Orange Piccolo di Dragon Ball Super: Super Hero. (Dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Super Hero)
Piccolo pernah menjadi ancaman terbesar di awal cerita Dragon Ball. Ia adalah musuh utama, simbol teror, dan rival sejati Goku.
Namun setelah kedatangan Raditz di Dragon Ball Z, posisi Piccolo perlahan berubah. Ia tetap penting, bahkan krusial sebagai mentor Gohan, tetapi dalam pertarungan besar, harapan untuk menang biasanya tidak pernah benar-benar ada.
Melawan Nappa dan Vegeta? Ia tertinggal.
Menghadapi Frieza? Jauh dari cukup.
Cell dan Buu? Perannya lebih ke pendukung daripada penentu.
Piccolo seperti selalu ada… tapi jarang jadi ujung tombak.
Semua itu berubah di Dragon Ball Super: Super Hero.
Melalui kekuatan yang dibangkitkan oleh Shenron, Piccolo mencapai transformasi baru: Orange Piccolo. Tubuhnya membesar, warna kulitnya berubah oranye kemerahan, dan auranya terasa jauh lebih padat, bukan sekadar peningkatan biasa, tapi lompatan level.
Dalam wujud ini, ia mampu menghajar Gamma 2 dengan dominan dan bahkan bertahan menghadapi Cell Max, musuh yang kesulitan dihadapi petarung Bumi tanpa Goku dan Vegeta.
Yang membuat momen ini makin spesial adalah komentar dari Akira Toriyama sendiri. Piccolo adalah karakter favoritnya, dan ia pernah mengatakan bahwa ia senang akhirnya Piccolo mendapatkan kekuatan yang setara dengan Goku dan yang lain.
Kalimat itu terasa seperti validasi resmi.
Bukan lagi mentor yang tertinggal. Bukan lagi petarung cadangan.
Orange Piccolo menandai kembalinya Namekian ini ke level teratas.