7 Manga Populer yang Ternyata Ditulis Mangaka Perempuan, Sudah Tahu?

Banyak manga populer bergenre aksi, shonen, dan fantasi ternyata ditulis oleh mangaka perempuan yang sukses menciptakan karya legendaris dengan adaptasi anime dan penggemar global.
Beberapa contoh terkenal termasuk Fullmetal Alchemist karya Hiromu Arakawa, Dorohedoro oleh Q Hayashida, serta Blue Exorcist dari Kazue Kato yang semuanya mendapat apresiasi luas.
Karya lain seperti Delicious in Dungeon, Mushishi, The Case Study of Vanitas, dan Inuyasha menunjukkan keberagaman gaya serta kekuatan naratif mangaka perempuan di industri manga Jepang.
Banyak orang yang mengira bahwa kreator manga populer kebanyakan adalah mangaka pria terutama pada genre aksi, shonen, atau dark fantasy yang penuh pertarungan. Padahal, kenyataannya tidak sedikit judul besar yang justru lahir dari tangan kreatif mangaka perempuan.
Beberapa di antaranya bahkan sudah jadi seri legendaris, punya adaptasi anime sukse, dan memiliki basis penggemar yang sangat besar di seluruh dunia. Tapi mungkin kamu belum sadar siapa sosok di balik layar karya tersebut.
Nah, berikut 7 manga populer yang ternyata ditulis oleh mangaka perempuan. Sudah tahu semuanya?
Table of Content
1. Fullmetal Alchemist (Himoru Arakawa)

Kalau kamu penggemar manga shonen, kemungkinan besar sudah tidak asing dengan Fullmetal Alchemist.
Ceritanya mengikuti perjalanan Edward dan Alphonse Elric yang berusaha mengembalikan tubuh mereka setelah eksperimen alkimia terlarang gagal. Seiring berjalannya cerita, konflik berkembang jadi konspirasi besar yang melibatkan militer dan rahasia negara.
Ternyata, seri satu ini ditulis oleh mangaka perempuan, yaitu Hiromu Arakawa. Selain sukses lewat Fullmetal Alchemist, Arakawa juga dikenal lewat Silver Spoon serta adaptasi manga The Heroic Legend of Arslan.
Kini, Arakawa tengah mengerjakan seri supernatural Daemons of the Shadow Realm yang juga telah diumumkan akan mendapat adaptasi anime.
2. Dorohedoro (Q Hayashida)

Dorohedoro wajib masuk daftar watchlist kamu kalau kamu suka genre dark fantasy yang brutal. Ceritanya berfokus pada Caiman, pria berkepala kadal yang kehilangan ingatan dan memburu para penyihir untuk mencari tahu siapa yang mengutuknya.
Manga ini ditulis oleh Q Hayashida, mangaka perempuan yang dikenal dengan gambar unik dan dunia cerita yang tidak biasa. Ciri khasnya adalah memadukan horor brutal dengan komedi gelap tanpa terasa janggal.
Meski Dorohedoro sudah tamat, Hayashida masih aktif berkarya dan kini mengerjakan seri dark comedy berjudul Dai Dark, yang tetap mempertahankan nuansa aneh dan kelam khas karyanya.
3. Blue Exorcist (Kazue Kato)

Blue Exorcist adalah manga aksi supernatural yang ditulis oleh mangaka perempuan, Kazue Kato. Seri ini mengikuti kisah Rin Okumura, remaja yang ternyata adalah putra Satan dan memilih menjadi exorcist untuk melawan takdirnya sendiri.
Sebelum sukses lewat Blue Exorcist, Kato lebih dulu mencuri perhatian lewat karya one-shot Robo to Usakichi pada 2005. Kesempatan itu membawanya ke majalah Jump Square, tempat Blue Exorcist mulai diserialkan pada 2009 dan kemudian menjadi karya terbesarnya.
Setelah sempat hiatus, seri ini kembali berlanjut dan pada awal 2026 dikabarkan sudah memasuki tahap akhir cerita (final chapter).
4. Delicious in Dungeon (Ryoko Kui)

