Kaidou (dok. Toei Animation/One Piece)
Ada satu teori menarik yang semakin terasa masuk akal seiring berkembangnya lore One Piece: Awakening terjadi ketika kehendak pengguna selaras dengan kehendak Buah Iblisnya.
Untuk Zoan, teori ini terasa sangat vital. Berbeda dengan Paramecia atau Logia, Buah Iblis Zoan memiliki kehendak sendiri!
Petunjuk soal ini sudah lama disebar Oda. Contoh paling jelas adalah Hito Hito no Mi, Model: Nika.
Buah ini: mampu menghindari Gorosei selama 800 tahun, namun justru dengan mudah dimakan oleh seorang bocah di Desa Foosha. Seolah-olah buah itu memilih penggunanya.
Perhatikan juga ketika Buah Zoan diberikan pada benda mati. Objek tersebut tidak hanya memperoleh kekuatan, ia benar-benar hidup, bergerak, bereaksi, dan memiliki kehendak dasar.
Jika kita lihat lebih jauh, keselarasan kehendak ini konsisten pada para pemilik Zoan yang telah mencapai Awakening:
-Nika merepresentasikan kebebasan, tawa, dan pelepasan belenggu. Luffy adalah sosok yang ke mana pun pergi selalu membawa kebebasan, bahkan tanpa menyadarinya.
-Okuchi no Makami adalah dewa pelindung. Yamato berulang kali bertindak sebagai pelindung, menentang ayahnya demi menjaga negeri Wano, negerinya Kozuki Oden.
-Para Yokai Gorosei, seperti Gyuki (wujud Jaygarcia Saturn), secara folklor identik dengan malapetaka, kutukan, dan kehancuran. Dan setiap kali Gorosei turun tangan, itulah yang mereka bawa: bencana dan penderitaan.
Pola ini terasa terlalu konsisten untuk diabaikan.
Sekarang bandingkan dengan Kaido.
Buah Iblisnya, Uo Uo no Mi, Model: Seiryu, merepresentasikan naga Asia. Beda dari naga Eropa, naga Asia itu simbol kekuatan agung, kebijaksanaan, keberuntungan, serta pengendali hujan, air, dan cuaca, yang dalam banyak mitologi bertindak sebagai pelindung dan penyeimbang dunia.
Namun bagaimana Kaido menggunakan kekuatan itu?
Bukan untuk melindungi, melainkan menindas. Bukan untuk menjaga keseimbangan, melainkan menghancurkan. Bukan untuk membawa keberuntungan, melainkan memerintah lewat ketakutan.
Di sinilah teori ini mulai terasa “klik”.
Mungkinkah Kaido tidak pernah mencapai Awakening Zoan karena kehendaknya sendiri bertabrakan dengan kehendak Buah Iblisnya?
Bukan karena ia kurang kuat. Bukan karena ia kurang terlatih.
Melainkan karena ia dan naganya tidak pernah berjalan searah. Dan jika Awakening Zoan memang menuntut keselarasan, bukan sekadar kekuatan mentah, maka Kaido, sang Makhluk Terkuat di Dunia, mungkin justru terjebak oleh caranya sendiri dalam menggunakan kekuatan itu.