Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Kenapa Hampir Semua Peradaban Kuno di Dunia Punya Dewa Hujan?
ilustrasi dewa (unsplash.com/New York Public Library)
  • Peradaban kuno percaya hujan dikendalikan sosok berkuasa di langit, sehingga muncul kepercayaan terhadap dewa hujan sebagai pengatur cuaca.

  • Berbagai peradaban memiliki dewa hujan berbeda. Misal seperti Tlaloc di Aztec, Yu Shi di Tiongkok, Chaac di Maya, Tefnut di Mesir, dan Dodola di Slavia.

  • Masyarakat kuno juga biasa melakukan ritual dan persembahan khusus bagi dewa hujan demi mendapatkan sumber air yang diperlukan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak peradaban kuno percaya bahwa alam semesta dijalankan para dewa dan dewi dengan tugas yang berbeda-beda. Di antara banyak sosok itu, ada dewa yang dipercaya mengatur urusan hujan. Mereka kemudian dikenali sebagai dewa hujan dalam berbagai kebudayaan.

Lantas, kenapa hampir semua peradaban kuno di dunia punya dewa hujan? Berikut ulasannya yang bisa diketahui.

1. Alasan sebagian besar peradaban kuno percaya dewa hujan

ilustrasi hujan deras (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Kepercayaan terhadap dewa dan dewi telah menjadi hal umum dalam praktik keagamaan manusia di peradaban kuno. Mereka percaya bahwa dewa dan dewi ini telah membantu sekaligus mengarahkan jalannya kehidupan di muka Bumi. Nah, dari sekian banyak, salah satunya yang cukup sering disebut adalah dewa hujan.

Sejak dulu, orang-orang di peradaban kuno sudah lama memperhatikan unsur-unsur alam dan berusaha memecahkan misteri langit, termasuk fenomena turunnya hujan. Mengingat belum punya penjelasan ilmiah tentang bagaimana hujan terbentuk, mereka melihat awan gelap, petir, angin, dan hujan deras sebagai sesuatu yang datang dari kekuatan besar di langit.

Dari situ, muncul anggapan bahwa turunnya hujan bukan terjadi begitu saja, melainkan ada campur tangan sosok berkuasa di atas yang mengendalikan cuaca. Kepercayaan ini kemudian berkembang dan memunculkan sosok dewa hujan di berbagai peradaban.

2. Contoh dewa hujan di berbagai mitologi kuno

ilustrasi dewa (unsplash.com/New York Public Library)

Melihat ke belakang, ada sejumlah nama yang dipercaya sebagai dewa hujan oleh banyak peradaban. Sesuai namanya, mereka bertugas mengatur turunnya hujan, baik sebagai kebaikan maupun bentuk kemurkaan. Berikut sejumlah contohnya.

  • Tlaloc

Di peradaban Aztec, ada Tlaloc yang dikenal sebagai dewa hujan, petir, dan kesuburan. Pada tugasnya, dia bisa mencurahkan hujan untuk kehidupan serta mendatangkan badai atau banjir saat murka.

  • Yu Shi

Dalam tradisi China kuno, ada dewa hujan yang dikaitkan dengan turunnya hujan dari langit, yakni Yu Shi. Pada beberapa penggambaran, dia sering disebut membawa bejana tembikar berisi air dan cukup memercikkan setetes saja untuk menurunkan hujan ke daratan.

  • Chaac

Di peradaban Maya, ada Chaac. Dia digambarkan membawa kapak petir yang dipercaya dapat memecah awan dan menurunkan hujan.

  • Tefnut

Pada peradaban Mesir kuno, ada sosok dewi bernama Tefnut yang bertanggung jawab atas masalah hujan dan unsur air. Ketidakhadirannya dapat dikaitkan sebagai bentuk bencana seperti kekeringan.

  • Dodola

Di kawasan Slavia, ada pula dewi Dodola sebagai pengatur hujan dan badai. Orang-orang yang percaya biasa melakukan ritual seperti doa dan tarian agar dia datang ke kota untuk membawa hujan.

3. Contoh persembahan peradaban kuno ke dewa hujan

Bagi sejumlah peradaban, turunnya hujan dianggap sebagai bentuk kebaikan dewa hujan yang memberi mereka sumber air dan menyuburkan tanah. Sebaliknya, ketidakhadiran atau kemurkaan dewa hujan dapat menyebabkan bencana, seperti kekeringan hingga gagal panen.

Mengingat masing-masing peradaban kuno mungkin punya dewa hujan yang berbeda-beda, mereka juga memiliki cara tersendiri dalam memuja atau memberi persembahan. Sebagai contoh peradaban Aztec yang sangat menghormati Tlaloc sebagai dewa hujan.

Melansir Insight Vacations, Tlaloc dianggap sangat penting untuk kemakmuran pertanian di wilayah Aztec. Sebagai bentuk kepercayaan, masyarakat Aztec biasa mempersembahkan makanan dan terkadang manusia kepada Tlaloc untuk menjamin kelangsungan panen mereka.

Cara pemujaannya pun cukup menarik. Bersama para pendeta hujan yang menggunakan alat pengusir kabut, akan diadakan sebuah upacara agar bisa mendapatkan hujan dari Tlaloc.

Itulah tadi ulasan mengenai alasan kenapa hampir semua peradaban kuno di dunia punya dewa hujan. Bagaimana menurutmu?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ seputar kenapa hampir semua peradaban kuno punya dewa hujan

Kenapa hampir semua peradaban kuno di dunia punya dewa hujan?

Dulu, belum ada penjelasan tentang bagaimana hujan turun. Dari situ, muncul anggapan bahwa turunnya hujan bukan terjadi begitu saja, melainkan ada campur tangan sosok berkuasa di atas yang mengendalikan cuaca. Kepercayaan ini kemudian berkembang dan memunculkan sosok dewa hujan di berbagai peradaban.

Siapa saja dewa hujan yang dipercaya di peradaban kuno?

Di berbagai peradaban kuno, ada beberapa nama berbeda. Sebut saja dari Tlaloc di Aztec, Dodola di Slavia, Tefnut di Mesir Kuno, Yu Shi di Tiongkok Kuno hingga Chaac di peradaban Maya.

Siapa dewa hujan Aztec?

Tlaloc adalah dewa hujan yang dipercaya Aztec. Dewa ini dianggap berkuasa atas hujan, petir, dan kesuburan tanah.

Editorial Team