Imu di hadapan Loki dan Ragnir. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Petir sebenarnya bermula dari partikel es di dalam awan badai. Di sana, kristal es kecil yang ringan tertiup ke atas oleh angin, sementara bongkahan es yang lebih berat jatuh ke bawah. Saat keduanya berpapasan, mereka saling bergesekan dan bertabrakan dengan sangat kuat.
Gesekan atau benturan ini menyebabkan perpindahan listrik statis, mirip seperti saat kamu menggosokkan balon ke rambut. Kristal es yang naik membawa muatan positif ke puncak awan, sedangkan es yang jatuh membawa muatan negatif ke dasar awan. Hal ini menciptakan perbedaan tegangan listrik yang sangat besar di dalam awan tersebut.
Ketika perbedaan muatan antara bagian atas dan bawah awan sudah terlalu ekstrem, alam akan melepaskan percikan listrik raksasa untuk menyeimbangkannya kembali. Percikan itulah yang kita kenal sebagai petir.
Tanpa adanya gesekan partikel es ini, awan tidak akan memiliki cukup energi untuk menciptakan kilat.