Comifuro 22. Fotografer: Fahrul Nurullah.
Banyak orang baru sadar setelah datang sendiri: Comifuro itu event yang menguras stamina dan bahkan kadang bisa menguras fisik dan mental.
Dari segi crowd, ini jelas salah satu event pop culture terbesar di Indonesia. Sensory overload sangat mungkin terjadi gara-gara suara ramai nonstop, lautan manusia, cosplay di mana-mana, area artist jualan super padat, hingga panas dan pengap di beberapa area.
Untuk CF terbaru saja, area yang dipakai mencapai Hall 6 sampai Hall 10 di Indonesia Convention Exhibition.
Kelihatannya sederhana, tapi kalau kamu benar-benar muter semua area, langkah kaki yang ditempuh bisa sangat jauh. Banyak pengunjung baru sadar mereka sudah berjalan ribuan langkah hanya dari keliling venue.
Belum lagi perjuangan pulangnya.
Baik pengguna transportasi umum maupun kendaraan pribadi biasanya tetap menghadapi tantangan masing-masing, mulai dari antre shuttle ke Stasiun Cisauk, macet di sekitar ICE BSD, sinyal internet overload, hingga sulit mencari ojol saat jam pulang.
Ditambah lagi banyak pengunjung datang dari luar kota, atau masih harus kerja dan sekolah di hari Senin. Karena itu, cukup banyak orang yang setelah “survive” hari Sabtu memilih istirahat atau pulang ke habitat masing-masing di hari Minggu.