Delicious in Dungeon atau Dungeon Meshi adalah manga fantasi karya Ryoko Kui dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan seri bertema dungeon.
Alih-alih hanya fokus pada pertarungan, cerita ini mengikuti Laios dan timnya yang bertahan hidup di dalam dungeon dengan cara memasak monster yang mereka kalahkan. Premisnya terdengar aneh, tapi justru di situlah letak keunikannya.
Ryuko Kui mengembangkan ide ini dari kebiasaan makannya yang cukup pemilih dan hobinya menggambar monster.
Manga ini terbit dari 2014 hingga 2023 dan mendapat respons positif hingga akhirnya diadaptasi menjadi anime oleh studio Trigger pada 2024, yang kini tersedia di Netflix.
5. Mushishi (Yuki Urushibara)

Mushishi merupakan manga karya Yuki Urushibara yang terbit dari 1999 hingga 2008. Popularitasnya membuat seri ini mendapatkan beberapa adaptasi anime, bahkan sebuah film live-action beberapa tahun setelahnya.
Kisahnya mengikuti Ginko, seorang “Mushi Master” yang berkeliling membantu orang-orang yang terganggu oleh makhluk misterius bernama mushi. Setiap arc berdiri sendiri, dengan pendekatan yang lebih fokus pada emosi, alam, dan sisi kemanusiaan.
Seri ini mendapatkan pengakuan bergengsi. Urushibara memenangkan Excellence Prize kategori manga di Japan Media Arts Festival 2003, lalu disusul Penghargaan Manga Kodansha pada 2006 untuk karya yang sama.
6. The Case Study of Vanitas (Jun Mochizuki)

The Case Study of Vanitas adalah manga dark fantasy bertema vampir karya Jun Mochizuki.
Kisahnya mengikuti Noé, seorang vampir yang mencari Book of Vanitas, dan Vanitas, manusia misterius yang menggunakan buku tersebut untuk menyembuhkan vampir yang terkutuk.
Jun Mochizuki dikenal dengan gaya gambar yang detail serta cerita yang sarat drama dan teka-teki. Sebelum Vanitas, ia juga lebih dulu populer lewat Pandora Hearts. Ciri khasnya ada pada plot yang kompleks dan dinamika karakter yang kuat, membuat setiap konfliknya terasa emosional.
7. Inuyasha (Rumiko Takahashi)

Inuyasha termasuk salah satu manga aksi fantasi paling ikonik era 90-an, dan seri ini ditulis oleh mangaka perempuan legendaris, Rumiko Takahashi. Ia dikenal sebagai salah satu mangaka perempuan paling sukses sepanjang masa.
Cerita Inuyasha mengikuti Kagome, siswi modern yang terlempar ke era Sengoku dan bertemu dengan Inuyasha, setengah siluman anjing. Bersama-sama, mereka berpetualang mengumpulkan pecahan Shikon no Tama sambil menghadapi berbagai musuh kuat.
Selain Inuyasha, Takahashi juga menciptakan banyak seri populer lain dan punya reputasi kuat dalam memadukan aksi, komedi, dan romansa dalam satu cerita.
Itulah 7 manga populer yang ternyata ditulis oleh mangaka perempuan. Dari daftar di atas, mana yang jadi favoritmu?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar 7 Manga Populer yang Ditulis Mangaka Perempuan
| Apakah ada perbedaan gaya antara mangaka perempuan dan pria? | Tidak ada aturan pasti. Setiap kreator punya gaya masing-masing. Namun, sebagian pembaca merasa mangaka perempuan sering menghadirkan pendekatan emosional dan dinamika karakter yang kuat, bahkan dalam genre aksi. |
| Mengapa penting mengetahui siapa kreator di balik sebuah manga? | Mengetahui kreatornya membantu kita memahami gaya, inspirasi, serta karya lain yang mungkin relevan untuk dibaca. Selain itu, ini juga bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka di industri. |
| Apakah industri manga di Jepang terbuka untuk kreator perempuan? | Industri manga relatif terbuka dibanding banyak industri kreatif lain. Sejak era 1970-an, mangaka perempuan sudah punya pengaruh besar, dan kini kontribusinya semakin luas di berbagai genre. |
| Bagaimana cara mengetahui siapa penulis sebuah manga? | Biasanya informasi mangaka tercantum di volume manga, situs resmi penerbit, atau wawancara di majalah dan media pop culture. |


















