Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Soul Chain Deatmatch milik Magna (dok. Pierrot/Black Clover)
  • Teknik penyeimbang kekuatan memungkinkan karakter menghadapi musuh lebih kuat dengan membatasi, menyamakan, atau mengambil keunggulan lawan, bukan mengandalkan peningkatan kekuatan mentah.

  • Shinso, Ban, Kurapika, Dazai, dan Aizawa memakai kemampuan untuk mengendalikan, mencuri atribut fisik, menutup Nen, membatalkan kekuatan supernatural, atau menonaktifkan Quirk.

  • Higuruma memaksa lawan menjalani persidangan melalui Deadly Sentencing; putusan dapat menyita kemampuan, meski pada Sukuna yang disita justru senjata kutukan Kamutoke.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Teknik penyeimbang kekuatan di anime biasanya menjadi penyelamat ketika seorang karakter harus menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.

Sebab, gak semua pertarungan bisa dimenangkan hanya dengan meningkatkan kekuatan atau membuka transformasi baru.

Contohnya, Magna Swing dalam Black Clover.

Meski memiliki cadangan mana rendah, anggota Black Bulls ini berhasil memberikan perlawanan kepada Dante Zogratis, salah satu pemimpin Dark Triad, menggunakan teknik Soul Chain Deathmatch.

Alih-alih mengalahkan Dante dengan kekuatan yang lebih besar, Magna justru memaksanya bertarung dengan jumlah mana yang setara. Hasilnya, salah satu penyihir paling berbahaya di Kerajaan Spade akhirnya tumbang di tangan seseorang yang selama ini diremehkan.

Ternyata, Magna bukan satu-satunya karakter anime yang mempunyai kemampuan seperti itu.

Ada beberapa teknik lain yang mampu menghilangkan keunggulan lawan, bahkan ketika perbedaan kekuatan keduanya sangat jauh.

Penasaran siapa saja penggunanya? Yuk, simak pembahasan berikut!

6. Brainwashing milik Hitoshi Shinso bisa mengendalikan musuh yang lebih kuat

Brainwashing (dok. Bones/My Hero Academia)

Dalam dunia My Hero Academia, sebagian besar pertarungan ditentukan oleh kemampuan Quirk.

Namun, Hitoshi Shinso punya cara berbeda untuk menghadapi lawan yang lebih kuat darinya.

Melalui Brainwashing, Shinso mampu mengendalikan tubuh seseorang hanya dengan membuat target menjawab perkataannya.

Kedengarannya sederhana, tetapi kemampuan ini pernah membuat Deku hampir kalah dalam pertandingan Sports Festival U.A. Saat itu, Deku terpancing menjawab provokasi Shinso dan langsung kehilangan kendali atas tubuhnya.

Padahal, Deku memiliki One For All, kemampuan yang jauh lebih unggul dalam urusan kekuatan fisik.

Inilah kelebihan Brainwashing. Shinso gak perlu menandingi kekuatan pukulan lawan karena ia bisa mengambil alih tindakan mereka sebelum pertarungan berkembang.

Namun, teknik ini juga punya kelemahan. Target harus memberikan respons verbal, sementara benturan fisik yang cukup kuat dapat membebaskannya dari pengaruh pengendalian.

Jadi, menghadapi Shinso bukan cuma soal siapa yang lebih kuat, tetapi juga siapa yang cukup tenang untuk tidak terpancing oleh perkataannya.

5. Physical Hunt milik Ban dapat mencuri kekuatan fisik musuh untuk dirinya sendiri

Physial Hunt milik Ban (dok. A-1 Pictures/The Seven Deadly Sins)

Kalau Magna membagi mana dengan lawannya, Ban dari The Seven Deadly Sins justru punya kemampuan yang lebih menguntungkan dirinya sendiri.

Melalui Snatch, Ban dapat mengambil sesuatu dari target, termasuk atribut fisik menggunakan teknik bernama Physical Hunt.

