Megumi tertipu oleh sosok yang bersemayam di tubuh Tsumiki (Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )
Awalnya, Culling Game sendiri didesain untuk menahan semua pemainnya agar tidak keluar sebelum kompetisinya berakhir.
Akan tetapi, Megumi berhasil membuat celah dengan menambah aturan di mana peserta boleh mundur dari Culling Game jika memenuhi dua syarat, yaitu bisa mengundang pemain baru untuk masuk ke dalam koloni dan memiliki 100 poin sebelum keluar.
Jika memenuhi dua syarat tersebut, peserta bisa bebas secara penuh dari permainan kematian tersebut.
Itulah fakta menarik tentang Culling Game, permainan kematian yang diselenggarakan Kenjaku demi ambisinya sendiri. Jadi Singkatnya, Culling Game adalah “battle royale” yang dipicu Kenjaku setelah Shibuya, dengan sistem koloni berpagar penghalang yang memaksa peserta masuk dan bertarung dalam tenggat ketat. Peserta yang sudah “terbangun” wajib memilih koloni dalam 19 hari; menolak atau terlalu lama tidak membuat progres bisa berujung pada pencabutan teknik kutukan yang berbahaya bagi nyawa. Di dalam game, poin didapat dari eliminasi (5 poin untuk penyihir/roh kutukan, 1 poin untuk non-penyihir), dan ketika terkumpul 100 poin, pemain bisa mengusulkan aturan baru, meski tetap bergantung pada persetujuan penyelenggara, sehingga game ini bukan sekadar adu kuat, tapi juga adu strategi untuk bertahan dan mengubah situasi.
Lalu, bagaimana pendapat kalian tentang Culling Game di Jujutsu Kaisen?
Diterbitkan pertama 04 Maret 2023 diterbitkan kembali 30 Januari 2026
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
Apa itu Culling Game di Jujutsu Kaisen? | Culling Game adalah permainan bertahan hidup dalam koloni-koloni berpagar (barrier) di Jepang, yang memaksa peserta—baik penyihir baru, wadah penyihir kuno, maupun orang sipil yang masuk koloni—untuk mengikuti aturan permainan dan mengumpulkan poin lewat konflik antarpeserta. |
Apa yang terjadi kalau seseorang menolak ikut Culling Game atau tidak “aktif” dalam 19 hari? | Orang yang sudah ditandai dan kekuatannya bangkit wajib mendeklarasikan keikutsertaan dalam batas waktu tertentu (di materi ini disebut 19 hari). Jika menolak atau melewati batas itu, mereka terkena hukuman penghapusan teknik kutukan yang berisiko merusak otak (fatal bagi penyihir). |
Bagaimana sistem poin Culling Game, dan apa gunanya 100 poin? | Poin umumnya didapat dari membunuh peserta lain—5 poin untuk penyihir, 1 poin untuk non-penyihir. Jika seseorang mengumpulkan 100 poin, ia bisa mengajukan aturan baru melalui sistem game (melalui Kogane), tetapi usul aturan tetap bisa ditolak bila mengganggu kelangsungan permainan. |
Apa itu Kogane dalam Culling Game? | Kogane adalah shikigami “asisten sistem” untuk tiap peserta yang berfungsi menampilkan status pemain (termasuk poin), menjelaskan aturan, dan menjadi perantara saat pemain mengajukan penambahan aturan. |