Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Loki dan Ryokugyu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Loki dan Ryokugyu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Intinya sih...

  • Shepherd Sommers, Harald, dan Aramaki (Ryokugyu) tidak akan mampu menghadapi kekuatan Loki

  • Charlotte Linlin (Big Mom) rentan terhadap serangan fisik dan elemen destruktif dari Loki

  • Donquixote Doflamingo, Hajrudin, Rob Lucci, Zombie Oars, dan Shepherd Ju Peter juga tidak sebanding dengan kekuatan Loki

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekarang satu hal sudah semakin jelas: Loki itu monster. Bukan sekadar raksasa kuat, tapi ancaman level dunia.

Ia punya transformasi misterius yang diduga Zoan Mythical, Haoshoku Haki level tinggi, darah Ancient Giant, dan Ragnir, palu hidup yang bukan cuma menghancurkan target tapi juga memanggil petir untuk menambah daya rusaknya.

Dengan paket kekuatan segila itu, realistis saja kalau tidak semua karakter One Piece sanggup menghadapinya.

Kalau Loki benar-benar dilepas dari rantai, ada sejumlah nama besar yang jujur saja kemungkinan besar bakal tumbang kalau dipaksa duel satu lawan satu dengannya.

Siapa saja mereka?

Menurut saya, inilah daftarnya.

1. Shepherd Sommers

Shepherd Sommers (dok. Shueisha/One Piece)

Shepherd Sommers adalah contoh paling jelas Kesatria Dewa yang terlalu bergantung pada regenerasi.

Selama lawannya tidak punya cara menembus keabadian itu, Sommers bisa santai menyiksa mereka.

Masalahnya muncul begitu ia bertemu Scopper Gaban, yang bisa serangan Haoshoku Haki.

Begitu diserang dengan Haoshoku Haki, regenerasi Sommers melambat drastis. Dengan cepat, dia tercerai-berai tanpa sempat memberi perlawanan berarti. Di situ terlihat jelas: tanpa keabadian yang bekerja optimal, Sommers bukan petarung level atas.

Sekarang bayangkan skenario yang sama, tapi yang menghantamnya adalah Ragnir, palu raksasa Loki, yang diperkuat Haoshoku Haki dan disertai petir.

Harald, sosok yang jauh lebih kuat dari Sommers dan bahkan diakui Imu sebagai entitas “mustahil dikalahkan”, tumbang oleh ayunan Loki.

Jadi kalau Sommers kena satu hantaman penuh Ragnir? Jujur saja, besar kemungkinan dia langsung hancur sebelum sempat mengandalkan regenerasinya lagi.

2. Aramaki (Ryokugyu)

Ryokugyu terintimidasi oleh Haoshoku Haki Shanks (dok. Toei Animation/One Piece)

Sejak awal saja, duel ini sudah terasa mismatch: manusia pohon melawan raksasa pemanggil petir dengan palu sakti.

Mari kita bedah kemampuan Aramaki satu per satu.

Pertama, sulurnya.

Aramaki bisa menjerat musuh dengan tanaman super kuat, bahkan Yamato sempat tertahan olehnya. Tapi Loki berada di kelas berbeda. Ukurannya kolosal, fisiknya diperkuat darah Ancient Giant, dan kalau ia masuk wujud Zoan Mythical, sulit membayangkan sulur tanaman bisa benar-benar menahan gerakannya. Yang ada, sulur itu justru berisiko tercabik atau hancur saat Loki bergerak.

Kedua, daya tahannya terhadap elemen.

Aramaki bisa beradaptasi terhadap api, itu sudah terbukti. Tapi yang ia hadapi dari Loki bukan sekadar api. Ayunan Ragnir yang dilapisi Haoshoku Haki, ditambah petir sebagai efek lanjutan, adalah kombinasi kekuatan fisik + Haki tingkat tinggi + elemen destruktif. Ini bukan tipe serangan yang bisa “dinetralisir” dengan adaptasi tanaman semata. Bahkan bisa jadi pertahanan Aramaki sudah goyah duluan karena palu, dan ia langsung kena petir sebelum ia bisa mengerahkan teknik bertahan.

