Ketetapan hati Sanji. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Sambil menyerang Killingham, Sanji mengawali bab ini dengan mengakui bahwa Ivankov memang benar.
Sanji memang memiliki keinginan untuk mati.
Akar dari kebenciannya terhadap diri sendiri adalah keluarga Vinsmoke. Sanji begitu membenci mereka sampai-sampai ia lebih memilih mati daripada menjadi seperti keluarganya sendiri.
Yang menarik, Sanji mengakui bahwa hanya Ivankov yang pernah menyadari sisi dirinya tersebut. Bahkan, Sanji mengungkapkan bahwa ada bagian dalam dirinya yang menganggap tubuhnya sendiri kotor dan menjijikkan.
Namun, kali ini Sanji menetapkan bahwa pemikiran itu salah. Ia seharusnya melindungi tubuhnya sendiri.
Sanji mengingat bahwa tubuhnya bukanlah milik Germa. Tubuh itu telah ditempa oleh kakek tua yang membesarkannya, Zeff, dan dilatih di Kerajaan Kamabakka.
Bagian paling menyentuh kemudian muncul ketika Sanji mengingat ibunya, Vinsmoke Sora.
"Kalau aku tidak melindungi kaki dan tubuh yang diberikan oleh ibuku yang telah tiada, maka apa yang kulindungi?"
Ini adalah perubahan cara pandang yang besar bagi Sanji. Selama ini, ia begitu mudah mengorbankan dirinya demi orang lain. Kini, ia mulai menyadari bahwa dirinya sendiri juga layak dilindungi.
Menariknya, sejak Sanji menetapkan tekad tersebut, serangannya mulai membuat proses regenerasi Killingham melambat.
Efeknya memang belum terlalu terlihat pada awalnya. Namun, ini menjadi indikasi bahwa Haoshoku Haki Sanji mulai bangkit dan menyertai setiap serangannya, seiring dengan tekadnya untuk menjaga dirinya sendiri.