamingo berakhir sebagai narapidana yang menyaksikan kejatuhan dunia dari balik jeruji, membaca koran dengan tawa sinis di Impel Down?

Atau… akankah ia lolos, dan ikut mendorong langsung runtuhnya tahta Tenryuubito yang sejak awal ia benci?

5. Borsalino – Angkatan Laut dengan Hati yang Terluka

Adegan Borsalino di One Piece 1124. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Egghead arc memperlihatkan sisi Borsalino yang terasa baru kita lihat. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu santai, bercanda, dan terasa “tak tersentuh” itu benar-benar hancur secara emosional. Ia dipaksa membunuh Vegapunk Stella, sahabatnya sendiri.

Ketika Sakazuki mempertanyakan apakah ia sudah menjalankan tugasnya dengan benar, Borsalino meledak. Dengan murka dan air mata mengalir, ia berteriak agar Sakazuki datang dan melihat sendiri kalau tidak percaya. Ledakan emosi ini begitu kuat sampai Sakazuki, sosok yang nyaris tak pernah meminta maaf, akhirnya lalu meminta maaf pada kyodai-nya ini.

Momen ini penting. Ini bukan sekadar rasa bersalah sesaat. Ini adalah hantaman batin telak pada sosok yang selama puluhan tahun menekan perasaannya demi “tugas”.

Pertanyaannya sekarang: apakah kisah Borsalino sudah selesai di Egghead?

Atau justru tangisannya di akhir arc adalah titik balik, tanda bahwa ia akhirnya muak menjadi kaki tangan Gorosei?

Menariknya, dari semua karakter yang pernah terlibat dengan “tarian Nika” dulu, Bonney, Sentomaru, Vegapunk, Kuma, hanya Borsalino yang belum secara eksplisit membantu Luffy.

Jika suatu hari Borsalino benar-benar berpaling, itu bukan karena ambisi, bukan karena ideologi… melainkan karena hatinya akhirnya tidak sanggup lagi mematuhi perintah.

6. Wapol – Penjahat Receh yang Kini Menyimpan Rahasia Dunia

Wapol (dok. Toei Animation/One Piece)

Awalnya, nasib Wapol terasa seperti lelucon Oda. Ia diterbangkan Luffy, kehilangan kerajaannya, lalu… entah bagaimana justru bangkit lagi.

Dengan Wapometal, ia membangun kembali kekayaan, menjadi penguasa Evil Drum Kingdom, bahkan mendapat undangan ke Reverie. Terasa seperti penjahat kecil yang selalu lolos dari konsekuensi.

Namun Reverie mengubah segalanya.

Di sana, hanya dua saksi hidup yang benar-benar melihat kebenaran mengerikan: Nefertari Cobra dibunuh oleh Imu dan para Gorosei, dan Tahta Kosong ternyata tidak kosong sama sekali. Dua saksi itu adalah Sabo… dan Wapol.

Perbedaannya krusial.

Sabo adalah buronan dunia, tangan kanan revolusioner, dan sudah lebih dulu difitnah sebagai pembunuh Cobra. Apa pun yang ia katakan akan dianggap propaganda.

Wapol? Ia tetap raja. Tetap diakui. Tetap bagian dari sistem.

Ironisnya, justru suara Wapol-lah yang berpotensi paling dipercaya oleh dunia. Bukan karena ia jujur atau bermoral, tapi karena ia seorang penguasa. Dan kalau Wapol, penjahat oportunis yang tak punya alasan ideologis melawan Pemerintah Dunia, berani bicara, maka kebohongan besar soal Tahta Kosong bisa runtuh dalam sekejap.

7. Caribou – Pria Lemah dengan Rahasia yang Bisa Menenggelamkan Dunia

Caribou Memohon ke Van Augur dan Catarina Devon (dok. Toei Animation/One Piece)

Caribou di New World terasa sebagai sosok kocak yang selalu kalah, ditangkap, lalu terbuang. Tapi justru karena itu, ia sering diabaikan… dan diabaikan adalah posisi terbaik untuk menguping.

Caribou sudah mengetahui dua rahasia terbesar dunia:

-Ia mencuri dengar bahwa Shirahoshi adalah Poseidon, senjata kuno yang mampu memanggil Raja Laut.

-Ia juga tanpa sengaja mengetahui bahwa Pluton berada di bawah Wano, informasi yang bahkan Pemerintah Dunia mati-matian sembunyikan.

