Para Kazekage (dok. Pierrot/Naruto Shippuden)
Siapa sangka beberapa generasi Kazekage di Sunagakure ternyata memiliki Kekkei Genkai yang sama?
Kemampuan tersebut adalah Jiton atau Elemen Magnet, yang membuat penggunanya menghasilkan gaya magnet untuk mengendalikan material tertentu.
Yang jadi pembedanya, meskipun menguasai Kekkei Genkai yang sama, setiap Kazekage memiliki karakteristik serangan yang berbeda, mulai dari pasir besi hingga pasir emas yang dapat digunakan untuk menyerang dan bertahan.
Kazekage Ketiga merupakan salah satu pengguna Jiton paling ditakuti.
Selain memiliki kemampuan manipulasi pasir, ia mengembangkan Satetsu atau pasir besi yang dapat dibentuk menjadi berbagai senjata mematikan.
Teknik seperti Satetsu Kaiho bahkan mampu menghasilkan jaringan duri besi dalam area luas.
Sayangnya, Kazekage Ketiga akhirnya dibunuh Sasori dan dijadikan Human Puppet.
Sementara itu, Rasa yang menjabat sebagai Kazekage Keempat menggunakan Sakin atau pasir emas.
Berbeda dengan pasir biasa, material emas memiliki massa jenis lebih tinggi sehingga efektif untuk menekan pergerakan pasir milik Shukaku.
Rasa bahkan beberapa kali menggunakan kemampuan tersebut untuk mengatasi amukan Shkaku yang berada dalam tubuh Gaara.
Lalu bagaimana dengan Gaara, Kazekage Kelima?
Ia memang lebih terkenal berkat kemampuan mengendalikan pasir biasa, tetapi dalam novel Gaara Hiden: A Sandstorm Mirage, Gaara dikonfirmasi mewarisi Jiton dari Rasa.
Ia dapat memanipulasi pasir mineral berkepadatan tinggi serta menggabungkannya dengan pasir biasa untuk memperkuat pertahanannya.
Namun, perlu dibedakan bahwa kemampuan mengendalikan pasir yang selama ini menjadi ciri khas Gaara tidak seluruhnya berasal dari Jiton.
Perlindungan pasir otomatisnya juga berkaitan dengan chakra dan kasih sayang ibunya, Karura.
Ketiga Kazekage tersebut memperlihatkan bagaimana satu Kekkei Genkai dapat berkembang menjadi teknik bertarung yang berbeda.
Kazekage Ketiga unggul melalui serangan pasir besi yang mematikan, Rasa mampu menekan pergerakan Bijuu menggunakan pasir emas, sedangkan Gaara mengembangkan manipulasi pasir sebagai pertahanan sekaligus serangan berskala besar.