TUTUP

Exynos 5400: Quad-Core Cortex-A15 + GPU Mali-T678, Pertama Untuk Galaxy S IV

Beberapa bulan lalu mungkin masih banyak yang berpikir jika Exynos 4 Quad sebagai chipset paling kencang. Karena persaingan ketat, dan tersaingi dengan mudah oleh Snapdragon S4 Pro, Samsung sudah menyiapkan penerusnya melalui Exynos 5 Quad.

Beberapa bulan lalu mungkin masih banyak yang berpikir jika Exynos 4 Quad yang dikenalkan melalui Samsung Galaxy S III sebagai chipset paling kencang. Kemudian muncul keluarga Snapdragon S4 Pro dengan teknologi semikonduktor 25 nanometer yang lebih kecil dan ringkat, hemat energi namun dan juga lebih kencang. Samsung memang belum mengadopsi teknologi yang sama, namun Samsung Nexus 10 mereka sudah dipastikan menggunakan racikan chipset Exynos 5 Dual, yang tiap intinya menggunakan arsitektur prosesor terbaru dari ARM, yaitu Cortex-A15. Singkatnya, Cortex-A15 lebih cepat 40% dari tipikal Cortex-A9 yang masih digunakan banyak prosesor di dalam chipset smartphone kelas atas. Snapdragon S4 sendiri memang tidak diadaptasi dari Cortex-A15, namun Qualcomm menyatakan jika inti prosesor Krait dalam tiap Snapdragon S4 memiliki banyak kesamaan dengan Cortex-A15. Bagaimana pun, dari hasil benchmark awal Nexus 10, Exynos 5 Dual yang hanya memiliki dua inti prosesor dengan kecepatan 1.7GHz serta GPU Mali-604 mampu mengungguli Snapdragon S4 Pro. Itu hanya dua inti. Dan ternyata Samsung pun tidak mau kecolongan lagi dalam persaingan chipset mobile ini. Rumor menyebutkan jika penerus flagship Galaxy mereka, yaitu Samsung Galaxy S IV bakal dikembangkan menggunakan chipset Exynos 5 yang lebih tinggi levelnya dibandingkan Exynos 5 Dual. Dan satu petunjuk yang paling jelas mengarah pada konfirmasi Samsung yang dilakukan kemarin di Korea. Konferensi persn Samsung tersebut sehubungan dengan anggota baru keluarga System on Chip / SoC Exynos 5 Series, yang dimulai dengan Exynos 5250 dalam Nexus 10, dan kini mereka mengkonfirmasikan Exynos 5400 Series, yang memiliki kode nama Adonis. Tidak seperti Exynos seri 5200, yang ddikembangkan dengan proses teknologi semikonduktor 32nm, maka Exynos 5400 ini dikembangkan lebih ringkas melalui proses produksi 28nm, sehingga memungkinkan Samsung menawarkan frekuensi kinerja yang lebih tinggi namun dengan ukuran yang lebih kecil. Secara arsitektur tidak ada perbedaan dari Exynos 5400 dan Exynos 5200, menggunakan ARM Cortex-A15 dan GPU ARM Mali-T604. Namun untuk Exynos 5400 memiliki empat core yang bisa berjalan di kecepatan standar 2.0 GHz serta diduga juga bakal mendukung GPU ARM Mali-T678. Melalui konfirmasi yang sama, Samsung mengumumkan mereka sudah memulai proses mass production chipset tersebut, dan juga menyebutkan jika nantinya smartphone pertama yang menerapkannya tidak lain adalah Samsung Galaxy S IV, yang seharusnya info pertamanya bakal mulai dirilis antara Januari - Juni tahun depan. Semoga saja kapasitas baterainya tidak menjadi masalah, karena smartphone dengan clock speed prosesor dan kebutuhan daya GPU yang meningkat pasti bakal menguras baterai dengan sangat cepat. Demikian aksesoris seperti powerbank, external battery charger, dan baterai sekunder pasti bakal semakin laris nantinya... hehe! Sumber: Ddaily