Kemampuan tersebut memungkinkan Ban mencuri kekuatan dan kecepatan fisik lawan untuk sementara waktu, lalu menambahkannya ke tubuhnya sendiri.

Artinya, Ban mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Musuhnya menjadi lebih lemah, sedangkan kemampuan fisiknya justru meningkat.

Teknik ini pernah digunakan ketika Ban menghadapi Galand, salah satu anggota Ten Commandments yang mempunyai kekuatan fisik luar biasa.

Meski demikian, Physical Hunt bukan kemampuan yang bisa digunakan tanpa batas.

Jika Ban menyerap terlalu banyak kekuatan, tubuhnya akan mengalami tekanan berat dan kehilangan stamina.

Selain itu, teknik tersebut berfokus pada atribut fisik, bukan otomatis mengambil seluruh kemampuan sihir supernatural milik lawan.

Meski punya keterbatasan, kemampuan Ban tetap merepotkan.

Semakin besar kekuatan fisik yang berhasil dicurinya, semakin kecil pula jarak kekuatan antara dirinya dan musuh.

4. Chain Jail milik Kurapika memaksa anggota Phantom Troupe kehilangan Nen

Chain Jail milik Kurapika (dok. Madhouse/Hunter x Hunter)

Pernah bertanya-tanya bagaimana Kurapika bisa mengalahkan Uvogin, salah satu anggota Phantom Troupe yang terkenal memiliki kekuatan fisik luar biasa?

Jawabannya bukan sekadar karena Kurapika lebih kuat, melainkan karena ia menyiapkan teknik yang secara khusus dirancang untuk menghadapi kelompok tersebut.

Dalam Hunter x Hunter, Kurapika mempunyai kemampuan bernama Chain Jail, rantai yang dapat mengikat target sekaligus memaksanya memasuki kondisi Zetsu.

Buat yang belum tahu, Zetsu membuat pengguna Nen menutup aliran auranya sehingga mereka tidak bisa menggunakan kemampuan Nen seperti biasanya.

Rantai yang mengikat Uvogin benar-benar melumpuhkan salah satu aset terbesarnya. Begitu terperangkap, kekuatan fisik yang ia banggakan sekalipun tidak lagi mampu untuk memutuskannya.

Lantas, kenapa rantai Kurapika bisa sekuat itu?

Rahasianya terletak pada sumpah yang ia buat sendiri.

Kurapika hanya boleh menggunakan Chain Jail kepada anggota Phantom Troupe. Jika melanggar aturan tersebut, nyawanya menjadi taruhan.

Pembatasan ketat itulah yang memperkuat kemampuannya. Kurapika rela mempertaruhkan hidup demi memperoleh teknik yang efektif menghadapi musuh tertentu.

3. No Longer Human milik Osamu Dazai dapat membatalkan kemampuan supernatural

No Longer Human Osamu Dazai (dok. Bones/Bungo Stray Dogs)

Sekarang coba lihat Osamu Dazai dari Bungo Stray Dogs. Ia bukan tipe karakter yang mengandalkan serangan besar atau kemampuan penghancur.

Sebaliknya, Dazai mempunyai kemampuan bernama No Longer Human yang dapat membatalkan kemampuan supernatural orang lain melalui sentuhan.

Contohnya, ketika Atsushi Nakajima kehilangan kendali atas transformasi harimaunya, sentuhan Dazai mampu mengembalikannya ke kondisi normal.

Hal serupa juga berlaku terhadap kemampuan Upon the Tainted Sorrow milik Chuuya Nakahara. Dazai bisa menghentikan efek kemampuan tersebut ketika menyentuh Chuuya.

Bagi pengguna kemampuan supernatural, berhadapan dengan Dazai tentu sangat merepotkan. Keunggulan yang biasanya mereka andalkan bisa menghilang begitu kontak fisik terjadi.

Namun, No Longer Human tidak otomatis membuat Dazai menjadi petarung dengan kemampuan fisik setara dengan lawannya.

Ia tetap harus mendekati target dan mengandalkan strategi untuk memanfaatkan momen tersebut.

