Maru kaget mendengar peluang roh kutukan tetap ada (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)
Celah ini memang menarik jika dipikirkan lebih jauh. Selama ini, energi kutukan sering dianggap sebagai sumber utama masalah, padahal pada dasarnya energi tersebut hanyalah produk sampingan dari emosi negatif manusia. Artinya, selama emosi negatif masih ada, potensi lahirnya energi kutukan juga secara teori tetap ada.
Jika rencana untuk menghilangkan energi kutukan pada generasi mendatang benar-benar berhasil, itu memang bisa menekan kemunculan kutukan dalam jangka pendek. Namun, akar permasalahannya yaitu rasa takut, benci, trauma, dan kecemasan manusia tidak ikut hilang. Emosi-emosi itu bisa terus menumpuk secara kolektif, dan jika suatu saat ada mekanisme baru yang memungkinkan emosi tersebut kembali termanifestasi menjadi energi kutukan, maka siklus kutukan bisa terulang lagi.
Di sinilah sudut pandang Yuji terasa masuk akal. Jika ia menyadari risiko jangka panjang ini, maka kemungkinan besar ia melihat rencana tersebut bukan sebagai solusi permanen, melainkan hanya menunda masalah. Bahkan, jika manusia menjadi tidak terbiasa menghadapi atau mengelola emosi negatif mereka, akumulasinya bisa menjadi lebih ekstrem, sehingga ketika “katupnya” terbuka kembali, dampaknya justru bisa lebih besar daripada sebelumnya.
Ditambah lagi, masalah itu juga semakin berpeluang terjadi karena Maru tak membersihkan energi kutukan pada generasi sekarang. Jadi kemungkinan keberadaan kutukan akan tetap terwaris jika ada skenario seorang penyihir mati karena bukan sebab teknik jujutsu.
Itulah penjelasan teori kenapa Yuji mengatakan kutukan tetap ada meski rencana Maru berhasil. Ada kemungkinan penyebab lain yang belum tersorot bisa jadi adalah maksud sebenarnya dari ucapan pria tersebut. Jadi untuk kepastiannya, kita bisa melihatnya pada bab mendatang.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku