7 Fakta Heavenly Restriction Jujutsu Kaisen, Pembatas Surgawi!

- Konsep dasar Heavenly Restriction: Mirip Binding Vow karena ada “tukar-menukar” antara tubuh fisik dan energi kutukan, tetapi terjadi otomatis sejak lahir (bukan pilihan). Pemiliknya harus menerima ketidakseimbangan bawaan yang mengubah jalur hidup mereka dibanding penyihir lain.
- Dua tipe utama kasus yang sudah terlihat: Tipe Toji & Maki lahir tanpa energi kutukan, tetapi mendapat fisik super; sementara tipe Kokichi (Mechamaru) punya energi kutukan besar, namun dibayar dengan tubuh rapuh/disabilitas yang membuatnya hidup serba terbatas.
- Dampak sosial dan adaptasi di lapangan: Pemilik Heavenly Restriction sering dikucilkan (contoh Zenin pada Maki/Toji, isolasi Kokichi). Untuk kasus tanpa energi kutukan, awalnya sulit melihat kutukan (Maki butuh kacamata), tetapi dengan pengasahan indera bisa “naik level” sampai mampu bertarung efektif, bahkan melakukan hal ekstrem seperti menjinakkan kutukan (Toji).
- Konsekuensi besar dalam plot & pertumbuhan karakter: Kondisi Kokichi masih bisa dipulihkan lewat teknik tertentu (Idle Transfiguration) tanpa menghilangkan energi kutukannya, sedangkan potensi Maki sempat “terkunci” karena dinamika kembar dengan Mai dan baru terbuka penuh setelah Mai gugur. Heavenly Restriction juga dipandang sebagai faktor yang dapat mengganggu “takdir” (Tengen–Six Eyes–Star Plasma Vessel), dengan contoh kemunculan Toji yang memicu rangkaian tragedi besar.
Heavenly Restriction adalah fenomena dunia jujutsu, di mana para pemiliknya akan mengalami kondisi ketidakseimbangan di bagian tubuh fisik dan energi kutukannya. Sejauh ini, ada tiga orang yang mengalami situasi tersebut.
Seperti apa sih fenomena Heavenly Restriction? Berikut fakta-faktanya!
Table of Content
1. Sekilas terlihat seperti Binding Vow namun tertanam sejak lahir

Secara sekilas, Heavenly Restriction terlihat seperti Binding Vow, di mana seorang individu harus mengorbankan apa yang ia miliki untuk mendapatkan hasil setara yang ia inginkan.
Namun jika Binding Vow bisa dilakukan secara bebas, Heavenly Restriction tak bisa bekerja seperti itu. ia akan tertanam secara otomatis pada individu yang kebetulan mengalaminya.
Oleh karena itu, para pemiliknya harus menerima bahwa mereka telah terikat perjanjian paksa itu sejak lahir dan harus menjalani takdir yang berbeda dari kebanyakan orang.
2. Ada dua model kasus Heavenly Restriction sejauh ini

Ada dua model kasus Heavenly Restriction yang telah diketahui.
Kasus pertama terjadi pada Toji dan Maki di mana mereka dilahirkan tanpa energi kutukan sama sekali. Namun di saat yang sama, keduanya diberkahi kekuatan fisik yang luar biasa.
Sedangkan kasus kedua terjadi pada Kokichi. Ia lahir dengan energi kutukan melimpah namun harus ditebus dengan disabilitas dan kerentanan fisik. Jangankan matahari, sinar bulan saja sudah cukup membuatnya kesakitan.
3. Semua pemilik Heavenly Restriction pernah terkucilkan dari lingkungan sekitar

Entah kebetulan atau tidak, pemilik Heavenly Restriction pasti dikucilkan dari lingkungan sekitar.
Toji dan Maki pernah mendapat diskriminasi dari klan Zenin karena ketiadaan energi kutukan mereka. Nasib keduanya baru berubah setelah pergi dari rumah keluarganya sendiri.
Sedangkan Kokichi harus menghabiskan waktunya di dalam kamar yang terisolasi sehingga harus memakai Mechamaru sebagai penghubung ke dunia luar.
4. Pada kasus Toji dan Maki, mereka masih bisa melihat dan berinteraksi dengan kutukan setelah mengasah kepekaan panca indera

Dalam kasus Toji dan Maki, awalnya keduanya tak bisa melihat kutukan akibat ketiadaan energi sihir mereka.
Maki sendiri bahkan harus mengenakan kacamata khusus agar bisa melihat kutukan dalam pertarungannya.
Namun jika panca indera mereka diasah secara terus-menerus, keduanya bisa berinteraksi dengan kutukan secara bebas. Bahkan kacamata khusus pun tak diperlukan lagi untuk bisa melihat para monster tersebut.
Dalam level tertentu, seorang pemilik Heavenly Restriction bahkan bisa menjinakkan arwah kutukan untuk dijadikan peliharaan seperti yang dilakukan Toji pada arwah kutukan pembawa senjatanya.
5. Pada kasus Kokichi Muta, tubuh yang melemah akibat Heavenly Restriction masih bisa disembuhkan dengan teknik seperti Idle Transfiguration