Ketiga, kelemahan mendasar Aramaki sebagai Logia.

Berbeda dari Logia klasik seperti Kizaru atau Enel, Aramaki tidak menjadi elemen yang bisa tak tersentuh seperti petir atau cahaya. Tubuhnya tetap bisa dihantam secara fisik. Itu membuatnya sangat rentan terhadap petarung yang unggul di kekuatan mentah, dan Loki adalah mimpi buruk dalam aspek ini.

Kesimpulannya, ini bukan soal Aramaki lemah. Ini soal matchup yang salah total.

Bahkan kalau Aramaki bisa terus tumbuh dari tunas pun ia rasanya akan mencapai batas setelah beberapa waktu.

Loki adalah tipe monster yang idealnya dihadapi oleh Angkatan Laut kelas berat seperti Garp, Sengoku, atau Sakazuki, petarung dengan kekuatan mentah, Haki tingkat tinggi, dan mental baja.

Ryokugyu melawan Loki? Lebih terasa seperti korban salah penugasan ketimbang duel seimbang.

3. Charlotte Linlin (Big Mom)

Big Mom (dok. Toei Animation/ One Piece)

Ini mungkin terdengar kontroversial, karena Big Mom adalah Yonko orisinal dan salah satu monster terkuat di eranya. Tapi justru karena itu, menarik untuk membedah matchup-nya secara spesifik, bukan sekadar status.

Big Mom punya tubuh yang luar biasa keras, dan ia mampu melapisi dirinya dengan Haoshoku Haki untuk menetralisir serangan musuh. Masalahnya, gaya bertarung Big Mom cenderung mengadu kekuatan mentah dan menahan serangan. Ia sering memilih nge-tank alih-alih menghindar atau bermain teknik.

Karena itu Loki menjadi lawan yang sangat berbahaya.

Berbeda dari Kaido yang punya transformasi naga raksasa untuk menambah lapisan pertahanan, atau minimal memperkuat keunggulannya di pertempuran, Big Mom tidak memiliki bentuk transformasi defensif. Tubuhnya memang solid, tapi hanya ada satu bentuk fisik dan itu berarti bisa dilukai jika serangannya cukup brutal.

Kita sudah pernah melihat Big Mom terhenti sesaat oleh serangan petir dadakan, seperti Zeus Breeze Tempo milik Nami ketika Zeus memakan Bola Hitam dan Telur Cuaca. Itu bukan serangan level Yonko, tapi tetap berdampak karena sifat elemennya.

Sekarang bayangkan versi ekstremnya: Palu Ragnir yang menghantam langsung, dilapisi Haoshoku Haki, disusul petir sebagai efek lanjutan.

Ini bukan sekadar serangan elemen. Ini kombinasi daya hancur fisik + Haki Raja + elemen petir, dan Ragnir sangat mungkin termasuk senjata langka yang benar-benar bisa melukai tubuh keras Big Mom.

Dalam duel satu lawan satu, dengan Big Mom yang cenderung menerima benturan langsung, bukan tidak mungkin Loki justru unggul dan menghancurkannya setelah adu jotos brutal.

4. Donquixote Doflamingo

Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/ One Piece)

Donquixote Doflamingo sering dianggap fans One Piece sebagai benchmark New World.

Logikanya sederhana: kalau seorang kapten atau kelompok tidak bisa menghadapi Doflamingo, maka mereka hampir pasti tidak akan selamat melangkah lebih jauh di wilayah Yonko.

Dan itu masuk akal.

Doflamingo punya tiga jenis Haki, Busoshoku yang solid, Kenbunshoku yang fungsional, serta Haoshoku Haki. Tapi masalahnya, tidak ada satu pun dari Haki itu yang berada di level tertinggi. Semuanya kuat, berbahaya, dan teknis, namun masih bisa diatasi oleh petarung yang benar-benar melampaui batas manusia biasa.

Ia memang sudah mencapai Awakening Ito Ito no Mi, dan pada masanya itu terasa luar biasa. Namun jika dilihat dari perspektif Final Saga, Awakening Doflamingo, meski tetap destruktif, sudah terasa sebagai level “oke tapi gak istimewa”, bukan puncak kekuatan dunia.

