Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Benarkah Rute Luffy Setelah Wano Lebih Mudah dari Law dan Kid?

Benarkah Rute Luffy Setelah Wano Lebih Mudah dari Law dan Kid?
Trafalgar Law, Monkey D. Luffy, Eustass Kid. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
  • Kid dan Law menghadapi Shanks serta Bajak Laut Kurohige di rute masing-masing setelah meninggalkan Wano.
  • Luffy menghadapi Buster Call, Gorosei, Kesatria Dewa, dan Nerona Imu di Egghead hingga Elbaph.
  • Bajak Laut Topi Jerami masih berlayar, sementara Bajak Laut Kid dan Bajak Laut Hati telah hancur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum Bajak Laut Topi Jerami, Bajak Laut Kid, dan Bajak Laut Hati berlayar meninggalkan Wano, ketiganya sempat menentukan rute yang akan mereka ambil selanjutnya.

Lucunya, Luffy saat itu justru mendapat rute sisa.

Law lebih dulu memilih salah satu rute yang di atas kertas terlihat menguntungkan, sementara Kid memenangkan undian dan mendapatkan pilihan berikutnya. Luffy? Dapat sisanya.

Namun sekarang kita tahu hasil akhirnya.

Bajak Laut Kid hancur. Bajak Laut Hati hancur. Sementara Bajak Laut Topi Jerami masih terus berlayar dan kini terlibat dalam salah satu konflik terbesar di dunia.

Jadi, sebenarnya apakah rute Luffy setelah Wano memang lebih mudah daripada rute Law dan Kid?

Justru kalau melihat apa yang mereka hadapi, jawabannya bisa jadi sebaliknya.

  1. 1. Hambatan di Rute Kid dan Law

    Eustass Kid vs Shanks
    Eustass Kid vs Shanks (dok. Toei Animation/One Piece)

    Untuk Bajak Laut Kid, masalahnya adalah mereka ternyata sampai di Elbaph terlalu dini.

    Memang, Kid mungkin tidak perlu berhadapan dengan Kesatria Dewa ataupun Nerona Imu seperti yang dialami Luffy.

    Masalahnya, saat Kid tiba di sana, Bajak Laut Rambut Merah sedang berada di Elbaph.

    Dan Kid menghadapi Shanks dengan cara yang mungkin paling Kid yang bisa dibayangkan.

    Ia melihat armada Shanks berkumpul, melihat banyak kapal sekutu di depannya, lalu memutuskan: “Hajar saja.”

    Hasilnya?

    Kid dan Killer tumbang dalam satu serangan Shanks, sementara kapal mereka kemudian dihancurkan oleh Dorry dan Brogy.

    Lebih buruk lagi, salinan Poneglyph yang dimiliki Bajak Laut Kid akhirnya jatuh ke tangan Shanks setelah anak buah Kid menyerah dan memohon ampun.

    Perjalanan mereka praktis berakhir di sana.

    Sementara itu, Bajak Laut Hati mengambil rute menuju Pulau Winner.

    Di sana, mereka justru disergap oleh sebagian Bajak Laut Kurohige.

    Law dan krunya memberikan perlawanan, tetapi pada akhirnya Bajak Laut Hati kalah.

    Dengan kata lain, dua kelompok Worst Generation tersebut sama-sama menemukan monster yang berbeda di ujung rutenya.

  2. 2. Hambatan di Rute Luffy

    Monkey D Luffy vs Gorosei
    Monkey D Luffy vs Gorosei (dok. Toei Animation/One Piece)

    Lalu bagaimana dengan Luffy?

    Kalau melihat rutenya setelah Wano, sulit mengatakan bahwa ia mendapatkan jalan yang mudah.

    Di Egghead, Luffy dan Bajak Laut Topi Jerami berujung mencoba menolong Vegapunk.

    Akibatnya, Bajak Laut Topi Jerami harus menghadapi Buster Call, kemudian para Gorosei, membuat Egghead berubah menjadi salah satu konflik terbesar dalam Final Saga.

    Belum selesai sampai di sana pula.

    Mereka kemudian pergi ke Elbaph.

    Dan Luffy datang tepat ketika Kesatria Dewa mulai bergerak untuk menculik anak-anak Elbaph sebagai bagian dari upaya menundukkan para raksasa.

    Lalu masalahnya meningkat lagi.

    Nerona Imu turun langsung ke Elbaph.

    Jadi sejak Egghead saja, rute Luffy sudah jauh dari kata mudah. Elbaph kemudian membuat situasinya semakin ekstrem.

    Kalau Kid bertemu Shanks dan Law bertemu Bajak Laut Kurohige, maka Luffy mendapatkan… Gorosei, Kesatria Dewa, dan Imu.

    Ya. Rute sisa memang terdengar kurang menarik sampai kamu melihat siapa yang menunggu di ujungnya.

