Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
6 Hal Menarik Luffy, Pemilik Kekuatan Dewa Matahari, Menolong Skypiea
Luffy berhasil mendaratkan pukulan ke tubuh Enel (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Arc Skypiea kini dianggap relevan karena menampilkan konsep Dewa Matahari, sejarah kuno, dan tema pembebasan yang ternyata menjadi fondasi penting bagi misteri akhir One Piece.
  • Luffy digambarkan sebagai sosok pembebas sejati yang menumbangkan Enel sang dewa palsu, menghadirkan kebebasan bagi penduduk langit tanpa niat menjadi penyelamat atau dipuja.
  • Banyak momen di Skypiea, seperti doa Conis dan tarian api unggun Luffy, kini dipandang sebagai foreshadowing kekuatan Dewa Matahari Nika serta cerminan konflik besar Final Saga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

One Piece Skypiea arc sudah lama berlalu. Bahkan sempat ada masa ketika arc ini sering direkomendasikan untuk di-skip oleh sebagian fans karena dianggap “tidak nyambung dengan cerita utama.”

Namun sekarang, memasuki Final Saga, Skypiea justru terasa semakin relevan.

Mulai dari konsep Dewa Matahari, sejarah kuno, hingga tema pembebasan, banyak elemen di arc ini yang kini terasa seperti fondasi besar untuk misteri akhir One Piece.

Jadi, apa saja hal menarik dari Monkey D. Luffy selaku pemilik kekuatan Dewa Matahari saat menolong Skypiea?

1. Dewa Matahari ternyata sudah dikenal masyarakat Shandia

Kashigami. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha, Toei Animation/One Piece)

Ketika Mousse hendak dikorbankan untuk menghentikan wabah penyakit di Shandora, ada empat dewa yang disebut:

  • Dewa Matahari

  • Dewa Hujan

  • Dewa Bumi

  • Dewa Hutan

Menariknya, ada indikasi bahwa empat aspek tersebut dianggap masyarakat Shandia sebagai bagian dari satu sosok: Kashigami sang ular raksasa.

Masalahnya, Kashigami sendiri pada akhirnya terbukti hanyalah “dewa palsu.” Ia sekadar ular raksasa yang kemudian dibunuh dengan mudah oleh Montblanc Noland.

Namun setelah pengungkapan bahwa Sun God Nika kekuatannya masih eksis hingga sekarang, ditambah disebutnya Dewa Bumi dan Dewa Hutan dalam mural The Harley di Elbaph, ada kemungkinan kepercayaan kuno Shandia memang berasal dari sosok-sosok nyata di masa lampau.

Hanya saja, seiring waktu, pemahaman mereka berubah dan bercampur dengan pemujaan terhadap Kashigami.

2. Dewa Matahari terasa dipandang sebagai sosok baik oleh Shandia

Mousse, anak Kalgara. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha, Toei Animation/One Piece)

Meski ada empat dewa yang disebut, Mousse justru menenangkan ibunya dengan mengatakan bahwa dirinya akan “bertemu Dewa Matahari.”

Dari situ terasa bahwa Dewa Matahari kemungkinan dipandang sebagai sosok yang baik atau membawa kedamaian oleh masyarakat Shandia.

Dan ironis sekaligus menariknya?

Ratusan tahun kemudian, Shandia dan Skypiea benar-benar diselamatkan oleh Luffy, sosok yang ternyata memiliki kekuatan Dewa Matahari.

Hal ini membuat Skypiea terasa seperti arc yang diam-diam sudah menanam benih konsep Nika sejak lama.

3. Luffy datang sebagai “dewa” yang membebaskan negeri langit dari dewa palsu

Luffy berhasil mendaratkan pukulan ke tubuh Enel (dok. Toei Animation/One Piece)

Di Skypiea ada Enel, sosok yang literally menyebut dirinya dewa dan memerintah lewat rasa takut.

Sementara itu, Luffy datang tanpa niat menjadi penyelamat. Dia tidak ingin dipuja, tidak punya agenda politik, dan bahkan tidak terlalu peduli soal status “dewa.”

Namun justru dialah yang membebaskan penduduk, menghancurkan sistem ketakutan, dan mengembalikan kebebasan ke negeri langit.

Hal ini sangat cocok dengan konsep Nika sebagai “Warrior of Liberation.”

Yang menarik lagi, Enel tampil seperti gambaran dewa klasik:

  • jauh dari manusia,

  • menakutkan,

  • dan menghukum siapa saja yang melawannya.

Sedangkan Luffy sebagai Dewa Matahari justru:

  • absurd,

  • penuh tawa,

  • makan tanpa henti,

  • dan mudah berteman dengan siapa saja.

Kontras itu sekarang terasa jauh lebih disengaja.

Apalagi Nika sendiri dikenal sebagai sosok yang membawa tawa dan kebebasan bagi mereka yang tertindas.

4. Doa Conis kepada “dewa” pada akhirnya terkabul lewat Luffy

Conis mendapati doanya terkabul. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Ada satu momen menarik di One Piece bab 297.

Di tengah kehancuran akibat serangan Enel, Conis memanjatkan doa kepada “dewa” agar negeri di atas awan itu dan orang-orangnya diselamatkan.

Dulu, dialog ini mungkin hanya terasa sebagai simbol harapan di tengah situasi gelap.

Namun setelah terungkap bahwa Luffy memiliki kekuatan Dewa Matahari Nika, adegan tersebut terasa memiliki makna baru.

Pada akhirnya, “matahari” yang menyelamatkan Skypiea memang benar-benar datang lewat Luffy.

Cukup unik memang. Ini seperti doa Conis diwujudkan oleh karakter yang diam-diam punya kekuatan dewa asli.

5. Adegan api unggun kini terasa seperti foreshadowing Nika

Adegan tarian api unggun di Skypiea arc yang kini memicu spekulasi Nika. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Ini mungkin salah satu panel yang paling berubah maknanya setelah reveal Nika.

Dulu, adegan Luffy menari di depan api unggun bersama para serigala terasa seperti momen goofy khas One Piece.

Namun sekarang?

Pose tubuhnya, siluetnya, cara dia tertawa di bawah cahaya api dan malam… semuanya sangat mirip dengan representasi Nika yang diperlihatkan bertahun-tahun kemudian.

Dan yang membuatnya makin menarik, momen itu terjadi di arc yang berkali-kali menyebut keberadaan “Dewa Matahari.”

Sulit rasanya menganggap semua itu sekadar kebetulan sekarang.

6. Skypiea terasa seperti miniatur konflik akhir One Piece

Gorosei (dok. Toei Animation/ One Piece)

Semakin dipikir-pikir, Skypiea sebenarnya punya banyak elemen yang mirip dengan konflik besar Final Saga:

  • ada dewa palsu yang menguasai dunia,

  • ada sejarah kuno yang disembunyikan,

  • ada kelompok tertindas,

  • ada simbol matahari,

  • ada kota kuno,

  • ada poneglyph,

  • ada perang demi kebebasan,

  • dan ada sosok pembebas yang membawa tawa.

Bedanya, skala konfliknya sekarang jauh lebih besar.

Kalau dulu “dewa palsu” itu adalah Enel, maka kini ancamannya tampaknya mengarah ke Imu dan para Tenryuubito yang jauh lebih kuat, kekuasaannya jauh lebih besar, dan sangat, sangat berbahaya.

Karena itu, semakin banyak fans yang mulai melihat Skypiea bukan sebagai arc sampingan, melainkan salah satu arc paling penting secara tematik di seluruh One Piece.

Editorial Team