Jika pemilik Heavenly Restriction seperti Toji dan Maki memiliki peluang nol untuk menguasai energi kutukan, maka hal berbeda terjadi pada kasus Kokichi.
Meski tak bisa diobati dengan metode medis biasa, disabilitias fisik Kokichi masih bisa disembuhkan dengan teknik kutukan tertentu seperti Idle Transfiguration milik Mahito.
Berkat teknik tersebut, tubuh Kokichi yang awalnya rapuh berhasil ke kondisi normal bahkan tanpa kehilangan energi kutukannya yang melimpah.
6. Jika punya saudara kembar, potensi si pemilik Heavenly Restriction yang terkunci baru terbuka jika kembarannya meninggal

Dalam dunia jujutsu, pasangan kembar dianggap sebagai satu individu. Oleh karena itu, jika salah satu dari mereka tak mau berkembang, maka yang satu lagi akan mengalami stagnansi meskipun telah berlatih keras.
Oleh karena itu, kebangkitan Maki sendiri sebagai pemilik Heavenly Restriction sempat terhambat oleh Mai yang ternyata memiliki energi kutukan.
Namun setelah Mai gugur, potensi Maki yang sempat terkunci kini terbuka. Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh pasukan klan Zenin langsung tewas saat gadis itu mengamuk.
Ia bahkan berhasil mencapai tingkatan setara Toji setelah belajar melalui aksi Daido dan Miyo.
7. Pemilik Heavenly Restriction seperti Toji dan Maki berpotensi menjadi penghancur takdir pengikat antara Tengen, wadah Bintang Plasma dan Six Eyes milik klan Gojo

Selain dianggap sebagai aib oleh klan Zenin, pemilik Heavenly Restriction juga dianggap sebagai pembawa malapetaka bagi takdir Tengen, pemilik Six Eyes dan wadah Bintang Plasma.
Hal itu terjadi pada kasus Riko yang dikawal Gojo ke kediaman Tengen. Akibat kemunculan Toji yang merupakan pemilik Heavenly Restriction, takdir ketiganya harus hancur setelah gadis itu mati ditembak.
Gara-gara itu, serangkaian tragedi mulai terjadi seperti terkurungnya Gojo dan Tengen yang kini berhasil dimanipulasi Kenjaku.
Itulah pembahasan tentang fakta Heavenly Restriction! Pada dasarnya, fenomena ini adalah “pertukaran paksa” sejak lahir yang membuat seseorang kehilangan satu aspek—misalnya energi kutukan seperti Toji dan Maki—namun diganti dengan kemampuan fisik, insting, dan ketahanan yang jauh melampaui manusia normal, sampai akhirnya mereka bisa melawan kutukan tanpa bergantung pada teknik jujutsu. Di sisi lain, ada kasus seperti Kokichi/Mechamaru yang justru punya energi kutukan besar, tetapi harus menanggung kelemahan fisik ekstrem. Karena sifatnya yang tidak bisa dipilih seperti Binding Vow, Heavenly Restriction sering memicu diskriminasi, mengubah arah hidup pemiliknya, dan bahkan berdampak besar pada rangkaian konflik utama di Jujutsu Kaisen.
Bagaimana pendapat kalian tentang Heavenly Restriction ini?
Diterbitkan pertama 02 Agustus 2023, diterbitkan kembali 31 Januari 2026
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Heavenly Restriction Jujutsu Kaisen
| Apa itu Heavenly Restriction di Jujutsu Kaisen? | Heavenly Restriction adalah “pembatas” bawaan sejak lahir yang menukar satu aspek (biasanya energi/kemampuan kutukan atau kondisi fisik) dengan kompensasi besar di aspek lain, sehingga menciptakan ketimpangan ekstrem pada penggunanya. |
| Siapa saja karakter yang punya Heavenly Restriction? | Yang paling dikenal adalah Toji Fushiguro dan Maki Zenin (tanpa energi kutukan tapi fisik super), serta Kokichi Muta/Mechamaru (energi kutukan besar, namun tubuh rapuh dan terbatas). |
| Kenapa Toji dan Maki tidak punya energi kutukan, tapi bisa sangat kuat? | Karena kompensasi Heavenly Restriction meningkatkan kemampuan fisik dan insting tempur mereka ke level ekstrem, sampai bisa menghadapi penyihir kuat tanpa mengandalkan teknik kutukan. |
| Apa bedanya Heavenly Restriction dengan Binding Vow? | Heavenly Restriction bersifat bawaan/otomatis sejak lahir dan tidak dipilih, sedangkan Binding Vow umumnya sumpah yang dibuat secara sadar untuk menukar batasan tertentu dengan keuntungan tertentu. |



















