Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Sukuna dan Yuji setelah akhir cerita - Jujutsu Kaisen
Sukuna dan Yuji setelah akhir cerita (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Intinya sih...

  • Sukuna ditemani pengikut saat di akhirat, sementara Yuji berakhir dalam kesunyian abadi.

  • Sukuna merasa puas setelah menghabiskan kehidupan panjangnya tanpa peduli pada orang lain.

  • Sukuna menikmati banyak pertarungan dan memiliki kesempatan untuk mencoba jalan hidup yang baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski dikenal sebagai antagonis paling keji di Jujutsu Kaisen, ironisnya nasib akhir Sukuna bisa dibilang lebih baik daripada apa yang dijalani Yuji sekarang di sekuel Modulo. Ada beberapa aspek yang membuat nasib keduanya usai akhir cerita utamanya masih terkesan tak adil.

Apa saja alasan nasib Sukuna terkesan lebih mendingan daripada Yuji yang sekarang? Ini daftarnya!

1. Ditemani pengikut saat di akhirat

Sukuna pergi bersama Uraume (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Meski diceritakan sudah tewas, Sukuna ternyata tak pernah benar-benar sendirian.

Di alam akhirat versi Jujutsu Kaisen, jiwanya masih ditemani Uraume, sosok yang pengabdiannya bahkan sampai melampaui batas hidup dan mati. Kehadiran itu menegaskan bahwa Raja Kutukan tetap memiliki ikatan dengan seseorang, bahkan setelah semuanya berakhir.

Sebaliknya, Yuji justru berakhir dalam kesunyian. Ia kini abadi, tetapi keabadian itu bukan hadiah, melainkan kutukan. Ia memilih mengembara sendirian karena tak sanggup lagi menyaksikan teman-temannya pergi satu per satu meski ada beberapa yang masih hidup seperti Nobara.

Pada akhirnya, kontrasnya terasa pahit: Sukuna masih ditemani meski ia cuma memikirkan egonya sendiri. Sementara Yuji yang berjuang demi orang lain harus memikul kesepian selamanya.

2. Sukuna merasa puas setelah menghabiskan kehidupan panjangnya

Sukuna (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Sukuna adalah tipe yang menjadikan dirinya sendiri sebagai prioritas utama.

Ia selalu bertindak sesuka hati: makan saat lapar, tidur saat lelah, dan membunuh musuh jika itu menyenangkan dirinya atau untuk menyingkirkan hal yang dianggap mengganggu kesenangannya. Sukuna sama sekali tak peduli norma maupun kepentingan bersama, karena hidup dengan menuruti hawa nafsu adalah satu-satunya jalan yang ia akui.

Sikap inilah yang membuat eksistensinya terkesan “mudah”. Ia bisa menjalani ribuan tahun tanpa pernah dibebani rasa tanggung jawab atau tuntutan moral untuk peduli pada orang lain.

3. Dia menikmati banyak pertarungan dan menghadapi orang yang menarik dari berbagai kategori

Gojo vs Sukuna (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

Sebagai penyihir, bisa menghadapi petarung yang bisa menandingi dirinya adalah sebuah keberuntungan.

Sukuna mengatakan itu sendiri dalam berbagai pertarungan. Ia mengakui bakat Megumi dengan Ten Shadows sampai bersusah payah merancang skenario untuk mencuri tubuh pemuda tersebut. Pria itu juga sangat memuji orang-orang yang bisa melakukan tindakan ekstrim demi bisa bertambah kuat.

Salah satunya adalah Maki yang bahkan membuat Sukuna gembira karena bisa melihat makhluk yang membuang semua energi kutukannya demi mendapat tubuh fisik yang sangat kuat. Ia juga mengakui beberapa penyihir seperti Gojo yang membuatnya sempat serius dan Todo yang dipuji karena pola pikirnya yang mencerminka penyihir sejati.

4. Punya kesempatan untuk mencoba jalan hidup yang baru

Sukuna menjelaskan dia punya dua pilihan (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Jika Yuji kini harus menghadapi kehampaan abadi karena tubuhnya berubah menjadi kutukan, nasib Sukuna justru sedikit berbeda.

Saat berjumpa dengan Mahito, Sukuna menyiratkan bahwa dirinya masih memiliki beberapa pilihan untuk melanjutkan eksistensinya. Ia tidak sepenuhnya terjebak dalam akhir yang mutlak, melainkan masih diberi ruang untuk menentukan arah selanjutnya.

Bahkan Sukuna sendiri mengatakan bahwa ke depannya ia akan mengambil jalan yang berbeda dari kehidupan yang ia jalani sebelumnya. Pernyataan itu terasa seperti pengakuan bahwa dunia, entah bagaimana, masih memberinya kesempatan kedua untuk raja kutukan tersebut. Sebuah peluang untuk mengubah hidup, atau setidaknya melakukan semacam penebusan, jika ia memang menginginkannya.

Pernyataan itu yang sempat membuat Mahito marah karena merasa Sukuna lebih lembek dari sebelumnya. Si raja kutukan itu sendiri ia sudah tak peduli mengingat dirinya memang sudah kalah telak oleh Yuji sehingga pria itu tak lagi memikirkan soal harga diri.

Itulah daftar alasan kenapa Sukuna bisa menjalani akhir yang terkesan lebih baik daripada Yuji.

Bagaimana pendapat kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team