Bahkan, kekuatan yang bukan termasuk kemampuan supernatural tidak bisa begitu saja dibatalkan.

Karena itu, keunggulan terbesar Dazai bukan pada kekuatan mentah, melainkan pada kemampuannya membuat kekuatan khusus lawan menjadi tidak berguna.

2. Erasure Aizawa bisa membungkam Quirk musuh hanya dengan tatapan

Erasure (dok. Bones/My Hero Academia)

Masih dari My Hero Academia, Shota Aizawa atau Eraser Head mempunyai salah satu Quirk paling merepotkan bagi karakter yang terlalu bergantung pada kekuatan super.

Kemampuannya, Erasure, membuat Aizawa bisa menonaktifkan Quirk target selama efek penglihatannya tetap aktif.

Hal ini membuat pengguna kemampuan berbahaya seperti Tomura Shigaraki kehilangan akses terhadap Quirk yang biasanya menjadi senjata utama mereka.

Dalam Paranormal Liberation War, Aizawa berperan penting menekan penggunaan Decay milik Shigaraki. Tanpa bantuan tersebut, para pahlawan bisa menghadapi kehancuran yang jauh lebih besar.

Meski begitu, ada satu hal yang membedakan Erasure dari teknik penyeimbang kekuatan milik Magna.

Aizawa hanya menonaktifkan Quirk, bukan menyamakan seluruh kemampuan fisik kedua pihak.

Karena itulah, Shigaraki masih dapat menjadi ancaman berbahaya berkat tubuhnya yang telah dimodifikasi, meskipun penggunaan Quirk-nya ditekan.

Aizawa juga harus menjaga matanya tetap terbuka karena efek Erasure akan berakhir ketika ia menutup mata.

Dengan kata lain, teknik ini sangat efektif untuk menghilangkan kemampuan spesial lawan, tetapi Aizawa tetap membutuhkan kecerdikan dan bantuan rekan-rekannya ketika menghadapi musuh dengan kekuatan fisik luar biasa.

1. Deadly Sentencing milik Higuruma bisa menyita teknik kutukan lawannya

Deadly Sentencing Higuruma (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Bagaimana dengan kemampuan Higuruma ini? Seorang penyihir harus menjalani persidangan sebelum bisa melanjutkan pertarungan?

Konsep itulah yang membuat Deadly Sentencing milik Hiromi Higuruma dalam Jujutsu Kaisen terasa berbeda dari kebanyakan Domain Expansion.

Saat domain tersebut aktif, Higuruma membawa lawannya ke ruang pengadilan yang dipimpin oleh Judgeman. Selama proses persidangan berlangsung, tindakan kekerasan dilarang.

Target kemudian dihadapkan pada tuduhan tertentu dan harus memberikan pembelaan sebelum Judgeman menjatuhkan putusan.

Jika dinyatakan bersalah, salah satu hukuman yang dapat diberikan adalah Confiscation, yaitu penyitaan kemampuan tertentu.

Dalam kondisi normal, hukuman tersebut dapat membuat lawan kehilangan akses terhadap teknik kutukan bawaannya.

Namun, Deadly Sentencing juga tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan penggunanya.

Saat Higuruma menggunakan domain untuk menghadapi Sukuna, hasilnya justru memperlihatkan celah aturan yang cukup mengejutkan.

Alih-alih menyita teknik kutukan Sukuna, Judgeman menyita senjata kutukan Kamutoke yang sedang dibawanya.

Meski demikian, kemampuan Higuruma tetap layak disebut sebagai penyeimbang kekuatan karena ia dapat memaksa penyihir yang jauh lebih berpengalaman mengikuti aturan pengadilan, bukan langsung bertarung menggunakan kekuatan terbesarnya.

Nah, itulah 6 teknik penyeimbang kekuatan yang bisa membuat karakter anime menghadapi musuh jauh di atas levelnya, dan hampir mirip dengan Soul Chain milik Magna. Menurutmu teknik siapa yang paling OP?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Curated For You

Editorial Team

Related Article