Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Kenapa Bartolomeo Mengagumi Luffy di One Piece? Ini Penyebabnya!
  • Bartolomeo mulai mengidolai Luffy setelah menyaksikan langsung momen Luffy selamat dari eksekusi Buggy di Loguetown, yang dianggapnya sebagai kejadian luar biasa.
  • Setelah mengikuti berita tentang aksi heroik Luffy di Marineford, Bartolomeo terinspirasi dan memutuskan untuk menjadi bajak laut demi meniru idolanya.
  • Kekaguman Bartolomeo terhadap Luffy sangat berlebihan hingga ia rela menyerang siapa pun yang menghina Luffy, meski tetap merasa malu saat bertemu langsung dengannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bartolomeo adalah karakter di One Piece yang sangat mengidolai Luffy, dia bahkan di level menyembah Luffy sebagai orang yang ia kagumi.

Namun semua pasti ada alasan dan ada pemicunya, apa yang membuat Bartolomeo menjadi mengagum Luffy?

Ini alasan kenapa Bartolomeo mengagumi Luffy!

1. Bartolomeo salah satu yang menjadi saksi momen Luffy selamat dari eksekusi di Loguetown

Di awal cerita saat Topi Jerami mampir le Loguetown, ada momen di mana Buggy ingin mengeksekusi Luffy di lokasi yang sama di mana Gol D. Roger dieksekusi.

Namun di momen ini, tiba-tiba petir menyambar dan Luffy selamat dari eksekusi Buggy.

Ternyata Barto ada di sana, dia menjadi saksi momen Luffy selamat dari eksekusi.

Sejak itu Barto mengidolai Luffy dan mengikuti perjalanan Topi Jerami di koran.

2. Setelah menyaksikan kiprah Luffy di Marineford, Barto pun jadi bajak laut

twitter.com/Eiichiro_Staff

Sebelum timeskip, Bartolomeo adalah kriminal biasa, dia belum berlayar menjadi bajak laut. Namun semua berubah karena Luffy.

Setelah mengikuti berita Luffy di koran sampai titik di mana Luffy mengacak-acak Marineford, di situlah Barto semakin mengagumi Luffy.

Di momen itu juga Bartolomeo meneguhkan hatinya dan memulai karir sebagai bajak laut.

3. Rasa kagum Barto ke Luffy sudah berlebihan, tapi kalau ketemu Luffy dia malu

Bartolomeo di One Piece. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Alasan Bartomenjadi penggemar Luffy nomor satu suah jelas kenapa, namun rasa kagumnya ke Luffy sangat berlebihan.

Dia seperti menyembah Luffy dan mengedepankan aksinya demi Luffy, meskipun Luffy tidak mau atau tidak memintanya.

Selain itu Barto juga tidak segan menyerang mereka yang bicara jelek soal  Luffy, seperti di manga dia memotong lidah orang yang bicara buruk soal Luffy.

Uniknya karena rasa kagum berlebihan ini, Barto selalu malu-malu setiap bertemu dengan Luffy.

Itu alasan kenapa Bartolomeo mengagumi Luffy di One Piece, bagaimana menurutmu?

Diterbitkan pertama 18 September 2024, diterbitkan kembali 8 April 2026

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ Seputar Kenapa Bartolomeo Mengagumi Luffy di One Piece

Kapan Bartolomeo mulai mengagumi Luffy?

Kekaguman Bartolomeo dimulai saat ia menyaksikan Luffy di panggung eksekusi Loguetown. Ia sangat terpukau melihat Luffy yang tersenyum saat hampir tewas dipenggal oleh Buggy, sebuah kejadian yang ia anggap sebagai mukjizat.

Apa yang membuat Bartolomeo terobsesi dengan kelompok Topi Jerami?

Setelah kejadian di Loguetown, Bartolomeo terus mengikuti berita tentang pencapaian Luffy. Ia sangat terkesan dengan keberanian Luffy yang berani menantang Pemerintah Dunia dan tindakannya yang selalu menolong teman-temannya tanpa pamrih.

Apa dampak kekaguman Bartolomeo terhadap hidupnya?

Sebelum menjadi bajak laut, Bartolomeo adalah seorang mafia penguasa wilayah daratan. Karena terinspirasi oleh Luffy, ia memutuskan untuk meninggalkan bisnis kriminalnya dan pergi ke laut demi mengikuti jejak sang idola.

Bagaimana cara Bartolomeo menunjukkan dukungannya kepada Luffy?

Bartolomeo membentuk kelompok bajak laut bernama Barto Club, di mana seluruh krunya adalah penggemar berat Topi Jerami. Ia bahkan membangun kapal bernama Going Luffy-senpai dan bergabung menjadi bagian dari Armada Besar Topi Jerami.

Editorial Team