Kenapa Mary Geoise Krisis Makanan di One Piece? Ini Situasinya

- Krisis makanan di Mary Geoise terjadi akibat sabotase logistik oleh Pasukan Revolusi yang menghancurkan jalur distribusi utama, membuat suplai makanan ke pusat pemerintahan dunia terputus.
- Kelangkaan makanan memicu kekacauan internal; para Tenryuubito panik, marah, bahkan melakukan tindakan ekstrem terhadap pelayan dan pengelola makanan karena tekanan psikologis yang meningkat.
- Situasi makin parah setelah Mary Geoise diserang pihak tak dikenal hingga terbakar, memaksa Imu turun tangan langsung sementara Pemerintahan Dunia kekurangan sumber daya menghadapi konflik besar.
Di tengah kekacauan dunia One Piece saat ini, satu hal yang cukup mengejutkan adalah kondisi Mary Geoise yang justru mengalami krisis makanan. Tempat yang selama ini digambarkan sebagai pusat kemewahan dunia kini malah menunjukkan sisi rapuhnya.
Bahkan, setelah kejadian terbaru hingga chapter 1179, situasi ini bukan hanya sekadar gangguan kecil, tapi sudah menjadi masalah serius yang memengaruhi para Tenryuubito sendiri. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya?
Berikut beberapa teori dan situasinya!
1. Krisis dimulai dari sabotase logistik oleh Pasukan Revolusi

Menurut Emporio Ivankov, posisi Mary Geoise di atas Red Line adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, lokasinya hampir mustahil ditembus. Tapi di sisi lain, mereka sangat bergantung pada pasokan dari luar, terutama makanan.
Kelemahan ini dimanfaatkan oleh Pasukan Revolusi. Mereka menyerang kapal-kapal logistik dan merusak sistem transportasi seperti Bondola, yang menjadi jalur utama distribusi ke Mary Geoise. Akibatnya, suplai makanan mulai terputus secara bertahap.
Aksi Sabo menjadi salah satu pemicu utama. Dengan menghancurkan sumber pasokan makanan saat Pasukan Revolusi menyerang, dampaknya langsung terasa di kalangan Tenryuubito, yang selama ini hidup dalam kemewahan tanpa pernah memikirkan keterbatasan sumber daya.
2. Para Tenryubito mulai komplain dengan situasi krisisi makanan

Seiring berjalannya waktu, krisis makanan ini tidak hanya menjadi masalah logistik, tapi juga memicu kekacauan internal. Para Tenryuubito mulai menunjukkan kepanikan dan kemarahan yang ekstrem akibat kelangkaan makanan.
Setelah siaran global dari Vegapunk, situasi semakin memanas. Para Gorosei gagal menghentikan siaran tersebut, dan para bangsawan dunia terpaksa menyaksikan informasi yang mengguncang mereka. Hal ini semakin memperburuk kondisi psikologis mereka yang sebelumnya sudah tertekan karena kekurangan makanan.
Dampaknya cukup brutal. Ada Tenryuubito yang menembak kokinya sendiri hanya karena tidak bisa menyediakan daging, dan bahkan ada yang mulai menyerukan hukuman mati bagi pengelola makanan. Ini menunjukkan bahwa sistem di Mary Geoise mulai retak dari dalam, bukan hanya karena serangan luar, tapi juga karena reaksi berlebihan penghuninya sendiri.
Ada kemungkinan, kerusuhan di dalam Mary Geoise saat ini bahkan mungkin disebabkan Tenryubito itu sendiri.
3. Situasi semakin kacau karena Mary Geoise diserang oleh pihak yang belum diketahui

Puncak dari kekacauan ini terjadi ketika Mary Geoise diserang oleh kekuatan yang belum diketahui, hingga menyebabkan wilayah tersebut terbakar.
Belum jelas apakah serangan ini berasal dari Pasukan Revolusi yang melanjutkan aksinya, atau justru pihak lain yang memanfaatkan situasi kacau tersebut. Namun yang pasti, ini memperlihatkan bahwa Mary Geoise tidak lagi seaman dulu.
Dalam kondisi ini, Imu bahkan sampai harus turun tangan langsung dengan merasuki Gunko untuk mempercepat rencananya, dan menurut Gorosei, saat ini Pemerintahan Dunia sedang menghadapi konflik sampai kekurangan orang.
Nah itu situasi kenapa Mary Geoise krisis makanan, bagaimana menurutmu?



















