10 Adegan Tersedih di One Piece Pilihan Penggemar! Siapkan Tisu Kalian!

Buku One Piece 10th Treasures pada 2007 memuat pilihan penggemar Jepang untuk 10 adegan paling sedih sebelum time skip, dengan fokus pada perpisahan, loyalitas, dan masa lalu karakter.
Peringkat tengah menyoroti kembalinya Usopp ke kru Topi Jerami, penghormatan Chopper kepada Hiluluk, kemunculan Going Merry di Enies Lobby, sumpah Zoro, serta permintaan tolong Nami kepada Luffy.
Tiga teratas adalah perpisahan diam-diam dengan Vivi, teriakan Robin yang ingin hidup, dan pembakaran Going Merry sebagai peristirahatan terakhir kapal pertama Topi Jerami.
Seperti kebanyakan kisah lain, ada juga adegan tersedih di One Piece yang pastinya menguras air mata dan perasaan.
Meskipun begitu, 10 adegan tersedih di One Piece yang akan muncul di artikel ini bukan pilihan Duniaku.net loh, melainkan pilihan penggemar di Jepang!
Pemilihan ini dilakukan dan diumumkan dalam buku One Piece 10th Treasures. Karena buku ini rilis pada tahun 2007, maka adegan sedih pilihan penggemar ini berisi adegan sebelum time skip ya.
Kira-kira, apa saja 10 adegan tersedih di One Piece pilihan penggemar? Simak daftarnya di bawah ini!
Catatan: Kita adakan sedikit game. Setelah membaca 10 daftarnya di sini, coba kamu tulis satu adegan tersedih favoritmu dari 10 yang ada di artikel ini dengan memberikan komentar berisi peringkat atau adegannya, siapa tahu samaan dengan pembaca lain.
Table of Content
10. Kembalinya Usopp ke Kelompok Topi Jerami

Usopp menangis, memohon ke-Luffy untuk kembali ke-kru Topi Jerami (dok.Toei Animation/One Piece) Di chapter ini, Luffy dan kelompoknya sudah bersiap untuk berlayar meninggalkan Water 7. Mereka sempat menunggu Usopp sebentar, namun Laksamana Garp mulai menyerang sehingga mereka harus segera bersiap berlayar demi keselamatan kapal.
Adegan tersedihnya terjadi saat Usopp datang terlambat ketika teman-temannya sudah mulai menjauh dari dermaga. Dengan mata berair, dia memohon sambil berteriak kepada Luffy untuk mengizinkannya kembali ke kelompok Topi Jerami. Momen dramatis ini melunakkan hati sang kapten, hingga akhirnya Luffy menerima Usopp kembali dengan penuh rasa haru. Tangisan penyesalan Usopp dan kebangkitan rasa saling percaya di antara mereka membuat adegan ini sangat emosional.
9. Bunga Sakura Hiluluk Mekar untuk Chopper

Dr. Hiriluk dan Chopper. (dok.Toei Animation/One Piece) Adegan tersedih di One Piece yang berikutnya bercerita tentang momen bergabungnya Tony Tony Chopper ke dalam kelompok Topi Jerami. Chopper awalnya hendak pergi meninggalkan Pulau Drum dengan perasaan penuh keraguan dan rasa tidak percaya diri.
Namun, semua keraguan itu runtuh ketika meriam yang ditembakkan Kureha ke langit malam menyebarkan bubuk racikan rahasia milik Dokter Hiruluk, mengubah salju menjadi kepulan merah muda menyerupai pohon sakura raksasa. Chopper yang melihat pemandangan ajaib tersebut benar-benar terharu, dan rasa ragu di dalam hatinya mulai menghilang. Penghormatan terakhir untuk mendiang Dokter Hiluluk ini menjadi simbol keberanian baru bagi Chopper. Kini, ia siap menjelajahi lautan luas bersama teman-teman barunya.
Bagaimana menurutmu adegan perpisahan Chopper yang sangat indah ini?
8. Kenangan Pahit Masa Lalu Usopp dan Sang Ibu