Nah, di sinilah Loki masuk.

Kalau Doflamingo adalah ambang batas New World, maka Loki adalah entitas yang berdiri jauh di atas ambang itu. Bukan hanya lebih kuat, tapi berada di kelas ancaman yang sama sekali berbeda.

Bayangkan skenario Dressrosa: Machvise saja sempat merepotkan Hajrudin, dan di sana Doflamingo bisa mengontrol medan lewat manipulasi dan strategi.

Sekarang ganti Hajrudin dengan Loki.

Satu ayunan Ragnir yang dilapisi Haoshoku Haki, disertai petir sebagai efek lanjutan, kemungkinan besar sudah cukup untuk membuat Doflamingo kelabakan. Awakening benang atau tidak, tubuh Doflamingo tetap manusia, dan itu adalah kelemahan fatal melawan kekuatan mentah Loki.

Singkatnya, kalau Doflamingo adalah ujian kelulusan New World, maka Loki adalah bencana alam yang bahkan tidak masuk kurikulum ujian itu.

5. Hajrudin

Hajrudin (dok. Toei Animation/One Piece)

Hajrudin memang sering dirundung Loki semasa kecil, dan tidak bisa membalas.

Setelah kita melihat kekuatan mereka sekarang, alasan di balik itu jadi sangat jelas. Level kekuatan dua saudara seayah ini memang terpaut jauh.

Hajrudin adalah petarung raksasa yang solid, tapi rekam jejaknya menunjukkan batas yang cukup nyata. Di Dressrosa, ia bisa dikalahkan dengan relatif mudah oleh Luffy, lalu bahkan harus babak belur dulu oleh Machvise sebelum akhirnya berhasil menang. Itu menunjukkan Hajrudin masih berada di kelas petarung New World awal: kuat, tapi bukan ancaman puncak.

Sekarang bandingkan dengan Loki.

Kalau posisi mereka ditukar (Loki yang muncul di Dressrosa) maka musuhnya jelas bukan lagi Machvise. Loki akan langsung menjadi ancaman bagi Doflamingo itu sendiri, bahkan berpotensi meruntuhkan seluruh struktur konflik arc tersebut. Ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi soal skala kehancuran yang dibawa.

Bahkan jika Hajrudin seandainya mendapatkan Mera Mera no Mi, jujur saja, masih sulit membayangkan ia bisa mengalahkan Loki dalam duel langsung. Perbedaan fisik, Haoshoku Haki, pengalaman, dan senjata membuat jarak mereka terlalu lebar untuk ditutup hanya dengan satu Buah Iblis.

Untungnya, setelah Loki akhirnya mengungkap kebenaran tentang hari kematian Harald, arah hubungan mereka tampaknya berubah.

Alih-alih dua saudara yang saling bermusuhan, Hajrudin dan Loki kini berpotensi berdiri di sisi yang sama, bertarung bersama, bukan saling menjatuhkan.

6. Rob Lucci

Rob Lucci (dok. Toei Animation/ One Piece)

Rob Lucci di Egghead Arc terasa… tragis.

Ia datang dengan Awakened Zoan, penuh kepercayaan diri, seolah ingin menegaskan bahwa dirinya masih relevan di panggung besar. Tapi realitanya kejam: ia digulung Gear 5 Luffy, lalu dikalahkan Roronoa Zoro dalam duel panjang di mana Lucci bahkan tidak melukai Zoro.

Penyajian ini terasa sangat disengaja dari Oda.

Lucci bukan lemah. Ia masih petarung papan atas. Ia mampu melukai Sentomaru, sosok dengan pertahanan luar biasa. Ia masih jauh di atas mayoritas karakter One Piece.

Masalahnya, Lucci bukan lagi puncak dunia.

Dan di situlah Loki masuk sebagai mimpi buruk baginya.

Dengan tumpukan kekuatan yang dimiliki (darah Ancient Giant, dugaan Zoan Mythical, Haoshoku Haki level tinggi, dan palu Ragnir) Loki berada di kelas ancaman yang bahkan terasa mendekati Gear 5 Luffy. Ini bukan jenis karakter yang bisa diatasi teknik Rokushiki, kecepatan, atau taktik efisien.