Uniknya, ini bukan keberuntungan sekali. Menguping tanpa terdeteksi memang terasa seperti keahlian Caribou.

Setelah terbawa hingga Egghead dan akhirnya ditinggalkan Topi Jerami, Caribou membuat langkah yang sangat berbahaya: ia memohon pada Catarina Devon dan Van Augur untuk dibawa ke Marshall D. Teach, mengatakan dia punya informasi penting untuk dibagi. Ia bahkan terang-terangan mengaku sebagai fans Kurohige.

Dan di bab 1126, kita tahu permohonannya terkabul. Caribou sudah tiba di Pulau Bajak Laut.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Caribou penting.

Pertanyaannya: apakah Kurohige akan mempercayainya?

Kalau iya, konsekuensinya mengerikan. Informasi soal Poseidon bisa membahayakan Fish-Man Island, dan rahasia Pluton bisa menyeret Wano kembali ke pusaran perang saat mereka barub saja mencoba pulih dari jejak berdarah Kaido dan Orochi.

8. Buggy – Yonko yang Menghidupkan Kembali Mimpi yang Pernah Ia Kubur

Buggy (dok. Toei Animation/ One Piece)

Di masa lalu, Buggy sebenarnya punya mimpi yang sama seperti banyak bajak laut lain: menjadi Raja Bajak Laut. Namun mimpi itu ia kubur sendiri, bukan karena takut… melainkan karena ia merasa Shanks-lah yang paling pantas mewarisi mimpi Roger. Buggy melihat potensi Shanks terlalu besar untuk disaingi.

Masalahnya muncul di Loguetown, setelah eksekusi Gol D. Roger. Shanks memilih tidak langsung berlayar ke Laugh Tale. Keputusan itu punya alasan, tapi Buggy tidak pernah mau mendengarnya. Ia merasa dikhianati, terluka, dan memilih berpisah, sebuah keputusan emosional yang mengubah hidup keduanya.

Sekarang situasinya beda. Shanks akhirnya bergerak, tapi Buggy justru merasa sudah terlambat. Dunia telah berubah, dan Buggy, yang kini secara absurd menyandang gelar Yonko memutuskan untuk menghidupkan kembali mimpi lamanya dan mengklaim posisi Raja Bajak Laut untuk dirinya sendiri.

Dengan reputasi besar, karisma yang salah kaprah, dan keberuntungan yang nyaris supranatural, Buggy berpotensi kembali menjadi pusat kekacauan dunia.

9. Crocodile – Otak Dingin yang Bisa Membakar Dunia

Crocodile (dok. Toei Animation/One Piece)

Harus diakui, sulit lagi melihat Crocodile sebagai penjahat sederhana. Di Marineford, dialah salah satu MVP tak terduga yang berkali-kali menyelamatkan nyawa Luffy.

Tapi jangan salah: Crocodile bukan tokoh yang bertobat dan berubah jadi baik. Justru sebaliknya, Crocodile sekarang terasa lebih berbahaya dari sebelumnya.

Sebagai otak di balik Cross Guild, Crocodile mendorong langkah ekstrem: memasang bounty untuk Angkatan Laut. Keputusan ini bukan sekadar provokasi. Ini membalik tatanan dunia. Marinir yang seharusnya jadi simbol perlindungan kini menjadi target, bukan hanya bagi bajak laut… tapi juga rakyat biasa yang putus asa dan butuh uang.

Korban nyatanya sudah ada: T-Bone, perwira Angkatan Laut yang dikenal baik, dibunuh bukan oleh bajak laut kejam, melainkan oleh orang biasa yang terdesak keadaan. Ini menunjukkan betapa dingin dan efektifnya skema Crocodile, ia menciptakan kekacauan tanpa harus turun tangan langsung.

Crocodile mungkin tidak lagi berdiri sebagai antagonis utama Luffy. Tapi sebagai perencana strategis yang dingin, ia berpotensi menjadi ancaman bagi semua pihak di pertempuran akhir, entah itu Angkatan Laut, Pemerintah Dunia, atau bahkan sesama bajak laut.

Jika Cross Guild benar-benar terjun ke konflik akhir One Piece, maka jangan remehkan Crocodile.

Bukan karena kekuatan fisiknya semata melainkan karena ide-idenya bisa membunuh lebih banyak orang daripada satu peperangan besar.

Editorial Team