Zora Ideale karakter Black Clover (dok. Shounen Jump, Pierrot/Black Clover)
Ketika mengikuti Ujian Seleksi Royal Knights, Zora akhirnya bertemu Asta yang memiliki kepribadian sangat berbeda darinya. Asta tidak peduli dengan status sosial seseorang dan selalu berusaha bekerja sama dengan siapa pun. Bahkan ketika mengetahui Zora memiliki kepribadian buruk, Asta tetap mengajaknya bekerja sama sebagai rekan satu tim.
Awalnya Zora menganggap sikap Asta sangat merepotkan. Namun, ketika mereka menghadapi Langris Vaude, dia mulai melihat sesuatu yang mengingatkannya pada Zara. Asta tetap berusaha melindungi rekan satu timnya meskipun menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Tekad tersebut membuat Zora teringat pada prinsip ayahnya tentang pentingnya saling mempercayai dan melindungi sesama Magic Knight.
Zora akhirnya ikut melindungi Asta dan Mimosa dari serangan Langris menggunakan Trap Magic. Dia bahkan rela mengambil risiko untuk membantu rekan satu timnya, sesuatu yang sebelumnya selalu dia hindari karena tidak pernah mempercayai orang lain. Setelah pertandingan berakhir, Julius juga menyadari kemiripan Zora dengan ayahnya dan memuji kemampuan serta prinsip yang dia tunjukkan.
Sejak saat itu, Zora perlahan mulai menerima keberadaan rekan-rekannya di Black Bulls. Dia memang tidak berubah menjadi sosok yang ramah dan masih sering mengejek anggota regunya, tetapi tindakannya membuktikan bahwa dia mulai mempercayai orang lain lagi. Melalui Asta, Zora akhirnya menemukan kembali nilai-nilai yang dahulu diajarkan Zara, bahwa menjadi Magic Knight bukan soal status atau kekuatan, melainkan keberanian untuk melindungi orang lain.