Lucci mungkin bisa mengulur waktu. Ia bisa bergerak cepat, menari di celah, memanfaatkan pengalaman sebagai pembunuh. Tapi duel melawan Loki bukan soal siapa yang lebih rapi, ini soal siapa yang selamat dari satu hantaman penuh.

Dan jujur saja, jika Ragnir menghantam tubuh Lucci dengan Haoshoku Haki penuh, sangat sulit membayangkan Tekkai yang diperkuat Busoshoku Haki cukup untuk menyelamatkannya.

7. Zombie Oars

Oars di Thriller Bark. (Toei Animation/One Piece)

Oars memang terasa agak njomplang di daftar ini. Sebagian besar nama sebelumnya adalah monster kelas New World atau Final Saga, sementara Oars adalah musuh dari era pra-Sabaody.

Tapi ada satu alasan kuat kenapa ia tetap pantas disebut: Oars adalah zombie dari Ancient Giant legendaris. Dan Loki? Ia adalah pemilik darah Ancient Giant yang masih hidup.

Secara konsep saja, keduanya memang pantas dibandingkan.

Masalahnya, dari segi realita kekuatan, pertarungan ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Meski Oars tidak bisa merasakan sakit dan memiliki tubuh raksasa yang tangguh, kombinasi wujud Zoan Loki dan Ragnir hampir pasti akan menghancurkan tubuh mayat itu jauh lebih cepat dibandingkan ketika Topi Jerami harus bekerja keras menjatuhkannya di Thriller Bark.

Ini bukan duel ketahanan. Ini penghancuran struktur tubuh.

Namun justru di sinilah muncul pertanyaan paling menarik.

Bayangkan jika Gecko Moria tidak memberi Oars bayangan Luffy… tapi bayangan Loki.

Ancient Giant + bayangan pewaris Ancient Giant + Haoshoku Haki + mentalitas Loki? Itu terasa jauh lebih cocok, dan jujur saja, jauh lebih mengerikan, dibandingkan Oars versi “Luffy raksasa”.

Untungnya bagi dunia One Piece, skenario itu tidak pernah terjadi.

8. Shepherd Ju Peter

Saint Shepherd Ju Peter (dok. Toei Animation/One Piece)

Saya jujur merasa Loki pantas diberi momen oleh Oda untuk menghajar setidaknya satu Gorosei. Dan dari semua nama yang ada, Shepherd Ju Peter terasa sebagai kandidat yang paling masuk akal, baik secara naratif maupun simbolik.

Gorosei adalah pihak yang dulu memberi perintah ke Raja Harald: jika Rocks D. Xebec dibunuh, Elbaph akan diterima oleh Pemerintah Dunia. Janji inilah yang merusak persahabatan Harald dan Xebec, sekaligus menjadi langkah awal Elbaph terseret lebih dalam ke skema Imu.

Mereka juga adalah pihak yang berulang kali bertemu Harald saat ia menjadi Pedang Dewa, menjelaskan Perjanjian Laut Dalam, namun dengan sengaja tidak pernah mengungkap konsekuensi penuhnya. Hasilnya jelas: Harald berubah menjadi alat mereka.

Sekarang soal kenapa Ju Peter secara spesifik.

Ju Peter memiliki wujud Sandworm, makhluk kolosal yang melambangkan kehancuran dan penggerogotan dari bawah. Sementara Loki diduga memiliki wujud Zoan Mythical seperti Nidhogg atau Jörmungandr, monster dunia yang melilit, merobek, dan menghancurkan tatanan lama. (Walau itu masih teori sih).

Pertarungan mereka bukan sekadar duel, itu akan terasa seperti dua mimpi buruk saling bertabrakan.

Ada faktor tambahan yang membuat Ju Peter semakin masuk radar: di Egghead, Haki Raja Ju Peter belum benar-benar diperlihatkan, berbeda dengan Gorosei lain. Jika memang level Haoshoku Haki-nya lebih rendah dibanding rekan-rekannya, maka secara matchup ia menjadi Gorosei yang paling rentan menghadapi Loki, sosok yang justru unggul dalam kekuatan mentah dan serangan berlapis Haoshoku Haki.

Editorial Team