Usopp Kecil dan Ibunya Banchina (dok.Toei Animation/One Piece) Masih dari adegan kepergian kelompok Topi Jerami, momen sedih kembali muncul saat kapal mulai berlayar. Ketika Usopp akhirnya mengiyakan ajakan untuk bergabung menjadi penembak jitu kelompok Luffy, kisah masa lalu Usopp diceritakan kembali oleh Going Merry kepada Kaya.
Di situlah terungkap cerita kelam bagaimana ibu dari Usopp meninggal dunia karena sakit, sementara Usopp kecil terus berlari sambil berbohong bahwa kapal ayahnya telah datang demi menghibur sang ibu. Kebiasaan berbohong Usopp yang kita kenal ternyata lahir dari rasa putus asa dan kerinduan mendalam seorang anak. Momen tragis inilah yang menjadi adegan sedih di peringkat kedelapan ini. Apakah kamu ikut meneteskan air mata saat kisah masa lalu Usopp ini diputar kembali?
7. Kemunculan Tiba-Tiba Going Merry di Enies Lobby

Klabautermann memperbaiki kapal sementara waktu di Water 7 Masih dari deretan adegan dramatis perpisahan dan penyelamatan, momen ini terjadi setelah Luffy berhasil mengalahkan Rob Lucci dan Nico Robin berhasil diselamatkan dari genggaman CP9. Bagi sebagian penonton, adegan ini mungkin terasa lebih keren dibanding sedih, yaitu saat Going Merry datang menolong secara ajaib!
Ketika kelompok Topi Jerami sudah tersudut di dermaga dan terkepung oleh meriam Buster Call tanpa jalan keluar, tiba-tiba Going Merry muncul menyusuri lautan seorang diri tanpa awak. Kapal yang memiliki jiwa (Klabautermann) ini langsung "menangkap" para Nakama-nya yang melompat dari tebing. Keajaiban ini membuktikan betapa besarnya ikatan batin antara Going Merry dan para kru yang selalu merawatnya.
6. Sumpah Setia Roronoa Zoro Kepada Luffy

Momen pertarungan Zoro lawan Mihawk. (dok.Toei Animation/One Piec) Untuk adegan yang satu ini, kita diperlihatkan momen langka ketika karakter paling tangguh dan berhati baja di Topi Jerami, yaitu Roronoa Zoro, meneteskan air mata.
Setelah menerima kekalahan telak dari pendekar pedang nomor satu dunia, Dracule Mihawk, Zoro merasakan penyesalan yang amat mendalam atas keterbatasannya. Dengan pedang terangkat ke langit dan tubuh penuh luka, ia menangis sesenggukan sambil mengikrarkan sumpah kepada sang kapten bahwa ia tidak akan pernah kalah lagi sampai hari di mana ia bisa mengalahkan Mihawk. Sikap rendah hati dan dorongan harga diri Zoro ini menjadi salah satu pilar loyalitas terkuat dalam sejarah perjalan kelompok Topi Jerami.
5. Tangisan Nami dan Panggilan "Luffy, Tolong Aku"

Luffy Memberikan Topi Jerami ke Nami yang Menangis dihadapannya (dok.Toei Animation/One Piece) Kembali ke momen emosional karakter yang menangis, kali ini datang dari navigator andal kelompok Topi Jerami, Nami. Setelah sempat terlihat "mengkhianati" kapten dan rekan-rekannya demi menebus Desa Cocoyasi dari cengkeraman Arlong, Nami akhirnya berada di titik frustrasi terberatnya.
Sambil menangis histeris dan menancapkan pisau ke badannya sendiri, Nami akhirnya memberanikan diri meminta bantuan kepada Luffy. Berperan sebagai kapten yang sangat mengayomi, Luffy tanpa ragu meletakkan topi jerami berharganya ke kepala Nami untuk dijaga—sebuah simbol kepercayaan mutlak, lalu berteriak siap bertarung menghancurkan Arlong Park. Momen peralihan dari rasa putus asa menuju secercah harapan ini sukses membuat bulu kuduk penonton merinding.
4. Penghormatan Terakhir Sanji Kepada Zeff di Baratie

Sanji bersujud dan memberikan penghormatan ke kru koki Baratie (dok.Toei Animation/One Piece) Masih melibatkan momen karakter yang menangis, kali ini merupakan gabungan antara rasa haru, rasa syukur, dan perpisahan yang mendalam. Adegan tersedih di One Piece ini datang ketika Sanji memutuskan untuk bergabung dengan Topi Jerami dan harus berpisah dengan restoran terapung Baratie, serta sosok "ayah" angkatnya, Zeff.
Saat Sanji hendak melangkah keluar, Zeff memberikan pesan hangat yang memecah pertahanan emosi Sanji. Sanji yang biasanya bersikap dingin langsung bersujud dan mengucapkan terima kasih setulus hatinya atas semua kebaikan dan makanan yang diberikan Zeff selama ini. Adegan bersujudnya Sanji ini menjadi simbol kematangan seorang anak yang siap mengejar mimpinya ke lautan lepas.
3. Simbol Tanda 'X' dan Perpisahan Bisu dengan Nefertari Vivi