  3. 3. Sebenarnya Ini Bukan Soal Rute Mana yang Mudah

    Trafalgar Law, Monkey D. Luffy, dan Eustass Kid bersama dalam ilustrasi One Piece karya Eiichiro Oda dari Shueisha.
    Trafalgar Law, Monkey D. Luffy, Eustass Kid. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Namun menurut saya, kejadian setelah Wano justru menunjukkan bahwa tidak ada rute yang benar-benar mudah.

    Ketiga rute yang tersedia bagi Luffy, Law, dan Kid membawa mereka menuju ancaman yang berbeda.

    Kid mendapatkan Shanks. Law mendapatkan Bajak Laut Kurohige. Luffy mendapatkan Pemerintah Dunia.

    Jadi mungkin persoalannya bukan “siapa yang mendapatkan rute paling mudah?”

    Melainkan: “Siapa yang paling siap menghadapi apa pun yang menunggu di rute tersebut?”

    Dan di sinilah perbedaan ketiga kelompok tersebut mulai terlihat.

    Bajak Laut Topi Jerami memiliki kapten yang sudah menguasai Haoshoku Haki tingkat tinggi, ditambah kru yang meskipun jumlahnya hanya 10 orang (satu kapten dan sembilan anggota) secara keseluruhan memiliki kemampuan bertarung yang sangat tinggi.

    Bahkan anggota yang selama ini dianggap paling lemah seperti Nami dan Usopp tetap mampu bertahan dalam konflik berskala besar.

    Bajak Laut Hati memang memiliki Law, seorang pengguna Ope Ope no Mi yang sangat kuat.

    Namun selain Law, sulit menemukan anggota kru yang bisa diandalkan untuk menghadapi petarung kelas atas.

    Bajak Laut Kid sedikit lebih kuat di bagian atas karena memiliki Kid dan Killer.

    Tetapi masalahnya juga terlihat jelas. Begitu Kid dan Killer tumbang di hadapan Shanks, selesai sudah.

    Sedangkan Bajak Laut Topi Jerami memiliki kedalaman kekuatan yang jauh lebih besar.

    Jadi Pulau Winner, Elbaph, dan Egghead pada akhirnya seperti memberikan ujian yang berbeda kepada tiga kelompok Worst Generation tersebut:

    Apakah mereka cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju Laugh Tale?

    Dan sejauh ini, hanya satu kelompok yang berhasil melewati ujian tersebut. Bajak Laut Topi Jerami.

  4. 4. Bahkan Ada Kemungkinan Rute Luffy Justru Lebih Brutal

    Screenshot 2026-08-24 at 10.35.27.png
    Wujud baru Nerona Imu. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Tentu saja, bagian ini sudah masuk wilayah teori.

    Namun menarik untuk membayangkan bagaimana hasilnya kalau Topi Jerami justru mendapatkan rute yang dipilih Kid atau Law.

    Misalnya, kalau Luffy pergi ke Pulau Winner dan bertemu Bajak Laut Kurohige dalam kondisi mereka tidak lengkap, situasinya mungkin berbeda.

    Bajak Laut Kurohige yang berada di sana memang memiliki beberapa nama besar seperti Kurohige, Burgess, Van Augur, Doc Q, dan Stronger, tetapi mereka tidak membawa seluruh kekuatan kru.

    Dengan kekuatan Luffy dan seluruh Bajak Laut Topi Jerami, bukan mustahil pertempuran tersebut justru menjadi masalah bagi Kurohige.

    Bahkan Kurohige bisa saja memilih mundur jika menilai pertempuran itu tidak menguntungkan.

    Begitu juga dengan Elbaph.

    Kalau Luffy datang lebih awal, sebelum situasi berubah menjadi konflik dengan Pemerintah Dunia, ada kemungkinan pertemuannya dengan Shanks berlangsung sangat berbeda.

    Shanks mungkin lebih tertarik menguji Luffy daripada langsung menghancurkannya seperti yang terjadi pada Kid.

    Apalagi hubungan Luffy dan Shanks jelas berbeda jauh dari hubungan Shanks dengan Kid.

    Sekali lagi, ini hanya spekulasi. Namun justru dari sini muncul kemungkinan yang menarik:

    Luffy mungkin bukan mendapatkan rute yang paling mudah. Bisa jadi dia justru mendapatkan rute paling brutal.

    Kid bertemu salah satu Yonko.

    Law bertemu kelompok calon Yonko lainnya.

    Sedangkan Luffy? Dia memilih menyelamatkan Vegapunk, masuk ke konflik Pemerintah Dunia, lalu datang ke Elbaph tepat ketika Imu sendiri turun tangan.

    Yang beda hanya Bajak Laut Topi Jerami lebih siap untuk menghadapi ancaman apapun yang menanti mereka menuju Laugh Tale.

    Dan bagian paling lucunya adalah: Luffy bahkan tidak memilih rute itu karena strateginya bagus. Dia cuma kebagian rute yang tersisa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More