Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zora Ideale di Black Clover
  • Zora membenci Magic Knight setelah ayahnya, Zara Ideale, rakyat jelata pertama di Purple Orcas, dibunuh rekan satu timnya karena status sosialnya.

  • Ia memburu Magic Knight korup dengan Trap Magic, termasuk menghajar Xerx Lugner, karena menilai gelar dan kedudukan tidak cukup tanpa melindungi rakyat.

  • Pertemuannya dengan Asta mengingatkan Zora pada prinsip ayahnya; ia perlahan kembali percaya pada rekan dan menerima Black Bulls.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zora Ideale merupakan salah satu anggota Black Bulls yang memiliki kepribadian paling nyentrik. Dia dikenal sinis, gemar mengejek orang lain, dan tidak segan mempermalukan penyihir yang dianggapnya tidak pantas menjadi Magic Knight.

Bahkan, Zora sering menunjukkan kebenciannya terhadap bangsawan dan orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di Kerajaan Clover.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Zora hingga dia begitu membenci Magic Knight?

1. Ayahnya Menjadi Magic Knight Rakyat Jelata yang Justru Dikhianati Rekan Sendiri

Zara dan Zora Ideale di Black Clover

Zora tumbuh bersama ayahnya, Zara Ideale, seorang rakyat jelata yang memiliki impian menjadi Magic Knight. Setelah berulang kali mengikuti ujian seleksi, Zara akhirnya berhasil bergabung dengan Purple Orcas dan menjadi rakyat jelata pertama yang diterima sebagai Magic Knight. Pencapaian tersebut membuat Zora sangat bangga terhadap ayahnya, terlebih Zara selalu mengajarkan pentingnya melindungi orang lain tanpa memandang status sosial.

Zara bahkan pernah bertemu Julius Novachrono dalam sebuah pertempuran dan sangat terkesan dengan sosok calon Wizard King tersebut. Baginya, menjadi Magic Knight berarti bisa bekerja bersama orang-orang hebat, saling mempercayai, dan melindungi kerajaan. Nilai-nilai itulah yang ingin dia wariskan kepada Zora.

Sayangnya, idealisme Zara justru berakhir tragis. Ketika menjalankan misi, dia dikhianati oleh rekan-rekan satu regunya sendiri. Zara terbunuh saat berusaha menyelamatkan rakyat jelata, dan para pelakunya ternyata adalah sesama anggota Purple Orcas yang tidak bisa menerima seorang rakyat jelata berada di antara mereka. Mereka bahkan menganggap Zara tidak pantas bergaul dengan para bangsawan.

Tragedi tersebut semakin menyakitkan karena Zora mengetahui kebenarannya ketika mengunjungi makam sang ayah. Dia mendengar sendiri beberapa mantan rekan Zara membicarakan pembunuhan tersebut tanpa menunjukkan penyesalan. Sejak saat itu, kekaguman Zora terhadap Magic Knight berubah menjadi kebencian mendalam.

2. Zora Memilih Memburu Magic Knight yang Menyalahgunakan Kekuasaan

Zora Ideale kecil di Black Clover

Setelah kematian ayahnya, Zora tidak lagi percaya bahwa semua Magic Knight memiliki niat baik. Dia justru melihat banyak penyihir yang menggunakan jabatan dan status mereka untuk menindas orang lain. Baginya, mereka tidak pantas disebut pelindung kerajaan karena hanya memanfaatkan kekuatan untuk kepentingan sendiri.

Zora kemudian menghabiskan waktunya berkeliling Kerajaan Clover untuk mencari Magic Knight yang korup dan menghukum mereka menggunakan Trap Magic. Dia tidak segan memasang perangkap rumit untuk mempermalukan maupun mengalahkan penyihir yang menyalahgunakan kekuasaan. Cara tersebut membuatnya dikenal sebagai sosok misterius yang gemar menyerang sesama Magic Knight.

Salah satu contohnya terlihat ketika dia bertemu Xerx Lugner, anggota Purple Orcas yang ternyata memiliki perilaku buruk. Zora menyaksikan Xerx mengancam seorang wanita tua, sehingga dia langsung menghajarnya dan mengambil jubah regu miliknya. Zora kemudian menggunakan identitas Xerx untuk menyusup ke Ujian Seleksi Royal Knights.

Menariknya, tindakan Zora bukan berarti dia membenci seluruh Magic Knight tanpa terkecuali. Dia justru memiliki standar tersendiri mengenai bagaimana seorang pelindung kerajaan seharusnya bertindak. Bagi Zora, seseorang tidak pantas disebut Magic Knight hanya karena mengenakan jubah regu atau memiliki kedudukan tinggi. Mereka harus benar-benar melindungi orang lain, seperti yang dahulu dilakukan ayahnya.

3. Asta Mengingatkannya pada Ayahnya dan Membuatnya Kembali Mempercayai Orang Lain

Zora Ideale karakter Black Clover (dok. Shounen Jump, Pierrot/Black Clover)

Ketika mengikuti Ujian Seleksi Royal Knights, Zora akhirnya bertemu Asta yang memiliki kepribadian sangat berbeda darinya. Asta tidak peduli dengan status sosial seseorang dan selalu berusaha bekerja sama dengan siapa pun. Bahkan ketika mengetahui Zora memiliki kepribadian buruk, Asta tetap mengajaknya bekerja sama sebagai rekan satu tim.

Awalnya Zora menganggap sikap Asta sangat merepotkan. Namun, ketika mereka menghadapi Langris Vaude, dia mulai melihat sesuatu yang mengingatkannya pada Zara. Asta tetap berusaha melindungi rekan satu timnya meskipun menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Tekad tersebut membuat Zora teringat pada prinsip ayahnya tentang pentingnya saling mempercayai dan melindungi sesama Magic Knight.

Zora akhirnya ikut melindungi Asta dan Mimosa dari serangan Langris menggunakan Trap Magic. Dia bahkan rela mengambil risiko untuk membantu rekan satu timnya, sesuatu yang sebelumnya selalu dia hindari karena tidak pernah mempercayai orang lain. Setelah pertandingan berakhir, Julius juga menyadari kemiripan Zora dengan ayahnya dan memuji kemampuan serta prinsip yang dia tunjukkan.

Sejak saat itu, Zora perlahan mulai menerima keberadaan rekan-rekannya di Black Bulls. Dia memang tidak berubah menjadi sosok yang ramah dan masih sering mengejek anggota regunya, tetapi tindakannya membuktikan bahwa dia mulai mempercayai orang lain lagi. Melalui Asta, Zora akhirnya menemukan kembali nilai-nilai yang dahulu diajarkan Zara, bahwa menjadi Magic Knight bukan soal status atau kekuatan, melainkan keberanian untuk melindungi orang lain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article