Perpisahan Vivi dengan kru Topi Jerami. (Toei Animation/One Piece) Kembali ke adegan perpisahan, kali ini kelompok Topi Jerami harus berpisah dengan Putri Nefertari Vivi setelah berhasil menyelamatkan Kerajaan Alabasta. Namun, demi keselamatan politik sang putri, mereka harus berpisah dalam diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Kenapa harus berpisah dalam diam? Jika Angkatan Laut mengetahui Vivi memiliki hubungan erat dengan kelompok bajak laut, posisi Kerajaan Alabasta akan berada dalam bahaya besar. Oleh karena itu, kelompok Topi Jerami mengangkat tangan kiri mereka yang dilingkari simbol 'X' sambil membelakangi Vivi. Tanpa perlu kata-kata, siluet tanda 'X' tersebut menjadi bukti abadi bahwa Vivi akan selalu menjadi bagian dari Nakama Topi Jerami.
2. Teriakan Histeris Nico Robin: "Aku Ingin Hidup!"

Robin Menangis bahwa dia ingin hidup (dok.Toei Animation/One Piece) Ingat momen ikonik di Enies Lobby di mana Nico Robin menangis dan berteriak, "Aku ingin hidup! Bawa aku pergi bersama kalian ke lautan!"? Itulah adegan tersedih di One Piece yang berhasil menduduki peringkat kedua pilihan penggemar.
Di sana, kita tidak hanya melihat perasaan emosional Robin yang sebenarnya—yang selama hidupnya selalu menganggap dirinya tidak layak untuk bernapas. Tetapi kita juga menyaksikan momen spektakuler saat Luffy memerintahkan Sogeking untuk membakar bendera Pemerintah Dunia. Deklarasi perang terhadap seluruh dunia demi menyelamatkan satu orang Nakama ini berhasil menciptakan momen paling haru sekaligus heroik.
1. Peristirahatan Terakhir dan Pembakaran Kapal Going Merry

Kapal Going Merry dalam Arc Enies Lobby (dok.Toei Animation/One Piece) Untuk posisi puncak ini, hampir semua penggemar One Piece dipastikan setuju, sebab adegan ini terbukti sanggup meneteskan air mata siapa saja yang menontonnya.
Going Merry sudah berada di batas kemampuan fisiknya dan tidak bisa lagi melanjutkan pelayaran di lautan ganas. Sebagai kapten yang bertanggung jawab, Luffy membuat keputusan terberat dengan membakar Going Merry di tengah laut, menuntun kapal kesayangan mereka menuju peristirahatan terakhirnya.
Suasana menjadi sangat memilukan ketika jiwa Going Merry (Klabautermann) berbicara menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta maaf karena tidak bisa membawa mereka berlayar lebih jauh lagi. Semua kru Topi Jerami menangis histeris meratapi kepergian kapal pertama mereka. Kehilangan Going Merry bukan sekadar kehilangan moda transportasi, melainkan berpisahnya seorang sahabat sejati yang telah menemani perjuangan dari awal.
Itulah 10 adegan tersedih di One Piece pilihan penggemar di Jepang sebelum era time skip. Apakah kamu setuju dengan urutan pilihan penggemar dari Negeri Sakura ini? Atau kamu punya adegan emosional lain yang menurutmu jauh lebih menguras air mata? Silakan tuliskan pendapat dan pengalaman menontonmu di kolom komentar, ya!
Diterbitkan pertama tanggal 29 Oktober 2018, diterbitkan kembali 19 Agustus 2026 dengan beberapa pembaruan dari Habib Muhammad.
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku















![[QUIZ] Kalau Bisa Dapat Satu Kekuatan Anime, Mana yang Mungkin Kamu Miliki?](https://image.idntimes.com/post/20260807/wdv1dx0071vy09ie7fg1dxdyh_cba051c5-141c-43e8-8921-9f37c29f4171.png)
![[QUIZ] Kalau Jadi Hunter Solo Leveling, Apa Kekuatan Andalanmu?](https://image.idntimes.com/post/20260714/chatgpt-image-jul-14-2026-10_13_25-pm_013709ac-4ad7-408d-a471-e632261a25c8.png)

